Butterfly Hug

Butterfly Hug
CHAPTER 31


__ADS_3

Setelah hari yang berat berlalu bagi Marco dan Catty, akhirnya mereka bisa beristirahat malam itu dengan tenang.


Terlihat Marco sedang duduk di depan komputernya namun pandanganya bukan ke arah komputer tapi ke arah lain. Marco terlihat sedang melamun memikirkan sesuatu.


Tok! Tok! Tok!


Catty tiba-tiba mengetuk pintu kamar Marco yang terbuka sembari membawa beberapa makanan di tanganya.


"Hai Marco... Selamat malam. Boleh aku masuk?" tanya Catty dengan suara pelan.


Marco yang tadinya sedang melamun akhirnya  tersadar saat Catty datang ke kamarnya.


"Oh masuklah..."


Catty masuk lalu duduk diatas kasur Marco.


"Marco... Ada apa, kenapa kamu terus melamun, aku sudah mengatakannya padamu jika kamu merasa sedih lakukan apapun yang kamu mau padaku."


Setelah Catty mengatakan hal itu. Tiba-tiba Marco berdiri dari kursinya dan mendekati Catty. Marco bahkan tersenyum smirk di depan Catty.


"Lakukan apapun yang aku mau, padamu?"


"...Eumm apapun yang kamu mau Marco. Aku tak akan marah karena kamu sudah menolongku." angguk catty.


"Baiklah... Apapun... "


Marco tiba-tiba mendekati Catty, wajahnya sangat dekat dengan wajah Catty hingga hidung mereka saling bersentuhan.


Mata Catty terbelalak makanan yang sedang ia pegang bahkan terjatuh.


"Eumm... M-Marco, apa yang kamu lakukan?" tanya Catty gugup.


"Kamu bilang lakukan apapun yang aku mau, kamu tak akan marah jika aku melakukan hal apapun kan."


Catty tiba-tiba langsung mendorong Marco menjauh dari dirinya.


"Maksudku bukan hal menjijikan seperti itu Marco! Maksudku saat kamu merasa marah dan sedih pukul aku lampiaskan semuanya padaku, ceritakan semua masalahmu padaku."


"Astaga Catty... Apa aku sering berkata kasar dan marah padamu? Sampai-sampai kamu mengatakan hal itu. Mungkin aku berkata kasar atau menyakiti hatimu, tapi aku tak akan pernah mau memukulmu. Bagaimana bisa aku memukulmu."


Catty tiba-tiba tersenyum menatap Marco yang duduk di sebelahnya.


"Benarkah kamu tak akan memukulku?"


"...Hemm."


"Oh iya Marco bagaimana dengan ibumu? Apa kamu ingin menemuinya lagi?"

__ADS_1


"Entahlah Catty... Selama hidupku baru kali ini aku bertemu dengan ibuku. Aku masih punya rasa sedih kepadanya, karena mereka tak berusaha mencariku."


Mata Marco tiba-tiba berkaca-kaca.


"Tak apa... Aku tak akan menanyakan hal itu lagi. Kemari biar aku memelukmu."


Catty memeluk Marco dengan eratnya dengan mengelus lembut kepala Marco.


****


Saat malam tiba Catty dan Marco tidur di kamar yang berbeda, Marco tidur di lantai bawah dikamar utama sedangkan Catty tidur di lantai atas di kamar Marco.


Semua itu Marco yang menyarankannya, karena Marco khawatir keluarga Bibi Meeza mendatangi rumahnya lagi.


Saat tengah malam tepat pukul satu malam, Marco terbangun karena mendengar suara tangisan dari arah kamar Catty. Marco dengan cepat berlari naik ke lantai dua untuk melihat apa yang terjadi.


Saat Marco membuka pintu dan masuk ke dalam kamar, ternyata Catty tengah menangis dalam keadaan tertidur.


"Astaga apa Catty mimpi buruk lagi?" tanya Marco sembari mendekati Catty.


Marco duduk disamping Catty, dan mencoba memegang tanganya yang dingin dan terus mengepal selimut.


Catty...


Marco memanggil namanya dengan pelan dan tiba-tiba Catty terbangun dari tidurnya.


Hah!!! M-Marco...


"Catty, ada apa? Apa kamu bermimpi buruk?"


"Marco... Aku takut Marco, kamu tahu. Aku tak pernah tidur dengan tenang, aku selalu merasa takut. Aku merindukan kedua orang tuaku dan juga Niko." ucapnya dengan nada suara yang ketakutan.


Marco mengerti perasaan Catty, Marco menghapus air mata Catty dengan lembutnya oleh Jari tanganya yang hangat.


Tiba-tiba Catty melakukan butterfly hug dihadapan Marco dan ketakutan Catty mulai menghilang sedikit demi sedikit.


Namun ketika Catty melakukan butterfly hug, tiba-tiba Marco melepaskan kedua tangan Catty yang memeluk dirinya sendiri.


"Lepaskan butterfly hug itu, lakukan itu saat kamu sendiri, saat kamu bersamaku aku akan memelukmu."


Tiba-tiba Marco menidurkan Catty sehingga tubuh Catty telentang menghadap langit-langit.  Marco membaringkan tubuhnya juga di samping Catty yang tidur dalam keadaan telentang. Tiba-tiba Marco memeluk Catty dan menyelimuti tubuh Catty dengan selimut yang tebal.


Marco memeluk Catty begitu erat, hingga hidung Marco menyentuh pipi Catty.


"Sekarang pejamkan matamu... Jangan takut lagi dengan apapun. Aku ada disini tidurlah Catty... "


Catty memejamkan matanya dalam pelukan hangat Marco. Dan akhirnya mereka berdua tertidur hingga pagi.

__ADS_1


"Catty..."


Saat Marco bangun dari tidurnya, Marco terkejut karena Catty tak ada disisinya. Marco akhirnya berlari menuju lantai dua rumahnya dan ternyata Catty sedang membuatkan sarapan untuk Marco di dapur.


"Astaga Catty.... Aku pikir kamu, kamu menghilang." Ucap Marco dengan senyuman setelah tahu Catty ada di dapur.


"Bagaimana bisa aku pergi tanpa memberitahumu Marco, sekarang aku sedang membuatkan sarapan untukmu, jadi mulai sekarang jangan menyusahkan Hana dan menunggu dia memberimu makanan. Karena sekarang aku yang akan membuatkan semua makanan kesukaanmu." Kata Catty dengan senyum bahagia di wajahnya.


Mereka berdua sarapan bersama, namun Marco harus pergi bekerja dan meninggalkan Catty seorang diri.


"Catty kamu serius tak mau ikut denganku ke studio? Aku benar-benar khawatir meninggalkanmu seorang diri disini."


"Aku serius Marco, aku bisa menjaga diriku. Aku tak mau mengganggumu disana, jadi lebih baik aku menunggu dirumah."


"Baiklah, jaga dirimu aku pergi dulu. Ingat kunci semua pintu jangan biarkan orang lain masuk paham!"


"Ay ay Captain! Paham."


Marco pergi bekerja meninggalkan Catty seorang diri dirumahnya. Namun ketika Marco tiba di studio tempatnya bekerja, Marco tetap mengkhawatirkan Catty ia takut sesuatu terjadi.


Saat Marco tengah berada di studio kantornya, tiba-tiba Marco mendapatkan panggilan dari Alby.


"Alby... Tumben dia menelponku sepagi ini. Apa dia tidak sedang bekerja?"


"Halo Al, ada apa?"


"Hai Marco, Mar gue pengen ketemu sama lo, lo ada dimana, biar nanti gue dateng kesana."


"Gue ada di studio Mar."


"Oke gue otw kesana."


Marco sama sekali tak tahu, apa yang membuat Alby ingin menemuinya di jam kerja. Marco bertanya-tanya pada dirinya sendiri, Marco takut sesuatu terjadi.


Setelah Marco menunggu Alby tiga puluh menit lamanya distudio, Akhirnya alby tiba di studio Marco.


"Hai Mar."  Sapa Alby sembari masuk ke dalam ruang studio Marco.


"Hai Al, ada apa Al kenapa lo tiba-tiba pengen ketemu gue?"


Alby membuka jaket kulitnya dan duduk di sofa dalam studio Marco.


"Apa bener lo sama Hana udah ga bestian lagi Mar, apa yang terjadi sama kalian?"


Marco terkejut dengan pertanyaan Alby yang tiba-tiba berbicara tentang Hana.


"Iya gue emang lagi berantem sama Hana, tapi gue sama sekali ga ada niatan buat putus tali persahabatan sama Hana Al. Tunggu lo tau darimana semua ini?"

__ADS_1


...Bantu like komen dan vote ya...


...Terima kasih.❄...


__ADS_2