
Marco yang mendengar ucapan Catty, tiba-tiba raut wajahnya mulai masam.
"Soal itu aku akan jelaskan semuanya, Catty dengar. Lili sebenarnya tak menyukaiku. Kita berdua sama-sama berpura-pura, Lily memberitahuku jika dia di paksa oleh ibu panti, ibunya sendiri."
"Cukup Marco, aku tak mau mendengar alasan."
"Catty, tapi aku serius. Ingat Catty jangan melakukan hal seperti ini, jangan marah seperti ini. Kamu harus ingat satu hal, jika kita sedang dalam misi membuktikan jika Bibi Meeza yang membunuh kedua orang tuamu. Aku mohon lupakan sejenak masalah ini. Kita harus menyelesaikan misi pertama kita tentang bibi Meeza."
Ketika Marco menjelaskan segalanya, akhirnya Catty memikirkan kembali ucapan Marco.
"Baiklah, aku akan melupakan masalah ini. Walaupun aku masih tidak percaya dengan ucapanmu jika kamu dan Lily hanya berpura-pura."
Catty yang tubuhnya sudah basah karena hujan, kini tiba-tiba berjalan sendiri masuk kedalam mobil Marco dan mengabaikan Marco.
Marco yang sudah tahu dengan sikap Catty, hanya terdiam mengikutinya dari belakang.
Ditengah hujan yang deras, mereka berdua kembali menuju rumah. Di dalam mobil mereka hanya terdiam satu sama lain.
Ketika mereka tiba dirumah, Catty tetap saja memberikan tatapan marah pada Marco sehingga Marco pun besikap dingin lagi pada Catty.
Mereka berdua yang biasa tidur bersama kini berpisah, Catty yang sudah membersihkan dirinya karena air hujan kini pergi menuju kasurnya dan segera tidur.
Marco yang ada di lantai bawah masih duduk di sofa, dan memikirkan tentang kejadian tadi.
"Ternyata ucapan Catty benar, ibu panti memang ingin menjodohkanku dengan Lily anaknya karena dia tahu jika aku dari keluarga Matteo yang kaya raya."
"Aku senang Lily mau memberitahuku melalui bisikan tadi, jika dirinya dipaksa oleh ibunya sendiri untuk menyatakan cintanya padaku. Padahal Lily sama sekali tak ada rasa padaku. Kenapa ibu panti berubah seperti ini?"
"Aku juga bingung kenapa ibu panti bisa tahu banyak tentang keluarga Matteo? Apa hubungan ibu panti dengan keluarga Matteo. Apa mereka punya hubungan?"
__ADS_1
Marco mulai mencurigai ibu panti, semenjak ibu panti bersikap kasar pada Catty dan memaksa Lily anak perempuannya sendiri mengungkapkan cinta pada Marco, padahal Lily tak punya perasaan pada Marco.
Marco tiba-tiba berjalan naik ke lantai dua, menuju kamar Catty malam itu. Namun sayang pintu sudah tertutup sehingga Marco tidak bisa melihat apakah Catty sudah tidur atau belum.
Karena Marco merasa penasaran, Marco tiba-tiba membuka pintunya pelan-pelan. Ketika Marco melihatnya. Catty sudah terlelap tidur.
Marco berjalan mendekati Catty yang tertidur dan duduk disampingnya perlahan. Marco tiba-tiba menyentuh wajah Catty perlahan dengan lembut.
Ketika Marco mengatakan itu, Catty tiba-tiba membuka matanya dan menatap Marco dengan penuh kesedihan.
Marco pun terkejut dan menjauhkan tanganya perlahan dari Catty.
Catty menatap Marco dengan begitu serius. Tiba-tiba saja mata Catty berkaca-kaca saat menatap Marco yang ada disampingnya.
"Aku menyukai sentuhan lembutmu, tapi aku takut akan kehilangan itu." Ucap Catty pelan pada Marco.
Suasana tiba-tiba mulai menjadi serius. Marco mencoba menjelaskan kejadian tadi pada Catty, agar Catty tak salah paham.
"Catty, aku rasa ucapan kamu memang benar. Ibu panti memang ingin menjodohkanku dengan Lily anaknya demi harta. Ibu panti tahu jika Lily tak punya perasaan padaku. Tapi dia terus memaksa Lily dan mengancan Lily, jika Lily tak mau mengikuti perintahnya, maka ibu panti mengancan Lily jika dia akan bunuh diri."
"Catty kamu harus percaya padaku, aku dan Lily hanya berpura-pura, untuk sesaat. Perasaanku yang sesungguhnya hanya tertuju padamu Catty. Jadi aku mohon tetaplah bersamaku dan mengerti aku."
"Kamu melakukannya demi Lily atau demi ibu pantimu yang akan bunuh diri itu jika Lily tak mau denganmu? Marco ibu pantimu sangat membenciku. Dia selalu kasar padaku. Bagaimana bisa aku bisa menerima semua ini?"
Catty tetap saja tak mau Marco melakukan itu.
"Catty aku mohon jangan seperti ini. Jika aku tak berpura-pura dengan Lily ibu panti akan bunuh diri. Catty dia yang merawatku dengan baik sejak bayi, aku sudah menganggapnya sebagai ibuku sendiri."
"Tapi Marco dia sangat jahat padaku. Biarkan saja dia mati bunuh diri!"
__ADS_1
Ketika Catty mengatakan ucapan yang sedikit kasar. Marco tiba-tiba menatap tajam Catty dan tak percaya dengan ucapan Catty yang kasar.
"Hei... Sejak kapan kamu mulai seperti ini? Kenapa kamu berlagak seperti ini. Aku tahu ibu panti bersikap kasar padamu Catty, tapi kamu tak pantas mengatakan hal itu."
"Aku mengatakan itu karena aku sayang padamu Marco, aku tak ingin kehilanganmu. Kamu rumahku Marco. Tempatku kembali ketika aku ketakutan kamu tempat ternyamanku. Aku tak ingin orang lain memilikimu, kamu hanya milikku."
Catty mengatakannya dengan air mata yang berlinang di hadapan Marco.
"Tapi aku tidak suka ketika kamu berfikiran hal kotor seperti itu Catty. Aku tak suka jika orang yang aku cintai mengatakan hal seperti itu." Ucap Marco dengan tegas di hadapan wajah Catty.
Catty tiba-tiba menyatukan tangannya dan meminta maaf pada Marco dengan tangisannya.
"A-aku minta maaf Marco... Aku minta maaf! Aku minta maaf!"
Ketika Catty terus meminta maaf pada Marco dengan tangisannya yang tersedu-sedu. Namun Marco masih bersikap dingin, Akhirnya Catty memeluk Marco dengan begiu erat sambil meminta maaf pada Marco.
"Aku mohon maafkan aku, a-aku tak akan mengatakan hal itu lagi. Aku hanya takut Marco, takut kehilanganmu."
Marco akhirnya luluh, dan memeluk erat kembali Catty. Marco tiba-tiba menidurkan Catty diatas kasur dengan perlahan dan mengunci kedua tangan Catty dengan tangannya tepat di samping telinga kanan dan kiri Catty.
"Aku akan menghukumku karena ucapan kasarmu itu." ucap Marco pada Catty dengan posisi wajah yang begitu dekat.
Dan tiba-tiba saja Marco memberikan ciuman di mulut Catty tanpa hentinya. Sehingga membuat mata Catty tertutup. Marco memberikan hukuman pada Catty dengan ciuman yang memakan waktu cukup lama.
Kedua tangan Catty terkunci karena genggaman erat tangan Marco. Tubuh Catty terasa berat karena Marco memeluk Catty dari atas.
Marco tiba-tiba berhenti memberikan ciuman dimulut Catty, tiba-tiba ciuman Marco berjalan ke arah leher Catty dengan lembutnya sehingga membuat Catty merasa sedikit geli ketika Marco melakukan hal itu padanya.
Tak lama mereka tertidur lelap dalam satu ranjang. Marco memeluk Catty dengan eratnya dari belakang dengan posisi memeluk punggung Catty.
__ADS_1