Butterfly Hug

Butterfly Hug
CHAPTER 44


__ADS_3

Setelah pertemuan Marco dan ibu panti di restoran siang tadi. Malamnya Marco benar-benar akan mengunjungi rumah ibu pantinya.


"Ini aku sudah rapihkan pakaiannya, sekarang kamu bisa datang ke acara party ibu pantimu." Ucap Catty sembari memberikan pakaian Marco yang sudah rapih kepada Marco.


"Loh kamu belum bersiap-siap?" tanya Marco bingung pada Catty yang masih terlihat acak-acakan.


"Bersiap-siap, aku tidak akan ikut Marco. Aku takut mengganggu kalian. Bahkan ibu panti tak mengundangku, tak apa Marco tak masalah. Pergilah."


"Tidak. Aku tidak akan pergi, aku bisa memberitahu ibu panti jika aku tidak bisa datang malam ini."


Marco tiba-tiba merajuk dan membuka kembali pakaiannya.


"Astaga Marco! Kenapa kamu seperti anak kecil. Pergilah jangan buat ibu pantimu marah!"


Catty berusaha membuat Marco pergi ke acara yang sudah ibu panti siapkan untuknya. Namun Marco tetap saja merajuk dan mengabaikan ucapan Catty karena Catty yang tak mau pergi dengannya.


"Baiklah... Aku akan pergi, aku akan ikut bersamamu."


Saat Catty memutuskan untuk ikut bersama Marco. Marco begitu gembira tak terkira hingga memeluk Catty bahkan memberikan ciuman di pipi Catty.


Setelah bersiap-siap Marco dan Catty akhirnya pergi menuju rumah Ibu panti untuk acara party.


Ketika mereka tiba disana, Ternyata begitu banyak orang dirumah Ibu panti. Ibu panti mengundang banyak sekali teman Marco dan temannya sendiri diacara itu. Marco yang melihatnya dari dalam mobil begitu terkejut.


"Astaga Marco. Jika kamu tak datang ibu panti Pasti akan sangat kecewa padamu. Lihat dia mengundang banyak orang." Ucap Catty yang duduk di sebelah Marco.


"Astaga aku pikir hanya ada makan malam biasa. Tapi ternyata ibu panti menyiapkan banyak hal. Lihat Catty ibu panti itu sangat baik, dia membuatkan party sebesar ini hanya untukku."


"Iya... Sekarang aku percaya dia sangat baik padamu. Aku harap selamanya baik padamu Marco, bukan sementara."


Marco dan Catty keluar dari mobil dan masuk ke dalam rumah ibu panti yang sudah ramai oleh tamu.


Nah itu dia, Marco sudah datang tapi siapa wanita itu? Apa dia kekasih Marco?


Wajah wanita itu terasa tak asing bagiku, tapi dimana ya aku pernah melihatnya?

__ADS_1


Orang-orang di party itu bertanya-tanya siapa wanita yang bersana dengan Marco. Ketika orang-orang disana bertanya-tanya Ibu panti tiba-tiba mendekati mereka.


"Mereka bukan sepasang kekasih, itu teman Marco. Jangan salah paham." Ucap Ibu panti kepada orang-orang itu.


Ibu panti langsung menjemput Marco dan menggandeng tangan Marco lalu membawanya kedepan. Hingga Catty tertinggal di belakang.


Marco sempat berbalik badan dan menatap kembali Catty, tapi Catty malah tersenyum dan memberi kode pada Marco jika dirinya baik-baik saja.


Catty tak mengikuti Marco ke depan bersama dengan ibu pantinya, Catty langsung berbaur diantara banyaknya tamu undangan.


Marco yang sudah ada didepan sana berdiri dengan Ibu pantinya. Ibu pantinya mengumumkan jika Marco tengah mendapatkan kabar bahagia. Ibu panti bahkan menyebutkan jika Marco anak dari keluarga Matteo. Sehingga Marco merasa tak nyaman.


Dan tiba-tiba saja Lily turun dari atas tangga dengan penampilan yang begitu mewah, dengan gaun putih sepanjang lutut tanpa lengan, dan rambutnya yang di ikat separuh.


Membuat mata para tamu undangan tertuju padanya.


Ibu Panti tersenyum lebar bahagia melihat anaknya berpenapilan bak seorang putri yang turun dari tangga istana yang mewah.


Marco tersenyum namun dirinya terus bertanya-tanya kenapa acara yang dibuat oleh ibu panti sangatlah mewah.


"Lily berdirilah di samping Marco." Ucap ibu panti kepada Lily dengan senyuman.


Lily berdiri di samping Marco dengan senyumannya.


"Marco mendapatkan kabar bahagia, dan sekarang adalah moment yang lebih bahagia untuk saya sebagai ibu Lily." Kata ibu Panti dengan tegasnya di hadapan para tamu.


"Lily... Katakanlah apa yang ingin kamu katakan pada Marco sekarang." Ucap ibu panti lagi kepada Lily dihadapan para tamu.


Lily tiba-tiba menghadap ke arah Marco dengan mata yang tampak sembab namun tertutupi oleh Make up Lily yang sedikit tebal.


"Lily apa kamu habis menangis?" tanya Marco pelan saat Lily menatapnya. Namun Lily mengabaikan pertanyaan Marco.


"Marco... Sejak kecil aku sudah menyukaimu. Hari ini dengan berani aku akan mengungkapkan perasaanku padamu. Karena jika aku tak segera mengungkapkannya, aku takut orang lain akan mengambilmu."


Saat Lily berkata seperti itu di hadapan Marco dan para tamu. Tiba-tiba para tamu terkejut dan memberikan beberapa teriakan bahagia kepada Lily dan Marco. Berbeda dengan Marco, Marco tiba-tiba terdiam. Dan sesekali menatap ke arah Catty yang ada di antara kerumunan tamu lainnya.

__ADS_1


"Lily... Apa yang kamu katakan?" tanya Marco dengan pelan di hadapan Lily karena bingung.


Namun Lily tetap mengabaikan pertanyaan Marco dan terus melanjutkan ucapannya.


"Marco dengan berani aku ingin mengatakan ini lebih dulu kepadamu. Marco aku sangat mencintaimu, Maukah kamu menjadi kekasihku?"


Ketika kata "Aku mencintaimu" muncul, barulah semua orang berteriak bahagia, sampai-sampai menyauti Marco agar dia mau menerimanya.


Marco merasa tertekan atas ucapan Lily, dan teriakan semua orang yang ada disana.


"Lily... Apa yang kamu lakukan?!" tanya Marco dengan mata yang dibulatkan.


"Aku mohon terima aku Marco! Jangan buat aku malu, aku mohon Marco... Terima saja! Setelah ini semua berakhir aku akan mengatakan segalanya!" Bisik Lily pada Marco.


Ucapan Lily lagi-lagi membuat Marco bingung.


"Apa maksudmu Lily! Ada apa denganmu? Ada apa dengan kalian berdua. Apa maksudnya ini?"


Lily terus menekan Marco dan teriakan para tamu semakin membuat Marco cemas.


Dan tiba-tiba saja Catty berlari menghampiri Marco dan Lily yang ada di depan sana.


Catty tiba-tiba berdiri di tengah-tengah antara Marco dan Lily.


"Marco milikku, bukan milikmu Lily. Aku bisa melihat matamu itu berbohong, kamu tidak menyukai Marco Lily. Jangan paksakan dirimu jika tak mencintai Marco." Ucap Catty di hadapan Lily dan semua tamu.


Tiba-tiba Catty mencium bibir Marco di hadapan semua orang, Dan Marco pun memberikan ciuman balik kepada Catty.


Ibu panti yang melihat kejadian itu tepat di depan matanya, tiba-tiba menghampiri mereka dan menarik Catty dengan cara menjambak rambut Catty menjauh dari Marco dan Lily.


"Astaga wanita gila ini, Cepat keluar dari sini dan tanggalkan Marco! Semuanya saya minta maaf wanita itu benar-benar gila, dia sangat terobsesi dengan Marco. Lily lanjutkan apa yang ingin kamu katakan pada Marco!" Cetus Ibu Panti yang membuat semua orang terkejut dengan sikapnya.


Astaga kenapa ibu panti sekejam ini?


Sepertinya wanita itu bukan orang gila. Dia terlihat rapih dan cantik walau badannya kurus.

__ADS_1


Bisik para tamu yang membuat ibu panti merasa malu dan marah.


__ADS_2