Butterfly Hug

Butterfly Hug
CHAPTER 48


__ADS_3

"Catty apa kamu merasa sakit?" tanya Marco khawatir sembari menepikan mobilnya di tepi jalan.


"Marco kepalaku sakit, aku rasa, rasa sakitku ini muncul kembali." ucap Catty kesakitan.


"Baiklah ayo kita pulang, kita bisa mencari tahu semuanya besok."


"Tidak! Kita harus membawa mereka ke kantor polisi. Marco cepat hubungi polisi dab beritahu alamatnya jika Bibi Meeza ada disini!"


Tiba-tiba Catty keluar dari mobil dan berlari ke arah rumahnya yang kini di tinggali oleh Bibi Meeza.


ASTAGA CATTY!!!


Marco terkejut ketika dirinya mengirim pesan pada polisi, Catty tiba-tiba berlari keluar dari dalam mobil.


Marco mengejar Catty yang masuk ke dalam rumah yang kini ditempati oleh Bibi Meeza.


Marco benar-benar tak bisa menghentikan Catty, kini Catty sudah melalui gerbang rumah yang besar itu dengan memanjatnya.


"Astaga kenapa dia berubah seperti spiderman sekarang?" Tanya Marco tak percaya dengan apa yang di lihatnya.


Saat Marco akan mencoba memanjat gerbang rumah yang besar itu, ternyata gerbangnya sama sekali tak dikunci. Marco merasa malu pada dirinya sendiri dan akhirnya Marco tak melalui pagar itu dengan memanjatnya.


Saat Marco masuk Catty terlihat kembali dari arah dapur dengan membawa pisau dapur ditangan kanannya, lalu dirinya berteriak memanggil nama Bibi Meeza.


MEEZA!!! DASAR KUDANIL GENDUT!!! CEPAT KELUAR DAN HADAPI AKU SEKARANG!!!


Marco pun mendekati Catty dan mencoba menenangkannya.


"Catty!!! Catty tenanglah jangan lakukan hal itu. Polisi akan kemari!"


"Tidak Marco!!! Lebih baik aku segera membunuh wanita sialan itu. Dari pada aku harus terus begini!"

__ADS_1


"Catty ingat, aku tak mau kamu di penjara. Kamu tak ingin kehilanganku kan. Ingat kita harus bahagia sama-sama jangan akhiri ini dengan cara seperti ini, kamu tak mau kan kamu sama-sama di dalam penjara bersama dengan Bibi Meeza'mu itu?!"


Saat Marco tengah berbicara bersama dengan Catty tiba-tiba Bibi Meeza keluar bersama suaminya menghampiri Catty dan Marco.


"Oh jadi sekarang kamu baru sadar Catty... Jika yang membunuh kedua orang tuamu itu adalah saya. Bibi Meezamu!" Ucap Bibi Meeza dengan senyum smirknya.


"Sekarang kamu tak punya saksi, karena saksi mata itu sudah saya bunuh tadi. Kalian memang bodoh dan selalu terlambat."


Catty yang tak bisa menahan amarahnya tiba-tiba berlari menghampiri Bibi Meeza dengan pisau ditanganya. Namun sayang suami Bibi Meeza malah menembak bahu Catty dan akhirnya Catty terjatuh, tersungkur ke lantai kesakitan.


Marco terkejut dan berlari menghampiri Catty dan mencoba menolongnya.


CATTY!!!


Marco yang marah besar karena suami Bibi Meeza menembak Catty, dengan cepat Marco mengambil pisau yang dipegang oleh Catty dan melemparkan pisau itu secepat kilat ke arah paha suami Bibi Meeza dan ya, lemparan pisau itu tepat sasaran.


Suami Bibi Meeza tersungkur ke lantai dengan pisau yang menancap di pahanya. Bibi Meeza menolong sang suami.


Tiba-tiba Yuri mengarahkan tembakannya kepada Marco dan Catty.


"Y-yuri... Anakku, kamu benar nak, sekarang tembak mereka berdua. Jika kita tak membuat mereka mati mereka akan terus mencari cara agar ibumu ini masuk ke dalam penjara..." Ucap lembut Bibi Meeza pada Yuri, agar mau menembak Marco dan Catty.


"Tidak Yuri, aku bisa melihat dari matamu, kamu sebenarnya tak inginkan hidup dengan ayah dan ibu yang seperti psikopat itu?" Kata Marco mencoba mencuci otak Yuri dengan ucapannya. Lalu Marco menunjukan video pada Yuri saat ayah dan ibunya membakar pakaian mereka di tengah hutan setelah membunuh Sian.


"Aku sudah pernah melihat ini, ini juga pernah di lakukan ketika mereka membunuh orang tua Catty, kamu benar Marco aku memang tak pernah bisa bahagia, uang-uang dari mereka tak membuatku bahagia. Aku benar-benar kehilangan akal saat bersama mereka."


"Catty aku minta maaf, dalam hatiku aku sama sekali tak mau melakukan hal itu. Tapi aku tak bisa melawan perintah orang tuaku, dan adikkmu sudah tenang disana, kamu bisa berziarah kubur kesana, tepat di area pemakaman di dekat taman bunga yang selalu aku kunjungi kamu tau itukan Catty."


"Oh jadi kamu yang mengambil adik Catty dan memakamkanya tanpa sepengetahuanku!" potong Bibi Meeza pada Yuri.


"Catty aku minta maaf, Marco aku juga minta maaf. Ayah ibu ini saat nya kita pergi, aku tak mau polisi membawa kita dan mengunci kita di seumur hidup di dalam sel."

__ADS_1


Dan tiba-tiba Yuri menembak mati ayah dan ibunya di bagian kepala dengan tangisannya. Lalu menembak dirinya sendiri di bagian kepala. Dan tak lama mereka bertiga menghembuskan nafas terakhir mereka dengan tembakan bunuh diri Yuri.


Marco dan Catty berpelukan sembari menutup mata mereka. Dan tak lama polisi datang setelah Yuri menembak dirinya sendiri satu menit yang lalu.


Kini Bibi Meeza dan keluarganya meninggal dunia. Semua bukti telah tersedia dan benar Bibi Meeza'lah yang membunuh orang tua Catty dan juga Sian sang photographer.


1 minggu kemudian.


Marco! Marco! Marco lihat!


Catty berteriak berlari menghampiri Marco yang tengah duduk di depan komputernya.


"Iya Catty ada apa? Kenapa kamu berteriak seperti itu?"


"Marco lihat! Berita itu sudah tersebar di sosial media. Mereka kini tahu jika bukan aku yang membunuh orang tuaku, tapi Bibiku sendiri. Semua orang kini tahu aku tak bersalah. Akhirnya Marco aku bisa melihat kabar ini!"


Catty benar-benar bahagia karena berita palsu yang dulu membuat namanya dan harga dirinya rusak kini sudah terungkap jika bukan dirinya yang membunuh orang tuanya sendiri.


"Kamu orang baik, diamnya kamu membuahkan hasil. Kebenaran kini sudah terungkap Catty. Sekarang kamu bisa melakukan apapun yang kamu mau tanpa harus takut dengan orang-orang lagi."


"Marco kasus pertama sudah selesai. Sekarang aku ingin membantumu, mulai besok ayo kita pergi menemui ibumu dan keluargamu. Lalu memperbaiki hubungan kita dan Lily..."


"Ya, aku ingin menyelesaikan semuanya tapi... Tapi aku rasa aku tak perlu menemui mereka Catty, aku sudah cukup memilikimu. Aku tak ingin yang lain, ini hidupku."


Catty yang mengerti maksud Marco langsung memeluk Marco dengan begitu eratnya.


"Baiklah Marco, lakukan apa yang kamu mau. Aku tak akan memaksamu. Tapi ingat kamu harus tetap sayangi orang tuamu walau kamu tak pernah hidup bersama mereka."


"Ya. Itu pasti Catty, oh iya sekarang ayo kita pergi berziarah ke makam adikmu. Kamu pasti merindukannya kan."


"Heum... Aku sangat merindukan adikku Marco. Ayo kita pergi sekarang untuk berziarah. Karena ditempat itu juga ayah dan ibuku di makamkan, aku rasa Yuri memang sengaja memakamkan adikku disana. Aku sudah memafkan Yuri."

__ADS_1


__ADS_2