
Ayah! Ibu!
Catty dan Niko menjerit dan terkejut setelah melihat kedua orang tuanya duduk di kursi meja makan dalam keadaan bersimbah darah dibagian dadanya.
Ayah dan ibu mereka duduk bedampingan di meja makan dengan keadaan pisau yang menusuk di dada mereka.
Catty berlari bersama Niko menghampiri kedua orang tuanya yang sudah tak bernyawa.
AYAH IBU!!!
Catty dan Niko menangis tanpa hentinya memeluk mereka yang bersimbah darah.
"Siapa yang melakukan ini pada kalian!" teriak Catty.
Dan tiba-tiba Bibi Meeza suaminya dan juga Yuri anak perempuannya, datang melihat Catty dan Niko tengah menangis memeluk kedua orang tuanya yang sudah meninggal dunia.
"Catty! Niko! Apa yang kalian lakukan pada kedua orang tua kalian!" Teriak bibi Meeza.
Catty pun terkejut lalu mendekati Bibi Meeza.
"Jaga ucapanmu Bibi Meeza, bukan aku dan Niko yang melakukannya, seharusnya aku yang bertanya pada kalian apa yang kalian lakukan pada mereka, pada ayah dan ibuku?!" Tanya Catty dengan penuh Amarah di depan wajah Bibi Meeza.
Tiba-tiba Bibi Meeza, suaminya dan Yuri anak perempuannya berlari menghampiri kedua orang tua Catty dan Niko, yang sudah meninggal dunia karena ditusuk dibagian dadanya dengan sebuah pisau.
"Ya ampun Cathryn... Kenapa anakmu sendiri melalukan hal sekeji ini padamu Cathryn... " Rengek Bibi Meeza didepan ayah dan ibu Catty yang sudah tak bernyawa.
Catty benar-benar bingung dengan apa yang mereka katakan dan kenapa mereka tiba-tiba menangis seolah-seolah Catty yang membunuh kedua orang tuanya sendiri.
Saat Catty sedang melihat tingkah Bibi Meeza, suaminya dan juga yuri anak perempuanya yang tengah menangisi kedua orang tuanya.
Catty tiba-tiba mendengar suara kamera dari arah belakangnya. Saat Catty berbalik ke belakang ternyata seorang photographer ada di sana. Ia tengah memotret semua ke jadian disana, bahkan memotret tangan dan baju Catty yang bersimbah darah karena Catty memeluk kedua orang tuanya sebelumnya.
Photographer itu seorang pria, namun pria itu tak banyak berbicara dan terus memotret.
"Hei! Hentikan! Apa yang anda lakukan! Anda tidak berhak memotret semua kejadian ini! Pergi! keluar dari sini!"
__ADS_1
Catty marah-marah dan mencoba mendorong sang Photographer yang terus memotretnya. Catty heran kenapa seorang Photographer tiba-tiba ada dirumah Bibinya
Sang photographer itu tiba-tiba menghilang setelah Catty mengusirnya, saat Catty melihat ke arah luar terlihat mobil ayahnya tiba-tiba ada di depan halaman rumah Bibi Meeza, karena sebelumnya mobil itu tak ada disana.
Namun Catty tak peduli, Catty berlari kembali masuk ke dalam untuk melihat keadaan ayah dan ibunya lagi.
Tampak Bibi Meeza, suaminya dan juga anak perempuannya bernama Yuri berpenampilan rapih dan bersih bahkan mereka sama sekali tak terkena darah ayah dan ibu Catty.
Tiba-tiba Bibi Meeza mendekati Catty.
"Catty... Maafkann Bibi karena dengan spontan berbicara yang tidak-tidak tentang kamu Catty..." Kata Bibi Meeza dengan penuh keiban pada Catty.
Air mata Catty terus menetes tanpa hentinya dihadapan Bibi Meeza.
"Kita akan cari tahu pelakunya." kata Bibi Meeza lagi sembari mengusap air mata Catty.
Setelah beberapa minggu berlalu.
Kepergian ayah dan ibu Catty meninggalkan luka dalam bagi Catty dan Niko. Kasusnya masih tengah di selidiki siapa yang melakukan pembunuhan pada kedua orang tua Catty. Bahkan Bibi Meeza suaminya dan juga Yuri anak perempuanya di periksa. Namun polisi tak mendapatkan bukti dari mereka.
"Malam itu kita sedang makan bersama dengan ayah dan ibumu, tapi karena Yuri sangat ingin berjalan-jalan keluar dengan mobil, Kami meminjam mobil itu pada Ayahmu Catty, jadi kami keluar bertiga dengan mobil ayahmu. Setelah kami kembali, kami terkejut kamu dan Niko sudah ada disana dengan kedua orang tua kalian yang..."
"Maafkan aku bibi Meeza, aku telah memfitnah kalian atas semua ini."
"Tak masalah Catty, sekarang bibi akan merawat Niko, kamu bekerjalah biar Niko kami yang rawat."
Sejak hari itu Catty memutuskan agar Bibi Meeza sekeluarga tinggal dirumahnya dan memgurus Niko, sedangkan Catty diluar kota bekerja menjadi seorang model dan tidur di asrama khusus para model.
Catty jarang pulang karena jadwalnya yang padat, kematian kedua orang tua Catty benar-benar Catty rahasiakan dari Media. Catty sama sekali tak ingin kehidupannya di ketahui banyak media.
Selama bekerja Catty tak memberitahu semua orang jika hatinya tengah terluka karena kedua orang tuanya sudah tiada. Walau begitu Catty hanya memberitahu salah satu temannya tentang semua yang terjadi pada orang tuannya.
Suatu hari setelah lelah bekerja Catty pulang ke rumah untuk melihat keadaan Niko yang di urus oleh Bibi Meeza.
Saat Catty pulang, Catty disambut dengan baik oleh Bibi Meeza dan yang lainnya. Namun saat Catty pulang, Catty merasa berbeda dengan Niko sang adik, karena Niko mulai jarang tersenyum tak seperti biasanya.
__ADS_1
"Niko... Kamu kenapa? Kamu pasti terus-terusan mikirin Ayah dan Ibu yah?" tanya Catty pada Niko yang duduk diatas ranjang kamarnya.
"Ii-iyaa kak, aku merindukan mereka, mangkanya aku terlihat seperti tengah bersedih."
Saat Catty tengah mengobrol bersama dengan sang adik. Tiba-tiba Catty di panggil oleh Bibi Meeza.
"Catty.... Bisakah bibi berbicara denganmu sebentar?"
"Yaa, tentu."
Catty pergi ke kamar Bibi Meeza.
"Catty... Bibi sangat sedih melihat Yuri sampai sekarang belum mendapatkan pekerjaan. Dia di tolak dimana-mana, Catty, bisakah kamu menjadikan Yuri juga seorang model?"
Tanpa pikir panjang Catty langsung mengiyakan permintaan Bibi Meeza.
"Ya, aku bisa membawanya kesana dan membuat Yuri menjadi model juga, lagi pula Yuri juga cantik dan cocok menjadi model."
"Terima kasih Catty Bibi sangat senang kamu mau memasukan Catty ke agensimu."
Setelah itu semua terjadi, Catty benar-benar membawa Yuri anak perempuan Bibi Meeza ke perusahaan tempatnya terlahir menjadi seorang model yang sukses.
Namun berbeda dengan Catty, Catty mendapatkan banyak pelatihan menjadi model dengan memakan waktu yang cukup lama, sedangkan Yuri hanya mendapatkan pelatihan selama kurang dari satu bulan saja.
Dan akhirnya Yuri menjadi seorang model bersama dengan Catty, walau mereka selalu berada di tempat yang berbeda. Catty termasuk model dengan bayaran termahal sedangkan Yuri model yang hanya mendapatkan bayaran terrendah. Hal itu menyebabkan rasa iri di hati Yuri terhadap Catty.
Hingga suatu hari saat Catty sedang melakukan pemotretan, tiba-tiba CEO perusahannya mendatanginya. Catty tersenyum karena sang CEO datang untuk menemuinya.
"Selamat siang Pak ketua, saya senang bapa mau mengunjungi saya saat pemotretan."
Catty menyapa dengan senyuman pada sang CEO pemilik perusahaan namun sang CEO malah memberikan tatapan tajam pada Catty. Catty pun bertanya-tanya ada apa dengan sang CEO.
...Bantu like komen dan vote ya...
...Terima kasih.❄...
__ADS_1