
Saat Niko sudah ada di dalam kamar dengan penuh amarah dalam dirinya, karena kakaknya sendiri tiba-tiba meminta maaf dan memohon kepada pembunuh orang tuanya sendiri. Catty pun menghampiri Niko yang marah di dalam kamarnya.
"Niko... Tolong dengarkan penjelasan kakak dulu, please dengar!"
"Bisa-bisanya kakak memohon pada pembunuh orang tua kita!"
"Dengar! Dengar Niko... Kakak punya rencana, sekarang rumah ini dan harta kakak dipegang oleh Bibi Meeza, dan jika kita pergi dari sini semua masalah ini berakhir sia-sia, mereka bahagia sedangkan kita menderita."
"Lalu apa rencana kakak?"
"Kita harus menetap dan selalu berpura-pura patuh pada mereka, kakak akan mencari banyak bukti jika merekalah yang membunuh kedua orang tua kita. Kakak akan balas dendam pada mereka."
Flashback over.
"Begitulah ceritanya Marco, kedua orang tuaku, hartaku, propesiku mereka mengambil semuanya tak hanya itu harga diriku juga sudah hancur sejak lama. Dan kamu tahu kan sekarang aku juga kehilangan Niko. Aku sendirian sekarang Marco dan balas dendam itu belum terbayarkan."
Marco masih terdiam setelah tahu kisah hidup Catty yang menyedihkan selama bertahun-tahun.
"Maaf Catty, aku tau ini pertanyaan yang bodoh, tapi aku ingin mengatakan ini. Saat kamu punya rasa ingin balas dendam, kenapa kamu tak membunuh mereka dan malah membiarkan mereka terus menyiksamu?"
Catty tiba-tiba tersenyum smirk setelah mendengar apa yang ditanyakan Marco untuk dirinya.
"Hemm... Marco aku tahu kamu pasti berfikiran seperti itu. Tapi aku tak mau kalah, jika aku membunuh mereka aku yang akan kalah dan balas dendam itu tak akan terbayarkan."
"Lalu kenapa kamu diam saja saat mereka melakukan hal buruk padamu Catty?"
"Aku lelah Marco, aku seperti tak punya kekuatan melawan mereka."
Catty tiba-tiba mulai meneteskan air matanya dihadapan Marco.
"Catty bagaimana dengan Niko kenapa dia..."
"Marco, sebenarnya Niko itu... Niko mempunyai penyakit leukemia dia menutupi penyakitnya dariku, dia sakit-sakitan dan aku tak punya biaya untuknya aku bahkan pernah melarikan diri sembari memabawa Niko demi mencari uang untuknya tapi selalu gagal. Bibi Meeza mengurungku dan Niko, Bibi Meeza tak pernah mau memberikan pengobatan pada Niko walau aku sudah memohon. Ya itu semua salahku. Marco aku menyesal, semuanya gagal."
Marco masih ingin tahu kisah Catty walau Marco tahu Catty sudah menjelaskannya dengan detail.
__ADS_1
"Catty aku masih ingin tahu tentang dirimu, kenapa Bibi Meeza selalu membawa beberapa orang berpakaian seperti dokter dan pengawal?"
"Mereka tak ingin aku lepas dari Bibi Meeza, terkadang aku mendapatkan suntikan berisi obat bius agar aku diam, karena aku selalu bertingkah seperti oranga gila."
"Apa maksudmu?"
"Terkadang memang aku seperti orang stres."
"Lalu kenapa hari ini kamu ada di bathub dan bahkan sekarang kamu lemas hingga tak bisa menggerakan kakimu!"
"Yuri terus menyiksaku padahal biasanya dia tak pernah menyiksaku sekeras hari ini. Yuri cemburu aku terus mendapatkan pesan dari Jaeden bahkan hadiah mewah dari Jaeden. Padahal dia tak tahu jika Jaeden manusia brengsek yang mencoba menyentuhku."
Marco tiba-tiba menyentuh leher dan pipi Catty perlahan. Hingga membuat Catty terdiam dan menghentikan pembicaraannya.
"Catty... Lihat aku." Ucap Marco lembut.
"Aku tak ingin kamu kembali kesana, Aku tak ingin kamu kembali kepada orang-orang sialan itu."
Mata Catty berkaca-kaca setelah mendengar ucapan Marco yang dalam dan lembut itu.
"Aku rasa aku akan tetap kembali kesana Marco..."
"**-tapi bagaimana Marco, selama bertahun-tahun aku tak mendapatkan apapun meskipun aku satu rumah dengan mereka."
Marco melepaskan tangannya dari Catty lalu berbicara dengan Catty begitu serius.
"Dasar bodoh kamu Catty! Kamu tak pernah merasa apa! Selama kamu tinggal bersama mereka, mereka sebenarnya senang, karena kamu akan semakin sulit mencari bukti tentang pembunuhan itu, kamu akan sulit bergerak keluar karena kamu terus dikurung disana."
"Jika mereka tak menginginkanmu, mereka akan mengusirmu Catty."
Catty seketika mengerti dengan ucapan Marco.
"Lalu sekarang aku harus bagaimana Marco?"
"Menjauh terlebih dahulu dari mereka, sekarang kamu harus cari si photographer yang pernah memotretmu saat kejadian pembunuhan terjadi. Aku bingung kenapa bisa seorang Photographer ada disana tiba-tiba, bahkan datang bersamaan dengan Bibi Meeza."
__ADS_1
"Astaga aku memang bodoh Marco, benar aku benar-benar bodoh. Aku tak ingat soal seorang photographer itu."
Catty tiba-tiba berdiri dari tempat tidurnya, bahkan kakinya yang terasa lemas tiba-tiba bisa berdiri dengan kuat. Catty menghampiri Marco dan tiba-tiba memberikan ciuman pada Bibir Marco.
Mata Marco seketika terbelalak saat Catty menciumnya.
Catty hanya mencium Marco beberapa detik lalu melepaskannya dan membuat dirinya sedikit menjauh dari Marco.
Terima kasih Marco... Gumam Catty setelah memberikan ciuman pada Marco.
Namun Marco tiba-tiba berubah menjadi agresif, Marco malah menyosor pada Catty hingga Catty terjatuh diatas ranjang Marco.
Marco terus mencium Catty tanpa hentinya, Catty pada awalnya merasa heran dengan Marco, namun pada akhirnya Catty mencium balik Marco bahkan mengalungkan tanganya di leher Marco.
Tiba-tiba ciuman itu berhenti, Marco menatap Catty dengan sangat dekat. Bahkan hidung Marco bersentuhan dengan hidung Catty.
"Catty... Jangan kembali kesana. Tetap disini aku akan membantumu, menjagamu dan membuatmu bahagia. Aku ingin kamu selalu bersandar padaku saat kamu merasa takut dan sedih."
Mendengar ucapan Marco yang tulus, Catty meneteskan air matanya, bahkan terus menyentuh pipi Marco dengan kedua tanganya. Catty menganggukan kepalanya perlahan mengiyakan segala ucapan Marco.
"Aku benar-benar beruntung bertemu dengan kamu Marco... Terima kasih..."
Marco pun memberikan ciuman hangat lagi pada Catty dibagian kening, kedua mata Catty, pipi kanan dan kiri Catty, dagu Catty bahkan dihidung Catty. Marco benar-benar memberikan banyak ciuman di seluruh wajah Catty dengan lembut dan pelan.
Catty bahkan terus menerus meneteskan air mata karena ia bahagia dengan apa yang dilalukan oleh Marco. Karena Catty merasa benar-benar di cintai dan di sayangi.
Hingga tak terasa mereka berdua tertidur bersama dalam satu ranjang.
Hingga petang mereka belum bangun juga, terlihat Marco tidur dengan posisi memeluk Catty dari belakang punggung Catty.
Namun tiba-tiba suara sebuah benda terjatuh dan membangunkan Marco dan Catty.
PRANG!!!
Marco dan Catty terkejut mereka terbangun dari tidurnya akibat suara benda jatuh yang terdengar begitu nyaring. Saat mereka berdua membuka mata dan melihat ke arah pintu, ternyata benda jatuh itu berasal dari...
__ADS_1
...Bantu like komen dan vote ya...
...Terima kasih.❄...