
"Marco jika kita baru tiba disini, pertama hal yang harus dicoba adalah... Naik wahana yang cukup menatang! Ayo kita naik Rollercoaster!"
"Tapi... Catty."
"Udah jangan takut Marco! Kamu itu cowo ayo!"
Marco mengalah dan mengikuti permintaan Catty, Marco akhirnya naik rollercoaster bersamanya, walau rasa takut sedikit hadir dalam diri Marco.
Marco dan Catty benar-benar menikmati banyak wahana disana, Setelah beberapa menit mereka berdua bermain. Marco dan Catty berlari menuju penjual permen kapas.
Namun ketika mereka berdua tengah membeli permen kapas, tak sengaja Marco bertemu kembali dengan anak-anak laki-laki yang sebelumnya pernah Marco temui di Mall, yang tak lain anak laki-laki itu adalah anak dari keluarga Matteo.
Marco yang tahu jika anak laki-laki itu ada disana, berusaha membuang muka darinya dan berpura-pura tak melihatnya.
Saat Marco menutup-nutupi dirinya dari anak laki-laki itu, tiba-tiba seseorang menekan-nekan punggung Marco dengan jarinya.
Marco yang merasa risih berbalik badan, ketika Marco berbalik badan, ternyata yang meyentuhnya adalah anak laki-laki yang ia kenal saat di Mall yang tak lain anak dari keluarga Matteo.
"Kakak! Tak kusangka kita akan bertemu lagi, kenalin nama aku Matteo Mason, kakak bisa panggil aku Matteo ataupun Mason." Ucapnya sembari menjulurkan tangan kanan di depan Marco.
Marco sama sekali tak menjabat tangan anak laki-laki yang bernama Matteo Mason itu. Marco hanya terdiam menatapnya dengan waktu yang lama.
Catty tersadar jika Marco bertemu kembali anak laki-laki dari keluarga Matteo, Catty pun menghampirinya.
"Marco! Marco kamu kenapa?" tanya Catty sembari memegang tangan Marco.
"Oh! A-aku..." Marco tersadar dengan suara yang begitu gugup.
"Kak, kakak kenapa? Aku hanya ingin berkenalan dengan kakak." ucap anak laki-laki itu kepada Marco.
Marco pun dengan senang hati bersalaman dan berkenalan dengannya.
"Namaku Matteo Marco..."
"Hah! Jadi nama kita sama kak, Matteo Marco dan Matteo Mason. Apa kakak juga anak dari keluarga Matteo?"
Pertanyaan Matteo Mason, membuat Marco merasa tertekan, Marco tiba-tiba menggenggam erat tangan Catty.
"Marco kamu tak apa?" bisik Catty di samping Marco.
Dan tiba-tiba anak perempuan dari arah kanan berlari menghampiri mereka sembari memanggil nama Matteo Mason.
__ADS_1
Mas! Mason! Matteo Mason!
Anak perempuan itu berambur pendek sebahu berlari menghampiri Matteo Mason dengan membawa peremen kapas ditanganya. Bahkan anak perempuan itu tingginya hampir sama dengan Matteo Mason.
"Mason! Kenapa kamu disini, ibu mencarimu. Cepat kembali." Kata anak perempuan itu dengan suara kecilnya.
"Sudah aku bilang! Aku ingin pergi kemanapun sendiri, jangan ikuti aku!" Jawab Mason dengan tatapan tajamnya.
"Oh, Mason siapa kakak-kakak ini, apa kamu mengenalnya?"
"Millie kenalin dia Kak Marco, nama depan dia sama dengan nama kita Mill, Matteo Marco!"
"Wahh... Lalu siapa kakak perempuan ini?"
Saat anak perempuan itu bertanya pada Mason nama wanita yang ada di sebelah Marco yang tak lain adalah Catty.
Catty tiba-tiba tersenyum dengan menjabat tangan Anak perempuan itu.
"Oh namaku! Namaku Catty, Catty Ruth, aku tak punya nama depan yang sama dengan kalian." Ucap Catty dengan senyuman dan tingkah seperti anak kecil.
Kedua anak itu tersenyum lebar setelah melihat Catty bertingkah seperti itu. Marco juga tersenyum sedikit setelah melihat tingkah Catty.
Saat mereka tengah tertawa bersama, tiba-tiba ibu dari kedua anak itu menghampiri mereka secara tiba-tiba.
Namun tidak dengannya. Wanita itu berdiri dihadapan Marco dengan tatapan yang lembut.
"Bolehkah kita berbicara sebentar?" ucapnya dihadapan Marco.
Marco yang sedari tadi diam. Tiba-tiba menarik tangan Catty dan ingin membawa Catty pergi menjauh dari wanita itu. Namun Catty menahannya.
"Marco... Bebicaralah sebentar denganya. Aku mohon." bisik Catty disamping Marco.
Dan akhirnya Marco mau berbicara dengan wanita itu, Marco dan wanita itu pergi ke tempat yang tak terlalu ramai. Mereka berdua berbicara dibalik sebuah wahana.
"Apa yang ingin anda bicarakan?" Tanya Marco dengan santainya.
"Tolong katakan yang sebenarnya, story kehidupanmu Marco, Saya benar-benar ingin tahu semua kehidupanmu setelah saya tahu bahwa nama kamu adalah Matteo Marco." Jawab wanita itu dengan lemah lembut di depan Marco.
"Kenapa anda ingin tahu, memangnya kenapa dengan nama itu?"
"Sebelumnya saya tak akan curiga, tapi setelah saya melihat bandul dari kalung yang kamu kenakan itu. Saya mulai curiga, jika kamu... Jika kamu adalah anak saya. Jadi tolong katakan yang sebenarnya cerita kehidupanmu itu Marco."
__ADS_1
Marco tak bisa menahan tangisnya. Sekalinya Marco mengedip air matanya menetes begitu saja.
"Lihat air matamu menetes, saya tahu ada yang kamu sembunyikan..."
"Jika benar saya adalah anak anda, apa anda akan menerima saya? Saya tertinggal di bandara. Dan aku rasa kalian memang sengaja meninggalkan saya."
"T-tidak! Kamu tahu, saat itu saya dan suami saya sedang mengecek passport. Saya menitipkan kamu kepada seorang pengasuh. Tapi dia lalai."
"Apa yang anda katakan? Kenapa membuat cerita lagi, ini adalah kebenaran kalian memang sengaja meninggalkanku disana."
"Kamu harus tahu cerita sebenarnya Marco, hanya saya yang tahu benar ceritamu. Kamu anakku Marco.... Jika Murac tau aku menemukanmu, dia akan bahagia. Aku ibumu."
Tiba-tiba wanita yang tak lain adalah ibu Marco sendiri, memeluk Marco dengan tangisannya. Ia memeluk Marco dengan begitu erat, Marco juga tak bisa menahan air matanya. Marco menangis dalam pelukan ibunya. Mereka berdua menangis dalam pelukan.
"Ayo... Ikut dengan ibu nak."
"Aku ingin sekali tapi aku belum siap... Bertemu keluargaku sendiri. Tolong beri aku waktu."
"Baiklah... Tapi ibu mohon, beritahu ibu dimana kamu tinggal, ibu akan datang kesana."
Marco akhirnya memberi nomer handphone dan juga alamat rumahnya.
Mereka berdua tersenyum satu sama lain. Ibu Marco memeluk kembali Marco dan memberikan kecupan di kening Marco.
"Baiklah, akan ibu beri waktu."
Marco pergi meninggalkan ibunya lalu kembali menghampiri Catty.
Marco menghampiri Catty dengan senyuman yang lebar.
"Catty!!! Aku menemukan ibuku! Dia ibuku!"
Ucap Marco kesenangan sembari memeluk Catty begitu erat.
Catty memeluk balik Marco dengan senyuman dan pelukan yang begitu erat.
"Aku senang jika kamu senang Marco, tunggu. Tapi dimana ibumu sekarang?"
"Sebenarnya aku senang bertemu dengan ibuku, Tapi aku masih belum siap bertemu dengan semua anggota keluarganya. Aku masih membutuhkan waktu untuk semua ini Catty."
"Baiklah, kalo begitu ayo kita pulang, ini sudah hampir petang, aku lelah."
__ADS_1
Marco dan Catty kembali kerumah setelah bersenang-senang di Amusement Park. Namun kejadian yang tak mengenakan terjadi ketika mereka kembali ke rumah.