Butterfly Hug

Butterfly Hug
CHAPTER 27


__ADS_3

Dan tiba-tiba televisi di ruang pemotretan menyajikan sebuah berita besar tentang Catty. Dalam berita itu, Catty dikabarkan membunuh kedua orang tuanya di rumah Bibinya sendiri saat malam hari, bahkan ada beberapa foto Catty yang bersimbah darah di masukan ke dalam berita itu.


Semua orang yang ada disana terkejut bahkan semua orang menatap Catty dengan tatapan yang penuh dengan kemarahan.


Astaga... cantik-cantik pembunuh.


Kenapa dia melakukan itu pada kedua orang tuanya? Lihat bajunya dan tanganya penuh dengan darah.


Dia pandai memakai topeng.


Semua orang bergumam mengatakan hal-hal yang buruk tentang Catty.


"SEMUANYA BOHONG! BERITA ITU BOHONG!" Catty berteriak dan menyangkal berita palsu itu.


Namun percuma orang-orang disana terlalu larut dengan berita palsunya.


"Pak saya serius, mana mungkin saya melakukan itu pada kedua orang tua saya. Itu semua berita palsu..." Ucap Catty di depan sanga CEO.


"Jika semua berita palsu memangnya kamu bisa menjelaskan apa yang terjadi sekarang dan juga dengan kedua orang tuamu?" tanya sang CEO.


"Ya! Saya akan jelaskan semuanya. Sebenarnya ayah dan ibu saya memang sudah tiada, aku menemukan mereka di rumah Bibi saya dalam keadaan sudah terbunuh dan bersimbah darah di ruang makan."


"Kalo begitu bibi kamu pelakunya?" potong salah satu pekerja.


"Tidak! Bukan dia! Saat itu Bibi saya sedang pergi berjalan-jalan malam dengan suaminya dan anak perempuannya yaitu Yuri. Saat semua itu terjadi ada seorang photographer membawa kamera dan momtret saya dalam keadaan saya sedang besimbah darah. Padahal saya terkena darah karena memeluk kedua orang tua saya."


"Lalu kenapa kamu tidak memberitakan ini semua dan akhirnya orang lain yang memberitakannya?" tanya salah seorang pekerja lagi.


"Karena saya sudah bilang, saya butuh kehiudapan privasi, walau begitu saya melaporkan semuanya pada pihak berwajib dan sampao sekarang belum ada bukti, dan polisi berkata sepertinya kedua orang tua saya melakukan bunuh diri secara bersamaan, karena sidik jari di pisau itu adalah sidik jari mereka."


Setelah panjang lebar Catty menjelaskan. Beberapa pesan masuk secara bersamaan di hanphone manager Catty.


Tuing! Tuing! Tuing!


Suara nontifikasi pesan itu menghancurkan suasana canggung saat itu juga.


"Catty Maaf... Semua brand yang sudah mengontrakmu sekarang membatalkannya."


Ucap manager Catty.


Setelah kejadian itu, Catty benar-benar di pecat oleh perusahaannya. Kini Catty kehilangan cita-cita yang sudah sejak lama ia impikan hanya karena berita palsu itu.


Walau begitu Catty sedikit tenang karena, dirinya masih punya uang simpanan selama dirinya mendapatkan gaji.

__ADS_1


Saat Catty pulang menuju rumahnya dengan mobil, Catty melihat orang-orang membakar majalah bersampul foto Catty. Bahkan papan iklan (billboard) yang ada di pinggir jalan yang bergambar Catty di jatuhkan dan di bakar habis-habisan.


Itu semua membuat mental Catty hancur. Bahkan Catty tak henti-henti menangis melihat semua orang melakukan itu.


Catty akhirnya tiba dirumah, Catty langsung di sambut oleh Niko sang adik. Catty di peluk begitu erat oleh Niko.


"Niko maafin kakak, kakak gagal..." gumam Catty dalam pelukan sang adik.


"Kak sebenarnya ada yang ingin aku bicarakan. Cepat masuk sebelum Bibi Meeza datang."


Niko menarik tangan Catty dan membawanya ke dalam kamar Niko.


"Niko... Apa yang ingin kamu bicarakan?" tanya Catty bingung.


Dengan ucapan yang jelas dan padat, Catty akhirnya meresapi dan mendengarnya dengan seksama ucapan Niko itu.


"Apa! Jadi yang mebunuh ayah dan ibu kita Bibi Meeza dan suaminya, Lalu yang membuat berita palsu juga Bibi Meeza agar Yuri menggantikan posisiku?"


"Ya, semua itu sudah direncanakan kak, dan satu hal lagi. Aku selalu mendapatkan perlakuan buruk dari mereka kak! Mereka mengingkan semua kekayaan kaka. Bahkan rumah, mobil dan juga posisi kakak sebagai seorang model."


Ketika Niko berbicara pada Catty segalanya, Niko melihat Bibi Meeza tengah mengupi di balik pintu kamar Niko. Dan pasti pembicaraan mereka berdua di dengar oleh Bibi Meeza.


"Kak Bibi Meeza." gumam Niko pada Catty.


Catty langsung memegang leher Bibi Meeza dengan begitu eratnya. Hingga Bibi Meeza seperti orang yang benar-benar sedang tercekik.


Argh! Arrghh! Le-lepas-kan sa-ya!


Bibi Meeza terus meminta pada Catty agar melepaskan lehernya, namun Catty tak mau berhenti dan terus mencekik leher Bibi Meeza.


Silan! Brengsek! Dasar pembunuh!


Catty terus mengatakan kata-kata kotor pada Bibi Meeza sembari mencekiknya.


Saya akan habisi anda sekarang juga!


Niko! Tolong ambilkan pisau atau benda apapun yang tajam kemari! Aku ingin sekali menyayat leher wanita gendut ini seperti sapi!


Niko tiba-tiba menuruti perkataan sang kakak, Niko berlari ke dapur untuk mengambil sebuah pisau.


Namun sayang Niko terlambat suami Bibi Meeza menangkap Niko dan mengarahkan pisau dapur itu pada Niko.


Lepaskan dia! Atau saya akan bunuh satu lagi keluargamu ini!

__ADS_1


Teriak suami bibi Meeza.


Catty pun dengan cepat melepaskan tanganya dari leher Bibi Meeza dan berlari mendekati Niko.


Lepaskan Niko! Brengsek!


Suami Bibi Meeza pun melepaskan Niko dan membiarkan Niko berlari kepada Catty.


Suami Bibi Meeza pun menghampiri Bibi Meeza dan menolongnya karena hampir mati karena Catty mencekiknya.


Namun dengan berani Catty menghampiri mereka dengan Niko dibelakangnya.


"Kalian adalah pembunuh! Aku akan memenjarakan kalian pada polisi!" Tandas Catty pada Bibi Meeza dan suaminya.


"Silahkan! Karena semuanya percuma! Kamu tak mempunyai bukti Catty!"


Catty terdiam dan tak tahu harus berbicara apa lagi pada mereka.


"Kalo begitu kalian pergi dari rumah ini sekarang juga!"


Saat Catty mencoba mengusirnya tiba-tiba suami Bibi Meeza mengeluarkan sesuatu dari sakunya.


Saat Catty melihatnya ternyata secarik kertas berisi tentang kepemilikan rumah. Rumah Catty kini menjadi milik Bibi Meeza bahkan beberapa harta Catty sudah di rampas oleh Bibi Meeza.


Catty pun marah dan menangis tanpa henti melihat segalanya di ambil oleh sang Bibi.


"Sekarang kamu yang pergi dari rumah ini Catty!" teriak Bibi Meeza.


Namun Catty tiba-tiba berubah, Catty mendekati Bibi Meeza dan memegang tangannya.


"Bibi Meeza... Maafkan aku, jangan usir aku dan Niko dari sini. Izinkan aku tinggal sini, jika kalian mengizinkan aku tinggal disini aku akan selalu memberikan uang yang aku simpan di bank pada kalian saat kalian membutuhkannya."


Perbuataan Catty meminta dan memohon pada Bibi Meeza membuat Niko benci melihatnya.


"Kakak! Apa yang kakak lakukan?!"


Teriak Niko, lalu tiba-tiba Niko berlari masuk ke kamarnya dan Catty pun mengejarnya.


"N-Niko! Niko!"


Catty berlari mengejar Niko dengan tangisannya.


...Bantu like komen dan vote ya...

__ADS_1


...Terima kasih.❄...


__ADS_2