Catatan Cinta

Catatan Cinta
_catatan satu_bagian keduabelas


__ADS_3

“Memang kau suka kesini ya?” Tanya James saat mereka sudah dapat menikmati jagung bakar mereka.


“Hm” Zabrina mengangguk masih sibuk dengan jagung dalam mulutnya.


Mereka makan diatas motor James yang terparkir disisi jalan menghadap trotoarnya. Tampak Zabrina memakan jagung itu dengan lahapnya. Membuat James berpikir mungkin ini adalah makanan favori gadis pendiam itu. Ekspresi Zabrina yang baru pertama kali ia lihat.


“Kau sangat suka jagung bakar ya? Sampai-sampai makan ga liat yang lain. Udah itu masih bungkus lagi. Emang buat siapa?” Tanya James memulai topic pembicaraan.


Zabrina menatap James beberapa detik seolah berpikir namun cepat “buat aku sendiri” jawabnya kemudian.


“Wah, yang bener tuh? Tiga bonggol lagi masih muat?” Canda James.


Zabrina hanya tersenyum kecil dalam diam.


“Tapi Zab, kok tumben kamu ngajak aku kemari?” Tanya James kemudian.


“Buat nganterin aku, kan aku lagi ga ada kendaraan” jawab Zabrina singkat.


“Oh, jadi cuma buat supir doang dong?” Saut James dengan nada yang dibuatnya marah-marah “tapi ga apalah, ditraktir ini” tambahnya dengan senyuman renyah kemudian.


“Oya Jan,” tiba-tiba Zabrina berucap setelah terdiam cukup lama “kau tau?”


“Apa?”


“Helen sering datang sama temen-temennya kemari” saut zabrina kemudian. Dan seketika membuat James tersedak. “Siapa tahu kita bisa bertemu dengannya sekarang” tambah Zabrina sebelum James mulai terbatuk-batuk.


“Kau sedang menggodaku ya?” Balas James dengan suara serak setelah berhasil mengatasi masalah tersedaknya.

__ADS_1


“Aku serius” balas Zabrina dengan tatapan tajam seolah hanya jawaban iya dalam setiap pertanyaan James yang meragukan dirinya.


Kali ini giliran James yang salah tingkah mendengar jawaban Zabrina yang mantap.


“Sudahlah kau tak perlu sebegitu paniknya” saut Zabrina kemudian seraya menatap sekelilingnya seolah membantu James mencari keberadaan Helen diantara kerumunan.


“Aku hanya terkejut, cuma itu saja” James membela diri.


“Baiklah kalau begitu, bagaimana kalau kita pulang sekarang” saut Zabrina kemudian.


“Ba-baiklah ayo” James tampak terbata-bata karena sebagian kecil hatinya masih berharap untuk tinggal lebih lama lagi ditempat ini.


“Kau ga kenapa-napa kan?” Zabrina menatap tingkah laku James yang aneh.


James hanya mengangguk dalam senyum, kemudian menyiapkan kendaraannya. Dan tepat saat ia hendak men-starter motornya, kelebatan sosok yang sangat ia kenal tampak menyapa matanya. Dan begitu ia memfokuskan pandangannya, terlihat jelas gadis pujaannya berdiri didepan sebuah sedan hitam bersama seorang pemuda yang tengah makan dalam mangkok kecil dalam genggamannya, duduk dikap mobil.


“Beruntung sekali kau ini” saut Zabrina cepat begitu melihat sosok Helen disebrang jalan “kau ingin kita disini dulu?” Tanya Zabrina kemudian menatap James yang enggan untuk beranjak dari tempatnya berdiri menatap Helen.


“Apa?” James yang setengah sadar menjawab pertanyaan Zabrina dengan sebuah pertanyaan lagi.


“Jangan bertanya pada seseorang yang sedang bertanya, apalagi tanpa melihatnya, itu tidak sopan” Zabrina memukul pelan pundak James yang belum juga menatap kearahnya.


“Maaf?” Ucap James yang kali ini baru menatap kerah zabrina.


“Kau ini” Zabrina menggeleng pelan “Kau masi ingin disini atau apa?” Tanyanya lagi.


“Bila kau memang mau pulang, ya ayo” jawab James dengan ragu dan sedikit enggan.

__ADS_1


“Kau ini jangan ngomong iya dengan wajah tidak seperti itu” timpal Zabrina lagi. “Kau ini orang plin-plan sekali sih? Tidak tegas sama sekali”


James hanya tersenyum garing menatap Zabrina, dan setelah sekali lagi menatap Helen ia berucap “Sudahlah ayo kita pergi” dan kemudian menyalakan motornya.


Zabrina hanya menatap dalam diam sebelum naik ke boncengan belakang motor James, dan motor James pun melaju meninggalkan tempat itu.


“Ku antar sampai mana Zab?” Tanya James dari atas motor.


“Sampai halte depan saja, biar aku naik kendaraan umum pulangnya” jawab Zabrina, “Apa kau cemburu dengan pria tadi?” Tanyanya kemudian membelok arah pembicaraan James tentang mengantarnya pulang.


“Apa maksudmu?” Tanya James pura-pura bodoh.


“Pria yang tadi sama Helen, kau cemburu dengannya ya?” Tanya Zabrina lagi tanpa basa-basi.


“Tidak. Kenapa kau berpikir seperti itu?” James menjawab setengah jujur. Mungkin benar ia tak cemburu, namun sedikit dari bagian kecil dihatinya merasa sakit mendapati Helen dengan pria itu.


“Lalu mengapa tadi kau buru-buru pergi?” Zabrina masih penasaran.


“Aku hanya tak mau ia melihatku itu saja” jawab James kemudian.


“Kenapa? Apa karena kau jalan denganku?” Zabrina masih menyambungkan rasa keingin tahuannya.


“Bukan, bukan itu. Aku hanya belum mau bertemu dengannya” jawab James lagi. Ia tak ingin Helen melihat memar dimata kirinya.


Zabrina tak melanjutkan pertanyaannya. Entah ia telah puas atau hanya sekedar menghormati keputusan James, wajahnya tetap menunjukan ekspresi yang sama.


Tak lama kemudian James menurunkan Zabrina di sebuah halte sebelum akhirnya ia pulang. James ingin segera mengakhiri hari ini dan mencoba menghilangkan semua kejadian buruk yang dialaminya hari ini.

__ADS_1


~*~


__ADS_2