Catatan Cinta

Catatan Cinta
_catatan satu_bagian kelima


__ADS_3

”Kenapa kau mau menemaniku shift malam?” Tanya Zabrina tiba-tiba setelah sepi yang cukup lama.


”Eh? Aku nggak tega aja. He-he, sok gimana gitu ya?” Jawab James sambil cengengesan.


Zabrina diam menatap James “Kau kan jadi ga bisa ketemu Helen” ucapnya kemudian.


“Eh? Kalo yang itu sih ga apa. Sebentar ini” James menjawab sembari mengambil sapu dan pengki.


“Bukannya alasanmu kerja disini adalah gadis itu?” Tanya Zabrina lagi.


James tersenyum seraya mulai menyapu dari bagian dalam. “iya sih sebenernya. Tapi kelihatannya ga bakal nyampai ya?” Ucapnya kemudian.


“Iya” Zabrina menjawab cepat.


“Wah? Kau ini bener-bener melukai perasaan ku” saut James seraya mengangkat tangannya kedada.


Zabrina hanya tersenyum kecil, seraya masih tetap mengelap meja dihadapannya.

__ADS_1


“Zab? Kamu bosen ngga kerja disini?” Tanya James yang sudah sampai tengah ruangan.


Zabrina hanya menatap James dalam diam, terlihat tak mengerti apa yang dimaksud James barusan ”cukup bosan juga” jawabnya kemudian.


”Maksudku, disinikan, yah kau taulah, untuk kerjaan sementara. Kau ada bayangan setelah ini hendak kemana? Atau cita-cita mau ngapain gitu?” Tanya James panjang lebar. James memang payah kalau urusan berbasa basi dengan seorang wanita. Apa lagi dengan yang seunik Zabrina.


Zabrina hanya tersenyum “maksud mu rencana masa depanku?” ucapnya kemudian “aku akan menikah”


James menatap Zabrina dengan wajah sedikit menyelidik ”Gitu ya? Yah baguslah kalo begitu” ujar James kemudian yang hanya karena ia tidak mau menanggapinya dengan opini yang bisa membuat Zabrina tersinggung.


”Aku selalu berjalan mengikuti alur. Dan beruntungnya aku terlahir sebagai seorang wanita. Jadi aku tak perlu memikirkan segala sesuatunya sebelum aku mengambil keputusan. Aku akan melangkah dengan menggunakan intuisiku dan bila saat semuanya tak seperti yang kuinginkan, aku hanya tinggal melarikan diri dengan menikah” ucap Zabrina dengan expresi yang masih biasa saja.


“Kalau kau sendiri?” Kini gantian Zabrina yang bertanya.


“Aku masih harus menyelesaikan kuliahku. Kemudian meneruskan usaha keluarga” jawab James.


Zabrina menyimak dengan masih mengelap meja, yang kini sudah meja yang lain lagi ”apa bidang usaha keluargamu? Apa berhubungan dengan tehnik?” Tanyanya kemudian.

__ADS_1


”Eh?” James terlihat terkejut mendengar Zabrina bertanya hal itu ”tidak sih, tidak berhubungan dengan tehnik. Usahanya perdagangan dan hal-hal semacamnya” jawab James sekenanya, jantungnya sedikit bekerja extra karena ia harus menjawab pertanyaan Zabrina tanpa meninggalkan kecurigaan tentang statusnya yang tak mau ia tunjukan itu.


Dan entah kenapa kemudian terlihat Zabrina tersenyum, ”lalu kenapa kau kuliah mengambil jurusan itu?” Zabrina kembali bertanya.


”Eh?” Serangan kedua Zabrina melumpuhkan daya ucap James, ”ya itu karena aku menyukai bidang tehnik” jawabnya setelah itu.


”Bila kau suka bidang itu kenapa kau tak mengambil kursus atau semacamnya, bukankah dengan berkuliah kau sedang memboroskan waktu dan uangmu?” Pertanyaan Zabrina masih bersambut.


”Mengapa kau berpikir demikian Zab? Dengan berkuliah aku bisa menambah wawasan, teman, dan mendapat gelar” jawab James melawan balik. Ia masih belum paham benar jalan pikiran gadis yang kurang begitu ekspresif ini.


”Dari semua hal yang kau sebutkan itu hanya gelar saja yang tidak bisa kau dapat dari sebuah kursus atau sejenisnya. Jadi intinya gelarkan? Jadi ini semacam pengejaran gelar? Semacam standarisasi gengsi sosial mu?” Balas Zabrina yang membungkam James.


”Bu-bukannya begitu, ini semacam mengejar sesuatu yang kau yakini” James berusaha bertahan.


”Kita selalu sulit membedakan antara sebuah cita-cita dan harga diri” jawab Zabrina yang kali ini tanpa pertanyaan.


”Tapi biarpun cita-cita atau rasa gengsi sekalipun, terkadang kita perlu itu Zab. Sesuatu untuk kita kejar. Membuat kita tetep on track. Gitu”

__ADS_1


Zabrina kembali terdiam menanggapi ucapan James. Kemudian mengangguk dengan senyuman kecil diwajahnya. James tidak tau apa arti senyuman dan anggukan itu.


__ADS_2