
Sore sudah datang, James dan Zabrina menanti sunset dipingiran jalan yang bagian baratnya menghadap ke laut.
Suasana masih lumayan terang. Hanya langit diujung horison telah berwarna kelabu kemerahan. Matahari merah terlihat lebih besar dari ukurannya dibanding saat masih berada tepat diatas kepala tadi.
Mereka duduk ditepian trotoar nya.
“Ngomong-ngomong kau balik kapan?” Tanya James membangun situasi.
“Hm? Besok mungkin, kenapa?” Jawab Zabrina disertai pertanyaan.
“Ng? Nggak. Jadi perlunya udah beres ya?”
“Maksudmu perjodohan itu? Aku sudah ngomong ke papa, untuk memundurkannya dulu” Zabrina tak merubah pandangannya kearah samudra.
“Oh, begitu. Boleh ya? Baguslah kalo begitu”
Zabrina hanya diam sembari mengangguk. Gadis itu terlihat masih fokus menatap cakrawala yang merahnya menyala lembut.
James hanya tersenyum menatap gadis disebelahnya itu. Entah apa yang dipikirkan gadis itu, misterius. Sampai saat ini ia tak pernah benar-benar mengenalnya.
Zabrina selalu muncul dengan hal-hal baru yang kadang membuatnya terkejut. Tapi menurut James, Zabrina memiliki sesuatu yang tak bisa ia uangkapkan dengan kata-kata.
”Kurasa kita lebih baik ketempat lain” ucap Zabrina yang tiba-tiba berdiri.
James mengikutinya dengan pandangan ”mau kemana lagi?” Ujarnya kemudian.
Zabrina mengerutkan dahinya. Sedikit menelengkan kepalanya. Kemudian menatap James ”Aku lapar, kita cari makan” ucapnya kemudian dengan senyum samar dibibirnya.
Mereka menemukan tempat yang lumanyan. Tak terlalu high class, ramai orang, dan kali ini tak ada pantai sebagai background nya. Hanya jalanan yang sibuk.
”Sedari tadi kau yang bertanya pada ku, sekarang ganti aku mau tanya” Zabrina memulai percakapan setelah selesai dengan porsi Lasagna nya.
”Hm? Apa?” Jawab James yang masih belum beres dengan ikan bakarnya.
”Alasan kamu kemari?” Ucap Zabrina setelah satu tegukan Milk Shake nya.
”Apa? Eh, maksud ku, aku kemari karena acara ayahku yang semalem” Jawab James dengan terburu.
Zabrina hanya terdiam menatap James tanpa expresi apapun yang tampak diwajahnya. Menghelai nafas cepat seraya mengarahkan pandangannya ke hingar bingarnya jalanan.
”Kenapa?” Tanya James penasaran sambil mengikuti Zabrina menatap ke arah jalan.
__ADS_1
”Apa papa mu meminta kau datang atau kau yang mau datang sendiri?” Tanya Zabrina lagi kemudian.
”Eh? Aku sendiri sih yang sebenarnya ingin ikut” James menjawab.
Zabrina terdiam lagi menatap James, kemudian mengangguk ”Begitu ya” ucapnya kemudian
.
Tiba-tiba tertangkap dalam mata James diseberang jalan diantara keramaian, seperti sosok Helen sedang bersama rombongan temannya hendak menyeberang.
Pulau ini yang terlalu kecil atau memang tali merah sudah terikat diantara kami, pikir James. Spontan hal ini membuat James berdiri. Ia segera menarik Zabrina keluar dari tempat itu.
”Hey! Kenapa kamu?” Terkejut karena tingkah James yang tiba-tiba, Zabrina berkata keras seraya menarik pergelangan nya dari genggaman James.
”Eh? Anu..” James jadi salah tingkah dihadapan Zabrina.
Zabrina menatap berkeliling mencari tau. Dan ditemukannya Helen yang sedang menyeberang jalan bersama teman-temannya ”karena dia ya?” ucapnya seraya menunjuk kearah Helen.
James hanya tersenyum malu dan mengangguk.
”Aku jadi heran. Apa hobimu memang seperti ini ya?” Tanya Zabrina kemudian.
”Apaan?”
-
”Apa maksud mu?” Terlihat tak terima James mengikuti Zabrina.
Zabrina melihat kiri kanan dan kemudian menyeberang setelah memastikan laju jalannya aman. James segera menyusulnya. Mereka berjalan menjauh dari Helen.
”Sebenarnya...” Ucap James karena melihat Zabrina yang sedari tadi terus berjalan dalam diam ”Sebenarnya Helen lah alasan utama aku ke pulau ini”
”Hm” dengungan dari Zabrina menanggapi ucapan James barusan. Ia masih tetap berjalan.
”Sebenarnya aku sudah bertemu dengannya di malam pertama aku tiba dipulau ini” jelas James yang masih berjalan mendampingi Zabrina.
Tak ada respon dari Zabrina. Ia masih sunyi dalam langkahnya.
”Zab? Kau kenapa?” Tanya James ragu.
Tiba-tiba Zabrina berhenti. Kemudian menatap James. Seperti hendak mengatakan sesuatu tapi diurungkan. Kemudian berjalan lagi.
__ADS_1
”Hey Zab!” panggil James yang kembali mengikuti Zabrina berjalan lagi.
”Maaf, tapi aku tak suka dibohongi” saut Zabrina ketus dan tajam.
”Hey Zab! Bukan begitu maksud ku, maaf kan aku” ucap James yang merasa bersalah.
Zabrina tiba-tiba menghentikan langkahnya ”dan kenapa sekarang kau malah menghindarinya?” Dan kemudian menanyakan pertanyaan yang mengagetkan James.
”Eh? Yah itu karena kemarin aku melewati waktu yang kurang enak dengannya. Ngomong-ngomong kau ga marah ke aku kan?” James berucap cepat dalam sekali tarikan nafas.
”Dan tentang siapa orang tuamu?” Tanya Zabrina kemudian tidak mempedulikan pertanyaan James.
”Kalo yang itu, kumohon kau jangan beri tau dia ya” James tampak memohon.
”Benar dugaanku. Hobi yang aneh” ucapnya kemudian.
”Eh? Apa maksudmu dengan itu?” Tampak James tak terima.
-
”Lalu apa sekarang rencanamu?” Tanya Zabrina saat mereka telah kembali duduk dipinggiran trotoar didepan sebuah minimart dengan segelas soft drink ditangan.
”Apa?” Tanya James balik.
”Sudah jauh-jauh tapi tak melakukan apapun. Kau ingin membiarkan semuanya seperti ini saja?” Tanya Zabrina lagi.
”Aku melihatnya berciuman dengan seseorang kemarin lusa” jawab James kemudian. Entah kenapa dia mengatakan hal ini ke Zabrina.
”Oh, jadi kau menghindar karena melihatnya berciuman dengan pria lain? Kau ini anak kemarin sore ya? Bahkan kau bukan siapa-siapa nya. Menyedihkan sekali”
James menatap Zabrina ”That's was mean. Tapi entahlah? Aku juga ga mengerti ama apa yang ku rasain” James menjeda, ”Oya, tolong jangan beritau dia yang tentang keluarga ku ini ya. Bahkan Iton sekalipun, please?” Tampak James memelas pada Zabrina.
“Apa kau memang punya semacam fetish yang seperti ini?” Saut Zabrina kemudian “Apa ini semacam permainan? Atau ada pertaruhan yang tak ku tau?” Tanyanya lagi mendera.
”Bukan. Bukan tentang hal itu. Tak ada apapun dibalik hal ini. Percayalah” James segera memastikan kesalah dugaan Zabrina ”Tapi aku ingin ia mengenalku sebagai aku. Sebagai diriku. Bukan sebagai pewaris semua kejayaan ayahku”
”Hm, apa warisan orang tua mu bukan bagian dari jati dirimu? Apa status mu bukan bagian dari jati dirimu? Aku merasa sekarang, entah kau tidak mensyukuri keadaanmu saat ini atau kau terlalu sombong akan dirimu yang ingin terlihat sederhana?" Rentet Zabrina dengan pertanyaan yang tidak bisa di jawab oleh James.
"Aku sudah capek. Aku balik hotel dulu”
Zabrina menatap James. Kemudian bangkit berdiri dan melangkah meninggalkan James.
__ADS_1
”Hey, Zab! Tunggu!” James bangkit dan mengejar Zabrina, tapi gadis itu hanya diam dan terus berjalan.
~*~