Catatan Cinta

Catatan Cinta
_catatan satu_bagian ketiga


__ADS_3

Keadaan dikampus sudah mulai ramai. Sudah terlihat banyak anak-anak yang berlalu lalang melewati James. Sudah sejak pukul delapan tadi James duduk secara lesehan dilorong tempat persimpangan antar fakultas. Tempat yang biasa ia gunakan untuk menunggu Rika.


Mungkin karena hari ini hari senin, jadi suasana pun tak sebegitu riuh dibanding hari-hari yang lain. Sindrom setelah weekend.


Terlihat Rika dari jauh, gadis itu menenteng rangsel menuju ke arah James. Tampaknya ia baru aja selesai kelas. Perawakannya bener-bener cuek. Sneaker nya sudah tampak koyakan disana-sini. Mengenakan Jeans punya cowok dengan kardigan bermotif kotak bernuansa gelap diluar kaosnya.


“Eh? Rik. Sial banget, kata temen ntar ada kuis mendadak. Mana aku belum belajar lagi” Saut James begitu tampak Rika mendekat.


”Percumah juga sih, dari dulu kamu mana bisa belajar pake cara straping kaya sinetron gini. Lagian kamu emang ga da niatan buat belajar” saut Rika nerocos begitu berada disamping James.


”Kok gitu sih?” Ucap James masih dengan mata yang menjelajah isi binder nya.


”Kau cuma mau nungguin si iblis betina itu kan?” Saut Rika dengan ketus.


”Kamu ngomong apa sih? Kan sekarang aku lagi belajar” James mencoba membela diri.


”Kalo mau belajar ya jangan di pinggiran lorong kaya gini. Jelas-jelas disini persimpangan jalan, biasanya buat nongkrong sambil ngeliatin anak-anak lalu lalang” Rika menjelaskan analisisnya yang tak terbantahkan oleh James.


”Kan tadinya aku emang mau nungguin kamu” James masih berusaha beralibi.

__ADS_1


”Ya-ya, dan sekarang aku sudah disini, jadi apa lagi yang kau tunggu. Siapa lagi yang kau tunggu?” Rika menjawab dengan senyum yang nyaris bagai seringai.


James hanya tersenyum menatap Rika ”Bentar lagi ya, tanggung nih. Ya?” ucapnya kemudian.


”Ogah! Aku mau kekantin ntar susulin aku kesana. Jangan pake lama” Rika terlihat bete seraya berjalan pergi.


James hanya menatap Rika berlalu tanpa berpindah dari tempatnya. Memang alasan lain James ada ditempat ini adalah untuk sekedar melihat Helen yang biasanya akan lewat lorong itu dijam-jam sekarang.


Dan seperti ungkapan 'pucuk dicinta ulam pun tiba', baru saja James memalingkan wajahnya dari Rika yang berjalan menjauh, diujung lorong tampak Helen sedang berjalan bersama teman-teman perempuannya menuju kearah James.


Tampak Helen sedang tertawa membicarakan sesuatu. Saat tak lama kemudian rombongan Helen pun berbelok di perempatan jalan ditengah lorong, menghilang dari pandangan James.


-


Tak lama kemudian tampak James berjalan mendekat menuju kantin setelah Rika siap menyantap ’Internet’ nya dimeja yang biasa mereka pakai. James melambaikan tangan dengan senyum-senyum.


”Stop! Jangan cerita. Aku ga mau dengar tentang si iblis itu” saut Rika yang bahkan James juga belum duduk dan memulai perkataannya.


”Tapi Rik..” Ucap James yang kemudian ia hentikan karena tatapan Rika yang mengancam.

__ADS_1


”Bagus. Nah, sekarang mulailah belajar” saut Rika yang kini mulai melahap mie dihadapannya itu.


“Oh ya, entar malem kan aku mulai shift malem. Jadi mulai besok aku nitipin absen ya?” James berucap sambil senyum-senyum “cuma tiga hari aja, ok”


”Enak aja, memang aku siapa?” Ucap Rika dengan nada angkuh.


James nyengir ”tiga hari aku traktir mau makan kemana aja”


”Kemana aja?” Kali ini Rika berkata sambil memincingkan matanya, seolah curiga.


James hanya mengangguk dengan senyum yang makin mengembang. Serta alis yang ia tarik keatas seperti wajah seorang anak kecil yang ingin dibelikan sesuatu.


”Deal!” Saut Rika cepat seraya kembali membenamkan wajahnya kemangkuk mie nya.


”Nah gitu dong. Terus sekarang aku mau cerita” Ucap James sambil melepas rangselnya, kemudian memasang posisi duduk yang ia rasa paling nyaman.


”Nggak. Ga ada cerita-cerita. Kalo mo cerita, tuh ngomong sama Keset” Rika mengangkat mangkuk mie nya, berdiri, dan pergi meninggalkan meja.


“Hei, Rik!” James berucap seraya mengejar Rika.

__ADS_1


__ADS_2