
“Hei!” tiba-tiba terdengar seseorang lagi menyapa James saat ia berada di antrian kelima.
Ternyata salah satu dari teman Helen, gadis ber anting lima, Lia “hei” balas james dengan sedikit bingung dan gugup.
“Kami mau nonton film ini” ucap Lia kemudian “tapi kami ga akan sempat untuk mengantri, jadi boleh ga kami nitip tiket?”
“Boleh, kalian butuh berapa?” Tanya James kemudian.
“Tujuh, ini uangnya” ucap Lia seraya mengeluarkan uang dan memberikan pada James “Lo beli berapa? Gue bayarin sekalian deh”
“Ah, tidak terima kasih” jawab James kemudian “kalian ingin dikursi mana?”
“Terselahlah, yang penting jangan terlalu depan”
Tak lama kemudian James pun selesai mengantri. Ia memberikan tujuh tiket yang dipesan oleh gadis beranting lima itu. Walau dalam hati ia sangat penasaran tentang apakah Helen juga ikut menonton? Tapi ia tak berani untuk bertanya.
“Okey, thanks ya” ucap Gadis itu “ntar gue kasih tau Helen deh, kalo lo yang ngantriin tiket” tambahnya seraya berjalan pergi denga senyum kecil.
Dengan spontan jantung James berdebar kencang begitu mendengar ucapan Lia tadi. Jadi Helen juga ikut nonton.
Kemudian James menuju keruang tunggu. Tampak dua temannya itu sedang berbincang, begitu akrabnya. James merasa sangat senang melihat Rika dan Zabrina sudah mulai saling mengenal.
“Apa yang kulewatkan?” Tanya James begitu ia berada diantara Rika dan Zabrina.
“Girls talk” jawab Rika kemudian.
“Ok, sekarang udah mulai gender ya”
Tak berapa lama terdengar dari pengeras suara bahwa studio tempat film yang hendak mereka tonton telah dibuka.
__ADS_1
“Oya jem, aku lupa membelikanmu minuman” ucap Rika saat mereka hendak beranjak masuk.
“Bagaimana bisa?” Tanya James terdengar tak percaya dan tak terima.
“Minumanmu untuk Zabrina. Bagaimana? Kau masih ga mau ngalah sama cewek?” Jawab Rika kemudian.
“Nah, sedari tadi nunggu kenapa ga beli sih?” James masih tak terima.
“Aku lupa” saut Rika lugu “Sudah-sudah jangan jadi keras kepala begitu. Sana buruan beli. Kami tunggu didalam, mana tiket kami?”
“Aku tau kau pasti sengaja mengerjai ku kan?” ujar James seraya memberikan dua tiket ke Rika “culas” James mengerutu seraya beranjak pergi membeli minumannya.
Rika hanya tersenyum lebar “Ayo kita masuk” ajaknya pada Zabrina.
Sementara Zabrina hanya terdiam menatap James pergi sebelum akhirnya ia ditarik Rika masuk.
Setelah membayar minumanya James segera bergegas masuk sebelum film itu sempat dimulai. Dan saat tiba ditikungan James yang memang sedang buru-buru, menabarak seseorang.
“Hey, kalo jalan pake mata!” teriak orang itu.
“Maaf” segera James meminta maaf pada orang tersebut saat kemudian tubuhnya seperti tersambar petir. Jantungnya berdetak cepat secepat keringat dingin yang mengucur di pelipis dan telapak tangannya.
Kini giliran orang dihadapan James yang terdiam mendapati James didepan matanya. Orang itu adalah Helen “Lo kira ini lorong moyang lo?! Jalan seenaknya aja” langsung Helen sewot setelahnya.
“Maaf tadi aku buru-buru” jawab James kemudian.
“Bila semua orang yang buru-buru boleh seenaknya, mau jadi apa jalanan?!”
James hanya terdiam mendengar omelan Helen, ia tak mampu menjawab.
__ADS_1
“Lo bikin gue stress tiap kali ketemu. Ah, udah sana” ucap Helen seraya pergi meninggalkan James sendirian.
James mengikuti Helen dengan pandangannya sebelum lenyap dibalik pintu toilet. James menghelai nafas panjang. Ia tak pernah tau kabar Helen seminggu ini. Dan baru tadi pagi ia melihatnya lagi. Cukup kuatir dengan apa yang terjadi dipulau resort kemari, tapi melihat Helen yang baru saja, membuat James lebih tenang.
Tampaknya kejadian kemarin tak terlalu berpengaruh bagi Helen, ia masih terlihat bersemangat seperti saat ini. Kemudian James segera masuk. Tapi dalam batin James masih penasaran mengapa tadi pagi Helen menyapanya dikampus.
Benar saja saat James masuk kedalam ruangan, film sudah mulai berjalan, semua lampu telah dipadamkan. James dengan penerangan sekenanya mulai mencari deretan kursinya saat Rika tampak melambaikan tangannya.
Duduk dideretan ‘D’ tiga bangku dari jalan, disebelahnya tampak bangku yang masih kosong. Setelah bangku kosong itu terlihat Lia bersama teman-temannya. James duduk disebelah Rika, sedang Zabrina duduk disebelah Rika dipaling ujung dekat jalan.
“Puas kau sekarang?!” Hardik James dalam bisik saat ia sudah terenyak disebelah Rika.
“Ah, belum mulai kok. Baru iklan-iklan aja” Saut Rika dengan senyum-senyum.
James masih memasang tampang cemberut saat menatap Rika walau kini ia sudah tak mempermasalahkannya.
Tak berapa lama saat film benar-benar sudah mulai, masuk lagi seseorang kedalam ruangan. James paling tidak suka dengan tipe-tipe penonton yang seperti ini, walaupun hanya sebentar tapi saat masuk dan berjalan menuju kursi orang-orang seperti ini sangatlah mengganggunya menikmati film. Maka dari itulah mengapa James tak pernah mau terlambat masuk saat menonton film.
James memperhatikan orang yang baru saja masuk ini dengan sedikit dongkol, namun semuanya berubah saat orang itu ternyata duduk tepat disebelahnya. Karena walau lampu ruangan sudah seluruhnya dipadamkan namun pancaran cahaya dari layar masih tetap bisa membuatnya jelas melihat siapa yang duduk tepat disebelah bangkunya itu. Helen.
Sama terkejutnya dengan James, Helen pun mulai salah tingkah saat duduk disebelah James. Selama film berlangsung hingga selesai, James tak dapat menikmatinya. Seluruh sistem tubuhnya menegang. Begitu lampu bioskop menyala dengan segera Rika bangkit berdiri.
“Ayo Zab, buruan. Aku laper banget nih” ucap Rika seraya menarik lengan Zabrina sedikit paksa untuk berdiri dan berjalan keluar.
Melihat hal tersebut, James segera ikut bangkit berdiri. Terasa canggung, antara ingin menengok kearah Helen dan berpamitan sekedar untuk berbasa-basi, atau berpura-pura tak pernah sadar bahwa sedari tadi ia duduk sebelahannya.
Kemudian James memberanikan diri menengok kearah Helen, namun ternyata Helen tampak sedang berbincang dengan teman disebelah kirinya, tidak menghiraukan James. Akhirnya James berdiri dan menyusul Rika dan Zabrina yang sudah berada didepan pintu keluar.
-
__ADS_1