
Dua hari berlalu, tapi masih James dibuat tak tenang dalam malam-malamnya. Pertanyaan tentang siapa pria yang bersama Helen kemarin dan ada hubungan apa mereka sebenarnya—semua itu mengganggunya.
Ia duduk diam didepan laptop dikursi belajarnya. Pukul 00.30 dan ia belum juga dapat terlelap, bahkan mengantuk pun tidak. Apa Helen tipe gadis yang suka gonta-ganti pacar? Tiba-tiba muncul pertanyaan itu dalam benaknya. Tapi mungkin saja itu hanya teman, gadis itu suka sekali berteman. Yah itu benar, ia suka sekali berteman. Hati kecilnya menyanggah demikian. Ia yakin itu bukan sifat Helen yang sebenarnya, itu tak cocok dengan karakter Helen.
Pip! Pip!
Terdengar handphone James berbunyi, bergetar berpola diatas meja belajarnya. James mengambilnya, tampak tertulis ‘AYAH’ pada mini LCD dibagian depan handphone nya.
James terdiam berpikir sebentar kemudian membuka lipatan Ericson seri Z itu. Handphone kuno yang dulu dipakai oleh ibunya. Dan sampai sekarang dia hanya memakai handphone itu meski sudah berkali-kali adik dan ayah nya meminta untuk menggantinya dengan smartphone kekinian dan menyimpan handphone peninggalan ibu nya itu.
“Iya Yah?” Saut James setelah handphone itu melekat ditelinga kanannya.
“Kau sudah tidur? Pasti disana tengah malam ya? Maafkan ayah ya” terdengar suara ayah James dari speaker kecil itu.
“Ga apa Yah, aku juga belum tidur kok, ayah ada dimana sekarang?”
“Ayah sedang di Munich besok jumat ayah pulang”
“Lalu ada masalah apa?”
“Begini Jem, ayah mau minta tolong” Jawaban ayah James membuat James kuatir, selalu akan ada masalah yang datang bila ayahnya meminta pertolongan darinya.
“Apa itu?”
“Besok lusa ayah ada undangan dari kolega ayah dan karena ayah tak bisa pulang cepat, ayah minta tolong kau untuk datang ya, soalnya ga enak aja kalau hanya lewat telephone dan hanya mengirim bingkisan lewat kurir. Gimana kau mau kan?”
“Memang acara apa? Acara siapa?” Nada berat sudah mulai terdengar dari jawaban James.
“Kolega penting ayah, acara pernikahan. Hanya resepsi ga terlalu resmi, jadi kau cukup datang, memberi selamat atas nama ayah kemudian kau bisa langsung pergi, bagaimana? Kau bisa ajak adikmu bila mau, bagaimana? Kau bisa kan?” Terdengar ayah James memohon.
__ADS_1
“Claudia mana mau ke acara macam gitu. Yah baiklah, aku hanya perlu memberi selamat dan hadiah atas nama ayah kan? Setelah itu aku pergi, ga pake ada acara kenal sana-kenal sini kan?” James selalu tak mampu menolak permintaan ayahnya.
“Benar! Cukup begitu saja, kau bisa pegang kata-kataku Jem, oke?” Terdengar nada lega dari ujung speaker itu.
“Hm”
“Baiklah, terima kasih banyak kau penyelamatku Jem”
“Kembali kasih, dan berhati-hatilah cuaca disana berbahaya”
“Ya, baiklah kalau begitu sampai jumpa hari jumat” tutup suara ayah James.
James kembali melipat telephone genggamnya. Benar-benar merepotkan. Akan jadi sangat merepotkan, pikirnya. Acara itu jelas besar dan kemungkinan untuk bertemu beberapa anak dari kolega ayahnya yang lain juga sangat besar. Belum lagi ia akan ditahan oleh banyak orang yang ingin mengambil simpati ayahnya melalui dia, berarti itu sama dengan ia tidak dapat langsung pergi begitu saja dan lagi apa jadinya bila ia bertemu Helen disana? Apa yang harus ia katakana? Semua yang telah ia usahakan selama ini akan jadi sia-sia. Hal ini makin membuat James frustasi.
Tiba-tiba terlintas dalam pikiranya, bagaimana jika ia datang bersama seseorang sebagai alasan untuk segera pergi dari tempat itu? Yah! Ide yang bagus, ia hanya butuh seseorang sebagai alasannya agar tak berlama-lama di acara nanti. Dan itu jelas Rika.
~*~
James menjelaskan semua duduk permasalahannya lalu kemudian meminta Rika untuk datang menemaninya.
“Bukan begitu, tapi setidaknya aku tak perlu berinteraksi dengan banyak orang kan? Aku cukup menjadi autis terhadapmu, oke?” Jelas James mengenai idenya.
“Hm” tampak Rika berpikir menimbang “Kau tak ingin berlama-lama disana karena tak ingin bertemu dengan seseorang ya?”
“Ayolah Rik, Jemgan memulai hal ini lagi”
“Aku memilih pass” saut Rika yang mulai melakukan peregangan otot.
“Rika, aku jarang-jarang meminta pertolonganmu. Atau kau mau sesuatu tinggal sebutkan, bagaimana? Tolonglah aku kali ini saja” rengek James.
__ADS_1
“Baru saja kemarin kau memintaku untuk menghadiri semua mata kuliahmu selama tiga hari, lalu memintaku untuk mengantarmu membelikan hadiah buat bi’ Inah, dan kini kau bilang semua itu jarang-jarang?”
“Yah maksudku memintamu menemaniku kesebuah acara” jawab James dengan senyum setengah malu, “Kau cukup datang bersamaku, tak perlu melakukan apapun dan kita akan lenyap dalam 60 detik, oke?”
Rika berhenti dari pemanasannya, ia menatap James lalu menghelai nafas “Kau lihat aku” ucapnya kemudian dengan wajah setengah pasrah “dari atas hingga bawah aku tak akan pernah tepat dalam acara seperti itu” tutupnya yang kemudian dilanjut dengan pemanasannya yang tadinya tersela.
“kau tepat-tepat saja, apa yang salah terhadapmu? Bila memang kau salah dan memalukan, aku tak akan pernah memintamu”
Rika masih tetap melakukan pemanasan tanpa memperdulikan James.
“Atau Jangan-Jangan kau minder ya? Kau tak percaya diri ya?” Tebak James kemudian.
Dengan segera Rika berpaling menatap James “Tidak!” Ucapan James menyinggungnya.
“Bila tidak mengapa kau tak mau? Kalau bukan karena kurang Pe-de apa lagi?” Saut James yang sudah mulai mendapatkan senjata untuk menyerang pertahanan Rika.
“Itu karena…” ucapan Rika terhenti sejenak “Kau itu selalu saja begini” lanjutnya kemudian seraya menggeleng pelan “baiklah aku akan ikut, tapi ada syaratnya. Aku punya tiga permintaan”
“Siap! Sebutkan saja pasti akan ku penuhi semua” saut James cepat karena akhirnya ia bisa membujuk Rika.
“Benar ya kau akan penuhi semua?! Itu janjimu. Kau harus pegang kata-katamu sendiri” jawab Rika dengan senyuman mengembang.
“Dan?”
“Eit, tidak sekarang, akan tiba waktunya nanti” ucap Rika semakin sumringah “Anggap saja kini aku punya Jin dengan tiga permintaan”
“Mengapa aku memiliki firasat sesuatu yang buruk akan terjadi, ya?” Saut James yang tampak merasa menyesal telah mengamini semua persyaratan dari Rika.
“Oke baiklah besok kau tinggal jemput aku” Saut Rika yang sudah mulai berlari.
__ADS_1
~*~