Catatan Cinta

Catatan Cinta
_catatan tiga_bagian pertama


__ADS_3

Seminggu setelah James pulang dari liburannya. Ia tak pernah mencoba untuk menceritakan kejadian hari terakhirnya menyelamatkan Helen dari bahaya pada Rika. James mencoba untuk sebisa mungkin tidak memperburuk pandangan Rika terhadap Helen.


Ia hanya bercerita tentang Zabrina yang tanpa sengaja bertemu dengannya diacara ayahnya. Dan seperti dia, Zabrina juga merahasiakan status sosialnya dari orang lain.


Dan siang ini seperti biasa James dan Rika duduk dikantin setelah jam makan siang. Hari ini mereka berdua libur kerja dan hendak merencanakan akan pergi berdua.


Ditengah sendau gurau mereka membicarakan tentang politik dan hal-hal sepele, terlihat Helen melintas bersama kedua temannya. Tanpa James sadari, Helen melihat James dan Rika sedang berbincang. Tiba-tiba gadis itu berhenti dan kemudian berjalan mendekati James.


“Hey!” Ucap Helen menyapa terlebih dahulu.


“Ya?” jawab James. Dan sepontan saat mentap kearah penyapanya, tertegun ia mendapati gadis pujaannya yang berdiri dihadapannya.


Tak kalah terkejutnya Rika yang mendapati Helen, yang menurutnya tak akan pernah akan melakukan hal ini, benar-benar terbelalak.


“Lo ga kerja hari ini?” Tanya Helen kemudian.


“Nggak” jawab James cepat “aku libur hari ini” sautnya lagi.


“Oh…” Helen terlihat berfikir sebentar, kemudian beranjak pergi lagi tanpa kata apapun.


“Eh? Apa-apaan tuh orang. Aneh banget” ucap Rika langsung spontan nerocos melihat tingkah Helen ”ga tau sopan santun” tambahnya lagi.


“Sudahlah ga usah dipedulikan, bagaimana? Kita mau kemana sekarang?” James mencoba memindahkan perhatian Rika dari Helen.


Rika terdiam dengan wajah manyun “kesel!” Ucapnya kemudian “kita nonton aja” tambahnya.


Mereka tiba digedung bioskop pukul empat sore, mereka berencana nonton jam setengah lima.


“Hari ini kita mau nonton yang mana?” Tanya James pada Rika saat mereka siap untuk mengantri tiket.


“Yang horror aja ya?” saut Rika.


“Jangan ah, mending yang action itu aja” balas James.


“Baik lah kita suit” Rika memberi ide untuk memutuskan sebelum mereka berdua menghabiskan waktu dengan berdebat.


“Sip! Action!” Teriak James kemudian.


“Ach! Kau pasti curang. Kenapa kau selalu menang saat adu suit denganku?” Rika mengerutu namun menerima kekalahannya.

__ADS_1


“Itu karena aku bisa membaca pikiranmu” jawab James dengan telunjuk dijidatnya seolah sedang berkonsentrasi.


“Ga lucu. Udah sana antri aku mau beli makanan dulu” jawab Rika kemudian seraya beranjak pergi.


“Jangan cola ya” saut James baik.


Dan begitu Rika sudah hilang dibalik kerumunan orang, segera James bersiap untuk antri. Tak banyak orang yang antri untuk menonton film ini. Sekitar 10 orang dalam barisan didepan James.


“Kau juga suka film ini?” Tiba-tiba ada seorang bertanya tepat disebelah James berdiri mengantri.


“Zab!?” Dan ternyata Zabrina saat James menoleh kearah suara itu.


“Hai” Zabrina mengangkat tangannya dengan senyum kecil menyapa James.


“Zab, kau mengejutkanku” ujar James kemudian “kau nonton dengan siapa?” Tanyanya kemudian.


“Sendirian” jawab Zabrina kemudian.


“Apa? Sendirian? Yang bener aja, masa nonton bioskop sendirian sih?” James terlihat tak menyangka bahwa Zabrina ke bioskop sendirian.


“Kenapa emang? Ga boleh ya nonton bioskop sendirian?” Sela Zabrina balik.


“Kau sendiri?” ganti Zabrina yang kini bertanya.


“Sama Rika, tapi orangnya masi beli makanan”


“Oh” ucap Zabrina manggut-manggut dan kemudian diam.


“Kau mau nonton film apa?” James memulai percakapan lagi.


Bukannya menjawab Zabrina hanya menunjuk ke arah poster film didepan loket tiket.


“Kami juga mau nonton yang itu, gimana kalau barengan aja” James memberi penawaran.


Zabrina terdiam sebentar seolah sedang berfikir. Kemudian menatap James dan mengeleng pelan.


“Eh? Kenapa? Kau ga pingin nonton barengan ya?”


Zabrina terdiam lagi “Kau itu bodoh” ucapnya kemudian.

__ADS_1


“Eh? Apa? Bodoh? Apa maksudmu?” Tanya James yang bingung dengan maksud ucapan Zabrina barusan.


Belum Zabrina berucap lagi tiba-tiba Rika datang dengan mengerutu dan tampak kesal.


“Lihat siapa yang kutemukan?” Ucap James saat Rika mendekat.


“Oh, hey Zab” sapa Rika begitu tau siapa orang yang ditunjuk James.


“Kau Kenapa Rik?” Tanya James kemudian saat melihat Rika yang terlihat kesal.


“Coba tebak siapa yang kutemukan?” Kali ini Rika berucap meniru ucapan James.


“Siapa?” Tanya Jnaus ragu-ragu.


“Si iblis betina itu”


“Helen?” Tampak James terkejut “mana-mana?” segera James menjelajahkan pandangannya menyelusuri seluruh ruangan yang dapat dilihatnya.


“Diluar!” Teriak Rika saat menjawab.


Segera James menghentikan pencariaannya. Ia sadar Rika akan semakin kesal bila ia melakukan hal itu. “oya Rik, Zabrina kemari sendirian. Bagaimana kalau kita ajak dia nonton bareng?” James berusaha membelokan tema.


“Kenapa tidak? Emang kamu kemari sendirian? Kok aneh?”


Zabrina pun hanya tersenyum “tidak terima kasih” jawabnya kemudian.


“Kenapa tidak?” Tanya Rika kemudian.


“Karena aku bodoh” ucap James menyela kemudian.


“Eh? Apa maksudmu?” Tanya Rika pada James karena bingung.


“Begitu tadi katanya saat ku tanya kenapa” jawab James kemudian.


Rika menatap James sebentar kemudian menatap Zabrina yang tanpa expresi, “pasti kau pikir kami…” kemudian ia tertawa.


“Kenapa kau tertawa Rik?” Tanya James makin bingung.


“Sudahlah-sudahlah, kau ikut nonton bareng kami” jawab Rika yang kemudian merangkul pundak Zabrina “Jem, tambah tiketnya jadi 3” ucapnya lagi seraya menarik Zabrina dari garis antrian “ayo kita ke ruang tunggu sana” dan kemudian meninggalkan James sendirian di depan antrian tiket.

__ADS_1


-


__ADS_2