
Pagi hari yang sempurna walau tak terlalu dingin untuk ukuran sebuah pagi. Entah kenapa pagi ini baru terasa indah. Mungkin karena baru pagi ini James bisa menikmatinya tanpa beban yang mengganggu.
Jalanan masih teramat ramai untuk ukuran sebuah pagi, tampak sisa-sisa dari kehidupan malam maupun permulan hari ini membaur menjadi satu.
Memang tampaklah seperti ini bila pagi disebuah pulau resort, benar-benar tak pernah terlelap. Namun James menikmatinya.
James berkeliling disekitar hotel. Tampak didekat sebuah taman dengan landscape bentangan samudra luas, seorang bocah dengan ayahnya yang sedang bekejaran menyenangkan, tampak pula sepasang pria dan wanita yang terlihat sibuk dengan kameranya–mungkin mereka pasangan muda yang sedang berbulan madu, pikir James–dan kemudian terlihat seorang gadis sedang berlari kecil dijalan pinggir laut yang membuat James teringat akan Rika. Andai saja sahabatnya itu mau diajak kemari.
Dua malam telah dilaluinya ditempat ini, James berharap malam nanti bukanlah menjadi malam-sialannya yang ketiga. Tapi memang ga terlalu parah sih untuk dibilang sial, toh akhirnya ada juga sedikit kesenangan disela-selanya–pikir James. Kemudian ia menghirup nafas dalam-dalam dengan puas hati.
“Kamu mau Jogging atau Day-dreaming?” Tiba-tiba terdengar seseorang dari belakang James.
“Zab?” James sedikit terkejut ketika berpaling dan mendapati Zabrina berdiri dibelakangnya “Kau jangan mengagetkanku begitu” tambah James.
James baru saja teringat tentang Zabrina, gadis itu juga menginap dihotel ini bersama dengan keluarganya. Semalam pun Zabrina mengikuti orang tuanya menghadiri acara yang diadakan ayah James sebagai patner bisnisnya, yang juga dikarenakan adanya sebab-sebab khusus Zabrina ada diacara itu.
Zabrina hanya terdiam menatap mentari yang belum terlalu tinggi.
“Bagaimana kau bisa tau aku ada disini?” Tanya James membuka situasi yang ditakutinya akan menjadi kaku.
“Dari situ” Zabrina menujuk ke jendela kamar hotel dilantai lima dibelakang mereka.
__ADS_1
“Oh, itu kamarmu ya?” Saut James.
“Kau kemari karena Helen ya?” Tanya Zabrina tiba-tiba tanpa basa-basi.
“Eh?” Tampak James terkejut.
“Ia tinggal dihotel ayahnya satu blok dari kawasan ini” ucap Zabrina kemudian.
James terlihat semakin bingung dengan Zabrina “Emang nya kenapa?” Tanya James berusaha menyembunyikan kegugupannya.
Zabrina menatap aneh kearah James “Menemuinya” jawab Zabrina singkat. Gadis ini masih teramat aneh bagi James, masih dipenuhi dengan misteri.
“Kenapa kita tidak berjalan berkeliling Jan? Dari kemarin aku belum berkeliling pulau ini” ucap Zabrina yang lebih tidak dimengerti.
“Hm?” James sedikit menelengkan kepalanya. Ia masih tak mengerti terhadap Zabrina yang kini sudah mulai berjalan ini.
Mereka berdua mulai berjalan menyisir pantai yang telah mulai nampak ramai oleh banyak aktifitas. Keberbagai tempat yang sebenarnya sudah pernah James kunjungi. Hanya berjalan tak ada arah sembari ngobrol.
“Zab? Aku boleh tanya ga?” Tanya James saat mereka sedang duduk disebuah restouran dengan tempat duduknya yang benar-benar berada tepat dipinggir jalan, tanpa penghalang sama sekali.
“Apa?” Ujar Zabrina seraya membenahi kaca mata Sunlight dengan ukuran bingkai yang menyita separuh dari ukuran wajahnya.
__ADS_1
“Tapi jangan marah ya, soalnya bukan aku mau campuri urusanmu, aku cuma merasa penasaran aja” jelas James panjang lebar meminta persetujuan dari Zabrina.
“Ya” saut Zabrina dengan cepat tanpa perubahan expresi sama sekali.
“Ini tentang yang semalam. Tentang yang jodoh-jodohan kemarin” ucap James ragu.
“Hm?” Zabrina mengangguk menatap James sambil meneguk minumannya.
”Sama siapa? Cuma penasaran aja, kalo ga mau kasih tau juga ga apa” ucap James ga jelas karena takut menyinggung Zabrina.
”O.. itu, sebenarnya aku tak boleh mengatakan ke siapapun karena belum resmi” jawab Zabrina dengan santai.
”Ya, ya udah kalo gitu. Ga apa” James mencoba puas dengan jawaban barusan.
Zabrina masih sibuk mengamati jalanan tanpa perubahan expresi, sementara James sudah mulai salah tingkah “Tapi aku sudah tau siapa orangnya” ucapnya tiba-tiba seraya melepas kaca matanya.
James terdiam menatap Zabrina dengan sedikit bingung dan rasa ingin tau.
“Tapi tetap aku tak bisa memberi tau mu sekarang” ujar Zabrina kemudian.
“Apa kau sedang membuat lelucon padaku?” Tanya James cepat sembari tertawa dengan raut aneh. Gadis ini memang benar-benar gadis yang aneh, pikir James.
__ADS_1