Catatan Cinta

Catatan Cinta
_catatan tiga_bagian ketiga


__ADS_3

Pagi ini tiba-tiba James dikejutkan oleh Helen yang datang dan langsung menemuinya ditempat kerjanya. Sendiri tanpa 2 teman yang biasa mendampinginya.


“Eh, pagi. Mau pesan apa?” Tanya James terkejut dan salah tingkah.


“Lo ikut gue sekarang” jawab Helen singkat dengan perintah.


“Eh, maksudnya?” Tanya James lagi karena tak mengerti maksud Helen.


“Ikut gue. Lo budhek ya?” Kali ini Helen menjawab dengan nada ketus.


“Tapi sekarang aku lagi kerja” jawab James lagi.


“Sudahlah ayo ikut. Gue udah ngomong ke Pak Tony” balas Helen seraya berjalan pergi mendahului James.


“Tapi seragamku?” Ucap James masih belum beranjak kemanapun.


Helen berhenti didepan pintu masuk “Lo pengen ga bisa pake seragam itu selamanya?” Tanyanya yang terdengar mengancam dan mengintimidasi.


Dan tanpa pikir panjang lagi segera James berlari menghampiri Helen. Beberapa pengunjung juga menatap James menuju pintu mengikuti Helen yang sudah tak nampak.


Sedang seluruh teman sepekerjanya melongo melihat kejadian itu, diikuti dengan banyak tanda tanya besar dalam benak mereka. Tumben anak bos mereka yang jutek plus sombong itu tiba-tiba mengajak secara paksa anak buah ayahnya pergi di jam kerja.


“Wah, tak disangka berhasil juga dia” celetuk Iton disamping Zabrina mengamati James yang berjalan salah tingkah keluar “keuletan benar-benar menghasilkan. Bagaimana menurutmu Zab?” tanyanya kemudian pada Zabrina.


Zabrina menatap Iton dalam diam dan tanpa expresi “Bagaimana apanya?” tanyanya kemudian.


“Pendapatmu tentang kejadian tadi”

__ADS_1


“Secara tidak langsung Helen juga pemilik café ini. Jadi tak ada yang aneh bila dia memerintah anak buahnya untuk mengikutinya” jawab Zabrina dalam datar.


“Wah Zab, padahal aku berharap jawaban khas dari mu” ucap Iton segera berjalan pergi meninggalkan Zabrina yang nampak masih diam tanpa gelagat itu.


Sementara James tiba diarea parkir, nampak Helen sudah ada dalam mobil Peugeot-nya. Helen membunyikan klakson untuk memberi tanda pada James agar masuk. Dengan ragu James mendekat dan masuk kedalam mobil.


“Kita mau kemana?” Tanya James kemudian.


“Udah lo ikut aja” saut Helen seraya menjalankan mobilnya keluar area parkir.


Mobil itu melaju dengan kesunyian didalamnya. James begitu canggung berada berdua dengan Helen. Duduk bersebelahan dalam satu mobil.


James masih mengira ini sebuah mimpi. Ketika tiba-tiba ia dikejutkan oleh ucapan Helen “lo, sedang apa?” bertanya karena melihat James hanya tersenyum-senyum sendirian.


James tak menjawab. Ia hanya menggeleng pelan.


James belum siap dengan pertanyaan ini. Jantungnya berdegup kencang, keringat dinginnya mulai keluar. Ia harus segera menjawab. Ia harus segera mencari akal. Masa udah ada kesempatan berdua seperti ini tapi langsung hilang hanya karena pertanyaan seperti ini.


“Itu. Ikut ayah” jawab James sedapatnya “jadi kebetulan ayah ada acara kantor ditempat itu dan kebetulan hari libur, jadi aku ikut sekalian berlibur” jelasnya kemudian dengan setengah mati berusaha nampak senatural mungkin.


Helen hanya terdiam mendengar jawaban James.


“Sebenarnya kita hendak kemana?” James mencoba untuk kembali bertanya.


“Belanja” jawab Helen singkat seraya menikungkan mobilnya memasuki area parkir sebuah Mall.


Akhirnya mereka mampir kesebuah café dalam Mall itu. Setelah kurang lebih dua jam James menemani Helen berputar-putar berbelanja segala jenis benda yang tampaknya tak terlalu penting buat Helen. Mereka duduk diujung ruangan dekat jendela menghadap jalan raya, melepas lelah.

__ADS_1


“Lo mau makan apa?” Tanya Helen.


James menatap buku menu sebentar ”Nggak ah, aku minum aja. Orange jus” ucapnya kemudian.


”Sudahlah jangan kuatir gue yang bayar” balas Helen ”ini sebagai tanda terima kasih karena udah nemenin” tambahnya.


James hanya tersenyum dan mengangguk ”aku nggak terlalu lapar, aku minum aja” ucapnya sopan.


Helen menatap James sebentar ”ya udah kalo gitu. Mbak!” Helen memanggil Waitress cafe itu.


James menunggu pesanannya dengan melamun menatap jalanan. Secara tak sadar Helen mengamati tingkah laku James. Ia memperhatikan mulai dari gerak tangan James diatas meja sampai matanya yang terlihat tertarik pada sesuatu diluar sana.


Helen mencari hal yang membuat James memperhatikannya dengan seksama. Terlihat dua gadis sedang berjalan melintas. Tampak dari belakang.


”Lo liat siapa?” ujar Helen sedikin kasar.


Terkejut James segera menatap Helen ”Maaf?” Tanyanya.


”Gadis itu teman lo? Nglihatnya sampai ga kedip gitu” Helen mulai dengan nada ketusnya.


”Eh bukan. Aku ga kenal mereka” saut James buru-buru.


Helen menatap jijik kearah James ”Dasar cowok semua sama” ucapnya kemudian.


James hanya tersenyum menanggapi ucapan Helen barusan. Dan pesanan merekapun tiba.


-

__ADS_1


__ADS_2