
Indahnya senja menyapa di cakrawala, gugusan awan membentang luas terlihat mempesona di puncak. Ayah José sengaja memilih jadwal berangkat sore karena ingin memberi kesempatan untuk Ceafi pada senja.
Ceafi duduk ditepi jurang dan Ayah José datang membawa teh untuknya.
" Hai Nona cantik! Senja cerita apa hari ini? " Sapa Ayah José datang duduk disamping Ceafi.
" Dia berkata bahwa senja disini selalu berbeda. " Ceafi tersenyum menatap Ayahnya.
" Dasar bocah senja, minum tehnya biar tubuhmu hangat nanti hawa akan sangat dingin. " Ayah José menyodorkan teh yang dibawanya.
" Memangnya Ayah pernah kesini? Tahu nanti hawa akan dingin, " Mata Ceafi memicing sebelah.
" Hey jangan salah, Ayah dulu sering tidur disini bareng Prof.Jhon bahkan hampir tiap minggu kau tahu. " Ayah José mencubit hidung Ceafi.
Mereka tertawa bergurau menikmati senja hingga habis gelap. Setelah ibadah shalat, semua tim berbincang membahas jadwal jelajah besok pagi, tim akan dibagi menjadi 3 kelompok yang nantinya akan berpencar sesuai peta jelajah yang ditentukan.
Malam hari para tim mengadakan pesta barbeque, Prof.Jhon datang membawakan jagung bakar untuk Ceafi dan Ayah José yang tengah asyik bermain teropong.
" Kalian tak mau menyantap jagung bakar yang menggoda ini? " Goda Prof. Jhon datang duduk diantara Ceafi dan Ayah José.
" Kau jangan curang bilang saja ingin ambil jatahku dan Ceafi ha, " Balas Ayah José mengambil sebonggol jagung dari tangan Prof. Jhon.
" Ini buatmu Nona Cantik, " Prof. Jhon menyodorkan jagung satunya kepada Ceafi.
" Merci, Prof! Hey lihat bintang jatuh! " Ceafi berseru menunjuk cahaya bintang yang nampak bergerak.
Mereka menikmati malam yang cerah penuh gemintang. Para gugus rasi bintang saling bertemu menyapa menghibur tuannya yang duduk melihat mereka.
Hingga larut malam para tim berpesta bakar-bakar. Mereka pun segera istirahat dan bersiap untuk tugas negara besok.
__ADS_1
***
Dan fajar menyapa, suara angin membawa damai diiringi sang surya yang terbit merekahkan kehangatan. Indahnya alamku, alam bumi pertiwi.
Ceafi tengah bersiap untuk penjelajahan hutan. Ayah josé datang membawakan sarapan untuknya.
" Nona Kecil sarapan dulu ya, Ayah buatkan susu dan sandwhich, your fav my girl! " Ayah José meletakkan nampan berisi sarapan didepan Ceafi.
" Thankyou Tuan, Ayah sudah makan? " Tanya Ceafi sambil meminum susu.
" Yap! Sudah siap untuk hari ini?! " Tanya Ayah José.
" Ehmn, Im ready! " Ceafi bangkit dan berjalan bergabung dengan yang lainnya.
Acara briefing dimulai, Prof. Jhon memimpin briefing pagi. Semua anggota tim tampak serius dan antusias mendengar arahan dari Prof. Jhon yang menjelaskan urutan jadwal jelajah.
Semua kelompok tim yang telah dibagi semalam berjalan sesuai tugas masing-masing.
***
Sore hari di rumah, Ayah José datang menghampiri Ceafi yang menikmati santai di ruang keluarga.
" Cea' besok sore kita ada pertemuan dengan Mas Rino. " Ucap Ayah José yang membuat Ceafi tiba-tiba terbatuk.
" Uhukk!! Uhukk! What?! Rino? Yang kemarin antar tenda bukan? " Tanya Ceafi sedikit gelagapan.
" Iya Sayang, kenapa wajahmu jadi berubah? " Ayah José mengelus wajah Ceafi yang tampak sedikit gugup.
" Tidak, tidak ada Ayah, wajahku berubah kenapa? " Ceafi jadi galfok, ia membuang muka balik menatap senja yang tersenyum malu.
__ADS_1
" Hmmn, anak Ayah mulai tertarik oleh laki-laki sepertinya. Baiklah besok kau datang sendiri ya ke rumahnya? " Ujar Ayah José dan beranjak masuk ke kamarnya.
" No.. Ayah aku tidak mau sendirian! " Sahut Ceafi
" Hmnn, Pak Slamet akan antar kau, Nona Kecil! " Jawab Ayah José dari kamarnya.
Jantung Ceafi berdetak lebih cepat membuatnya bertanya tanya. Sepertinya pria itu menarik hatinya. Apakah hati Ceafi mulai terbuka untuk seorang pria?
***
Hari pertemuan perdana Ceafi dan Rino, Ceafi bersama Pak Slamet datang saat sore hari setelah ia pulang kerja. Pertemuan ini tujuannya untuk mengajak Rino sebagai partner penelitian untuk jelajah hutan, disisi lain adalah untuk perkenalan ehehehe
" Pak Dhe sampun dateng, jadi gimana nih critanya? " Sapa Rino saat menemui Pak Slamet dan Ceafi yang sudah menunggu di ruang tamu.
" Iyo Rin, ini Non Ceafi diminta Bapake buat keperluan kantor gitu. " Jelas Pak Slamet membuka pembicaraan.
" Iya Mas.. Rino, jadi aku dan Ayah ingin mengajak anda untuk jadi pendamping tim saat jelajah hutan. " Jelas Ceafi yang terlihat gugup
" O nggih gitu ya, tapi saya ndak punya ijasah tinggi Non, lagipula saya cuma orang buruh tani apa cocok Non? " Tanya Rino dengan malu-malu.
" Tapi Pak Slamet bilang yang berpengalaman jelajah di hutan anda Mas, " Ceafi tersenyum tipis membuat Rino tersipu
" Iyo Rin, Pakdhe saranin kamu kan yang banyak pengalaman soal blusukan hutan yo to? Makane Bapak rekomendasikan kamu Rin, gitu mau yo, lumayan kenal Mbak Ceafi yang cantik gini hehe! " Kata Pak Slamet dengan medhoknya.
" Ah Pakdhe, Rino ndak mau neko-neko. Nggih kalo begitu, selama saya bisa bantu insaallah saya siap Non, " Rino menyanggupi dengan ungkapan santunnya.
Ceafi mengangguk tersenyum ia menahan gembiranya karena gugup. Dasar Si Nona Bule!
Pertemuan membawa cerita nih sama Mas Rino hehe
__ADS_1
Gimana sisi romance nya Si Nona Bule ini? See you next episode Bestie..