
Dan Senja
Dimana semua masalah mencair di horizon
Dimana sebuah keputusan ditetapkan
Dimana semua penat terbayarkan
Dan Senja
Waktu dimana akan kembali ditengah kehangatan keluarga
Kembali bercerita apakah alam masih sama
Tempat dan waktu raga kembali ke peraduan
Sejenak melepas dunia
Dan ingatlah
Pesan sang surya dikala senja
Bahwa esok
Pasti jumpa
Hanya beberapa larik kalimat, namun sajaknya mengartikan seluruh kejadian di atas permukaan bumi dalam sehari. Begitu kiasan kehidupan dengan alir suka duka yang terjalin dalam setiap langkah para manusia. Meski hanya dua bait puisi, itu memiliki arti penting dalam kehidupan Ceafi.
Bagaimana tidak, Sang Ibu yang telah mewariskannya kepada satu-satunya putri kesayangan. Benar sekali tebakan kalian, puisi ini diciptakan oleh Ibu Jessie. Dikala itu beliau sedang menggendong Ceafi yang masih usia 1 tahun berdiri di atas bukit saat senja sedang cantik cantiknya. Sempurna seperti paras Ceafi, sinar jingga keemasan berhias awan yang menari terbawa angin. Dan terciptalah bait puisi itu, Ibu Jessie melantunkannya ditemani senyum Si Kecil Ceafi.
Dan saat Ibu Jessie menemui ajalnya, sempat memberikan tulisan puisi itu pada Ceafi yang kala itu tertunduk lesu dan sedih memegangi ibunya.
" Ceafi sayang! " Suara Ayah José membangunkan Ceafi dari lamunan atas Ibunda tercinta yang tengah hadir dalam kerinduannya.
" Ayah! Ada apa?! Aku hampir saja terkaget, " Tatapan Ceafi sedikit tajam karena kesal dikagetkan oleh Ayah José.
" Ayah sengaja memanggilmu keras keras, ada apa kau melamun ha!? " Ayah José merangkul Ceafi.
" Tidak, aku hanya hanyut oleh senyum senja. " Ceafi menatap langit senja yang mulai tergantikan oleh langit malam.
" Tak mungkin Ayah salah menebak, apa yang akan kau katakan dengan ini hmm? " Ayah José mengangkat selembar kertas yang bertuliskan puisi yang dibuat oleh Ibu Jessie.
Ceafi menghela nafas,
" Ceafi rindu Mama. " suaranya sedikit lirih menahan sedih agar tak sampai menangis di depan Ayah José.
" Nanti ke rumah Mama Jessie ya, sekarang ayo masuk sudah gelap Nona, senjamu telah pulang. " Ayah José memeluk Ceafi dan mengusap kepalanya.
Dari dalam Bi Minah memanggil, " Tuan! Nona! Ayo, makan malam sudah siap! " Bi Minah sedikit berteriak karena memanggil dari ruang makan.
__ADS_1
" Oke Bi! Kami segera datang! " Ayah José dan Ceafi berjalan menuju meja makan.
Seusai makan, Ayah José dan Ceafi berdiskusi membahas laporan akhir penelitian yang ia kerjakan saat masih di Prancis.
" Ayah lihat progressmu semakin jenius Nona Profesor. " Ayah José menggoda Ceafi dengan memujinya.
" Ayah tak payah memujiku, ujungnya kau akan menjatuhkanku kan, " Ceafi menjulurkan lidah ke arah Ayahnya.
" Hai, Ayah serius memuji dari lubuk hati, kalau tidak mau ya tak apa, begitupun kau protes, " Ayah José pura-pura marah.
" Oh come on! Ceafi harus segera selesaikan laporan biar besok bisa mulai merancang rencana kerja project penelitianmu disini. " Ceafi mendengus.
" Hahaha, begitupun kau anggap serius hai Nona, (mencubit hidung Ceafi), ini sebaiknya kau buat diagram saja biar lebih ringkas dan mudah dipahami, untuk rinciannya mengapa tidak kau buat tabel Nona Profesor, bukan bait bait paragraf seperti novel begini, ya? " Ayah José mengambil alih laptop dan menunjuk layar monitornya berkali-kali, penjelasannya sedikit ngeselin tapi Ceafi tersenyum karena Ayahnya selalu bisa diandalkan dalam urusan laporan. Perlu diakui jika Ceafi sedikit malas menulis laporan, ia lebih suka menyampaikan secara lisan.
" Begitu dong dari tadi, besok bantu Ceafi persiapkan presentasi ya Yah? " Ceafi menyandarkan kepalanya di bahu Ayah José.
" Apa yang tidak buat anak Ayah ini, " Ayah José memeluk Ceafi dan mencubit hidungnya.
" Berarti juga iya jika Ceafi pulang ke French ya? " Ceafi tersenyum lebar telah menjebak Ayahnya.
" Kecuali pulang! " Ayah José mencubit dan menjewer Ceafi tapi tidak keras hanya untuk candaan.
Gurauan mereka seperti sepasang kekasih. Kedekatan Ayah José dan Ceafi seperti hubungan cinta pertama bagi dua insan yang jatuh cinta untuk pertama kalinya. Bagi Ayah José, Ceafi adalah sosok pengganti istrinya yang telah pergi. Ayah José akan menjaganya dimanapun dan kapanpun. Ceafi adalah permata termahal baginya. Apapun akan ia lakukan demi kebahagiaan sang putri tersayang.
Mereka mengerjakan laporan hingga larut malam. Tak terasa sudah pukul 12 malam, Ayah José mengajak. Ceafi tidur. Tak ingin putrinya menolak, ia langsung menggendong Ceafi dan membawanya ke kamar.
" Ayah aku bisa jalan tak perlu kau gendong jugalah! " Ceafi berkata protes namun tak berontak.
" Haha, aku akan melaporkanmu sebagai perebut istri orang, " Ceafi mengeratkan pegangannya.
Sesampainya dikamar, " Ceafi mau minum? " Ayah José bertanya.
" Sure, " Ceafi mengangguk.
Kemudian Ayah José mengambil air digalon mini yang sengaja disediakan Bi Minah dikamarnya.
" Tidurlah Sayang, besok kita punya tugas penting. Semoga mimpi indah anakku yang paling cantik. " Ayah José mencium kening Ceafi dan menyelimutinya kemudian keluar dari kamar Ceafi.
Malam ini begitu damai, seluruh penghuni malam telah terlelap dalam mimpinya. Hingga menanti fajar dan mentari terbit membawa hari baru, harapan baru, dan hidup baru.
***
Pagi ini langit cerah sedikit berawan. Setelah menyiapkan Ceafi untuk presentasi Ayah José berbicara dengan Prof.Jhon melalui ponselnya sambil menikmati suasana pagi yang sejuk di teras.
" Iya Jhon! aku akan berangkat sekitar jam 11 ya, mungkin sedikit telat, putriku tengah presentasi laporan hasil akhir penelitian. Aku harus menunggunya hingga selesai. " Tutur Ayah José panjang lebar.
" Siap José, aku hanya ingin bertemu dengan kalian dan membawa kalian pada rekan kerja nanti. Tak perlu buru-buru bos, santai saja ya. " Prof.Jhon sedikit tertawa menanggapi ujaran Ayah José sesekali ia membalikkan badan dari kursi putarnya.
" Baiklah, jangan lupa kopinya ya hehe..aku tutup dulu ya bos, nanti ku kabari jika sudah perjalanan. " Ayah José mengambil cangkir teh di depannya lalu menyeruputnya.
__ADS_1
" Siap kawan! Ditunggu kedatanganmu, " Prof.Jhon menutup sambungan telepon dan kembali bekerja.
Hari Sabtu biasanya hanya setengah hari kerja, Prof.Jhon menyiapkan penyambutan Ayah José dan Ceafi di kantornya. Beliau memberitahukan beberapa staf kantor untuk tidak pulang setelah kerja karena akan bertemu dengan keduanya, terutama para tim peneliti yang akan bergabung dengan Ayah José dan Ceafi.
Akhirnya menit-menit menegangkan bagi Ceafi telah berhasil ia lewati. Bagaimana tidak sejak pukul 6 pagi Ceafi memulai presentasinya. Ia harus melakukan presentasi sepagi itu karena menyesuaikan dengan waktu Paris. Bersama dengan tim penelitiannya, Ceafi mampu menyampaikan semua detail penelitian dengan baik dan jelas. Dan setelah melalui debat dan uji teori akhirnya Ceafi dan tim dinyatakan berhasil memecahkan hipotesis.
" Yuhuuu!! Finally I got it, Yess!! Ayaaah!! " Ceafi melonjak gembira dan langsung keluar mencari Ayahnya.
" Ayaahh!! Ceafi berhasil!! " Ceafi berlari ke Ayahnya dan langsung memeluknya.
" Wow! Anak Ayah tak pernah mengecewakan. Well done Girl! Istirahat dulu ya, mau diambilin buah? " Ayah José ikut gembira melihat keberhasilan putrinya.
" Mauu! Pake keju dan mayo ya, Ceafi tunggu dimeja taman yah!? " Ceafi mencium wajah Ayah José dan pergi ke taman di halaman samping rumah.
Ia tambah senang melihat bunga anggrek yang sudah mekar dengan cantiknya. Pak Slamet memang pandai merawat bunga. Tak lama Ayah José datang membawa nampan berisi buah-buahan dan segelas air putih.
Satu jam Ceafi dan Ayah José ngobrol di taman. Lalu Ayah José mengajak Ceafi untuk bersiap, namun tiba-tiba Christon menelepon Ceafi.
Mereka berbicara dalam bahasa Prancis
" Holla! Bonjur! Mademoiselle Ceafi.. Selamat yah, " Ucap Christon saat Ceafi mengangkat panggilannya.
" Hmmn, thankyou Chris, kau pasti diberi tahu oleh Jona!? " Ceafi tersenyum senang ditelpon oleh sahabatnya.
" Tentu saja, bagaimana kabarmu disana Cea'? Sejak kau pindah tak lagi bicara denganku ha? " Ujar Christon.
" Hai jangan-jangan kau rindu ya, aku baik disini Chris. " Balas Ceafi.
" Oh, baguslah. Jangan lama-lama disana, katanya mau pulang sendiri hmm? " Christon tampak menggoda Ceafi untuk pulang.
" Hahaha, baru saja seminggu, Ayah bisa saja memenjarakanku. Baiklah Chris aku tutup dulu ya, ada kepentingan lain bersama Ayah. See ya! " Ceafi menutup telepon karena melihat Ayah José telah bersiap untuk ke tempat Prof.Jhon.
Lima belas menit akhirnya Ceafi siap pergi. Ayah José mengemudikan mobilnya sendiri. Hanya butuh 30 menit perjalanan mereka telah sampai di kantor penelitian, tempat Prof.Jhon bekerja. Mereka disambut meriah, meskipun hanya beberapa staf kantor yang menyambut karena sebagian telah pulang.
" Hey, Jhon! Kau begitu awet muda, dari dulu kau selalu sama seperti ini. " Ayah José memuji Prof.Jhon dan mereka saling berpelukan. Tak lupa Prof.Jhon menyalami Ceafi.
" Putrimu cantik banget Jos, andai aku seumuran sudah kupinang sekarang juga. " Prof.Jhon tertawa dan mengajak keduanya ke ruang tamu.
Pertemuan Ayah José, Ceafi, dan Prof.Jhon membicarakan tentang rencana penelitian yang akan dilaksanakan di awal bulan November 2022 nanti. Prof.Jhon memperkenalkan mereka dengan para staf kantor. Tak lupa ruang kerja yang telah disiapkan secara khusus untuk peneliti.
" Selamat datang di tempat kerja baru Mademoiselle Ceafi. " Prof.Jhon mengucapkan selamat datang pada Ceafi dan menangkupkan kedua tangannya.
" Terima kasih Profesor, panggil saja aku Ceafi atau Mbak Ceafi. " Ceafi tersenyum lebar membuatnya tampak cantik sempurna dengan mata birunya. Oh Ceafi...your blue venom!
Setelah banyak diskusi dan makan siang, Ayah José berpamitan dan langsung pulang. Ceafi meminta untuk mampir ke mall kota untuk belanja baju. Ayah José tak berprotes pada putrinya. Ia menuruti saja, dan saat masuk mall Ceafi automaticly menjadi pusat perhatian para pengunjung. Jarang banget ada turis bule datang ke mall. Apalagi Kota Magelang tak seperti Bali yang banyak turis asing datang.
***
Hari yang menyenangkan Cea'! Dan kini senja datang menemaninya di balik jendela kamarnya. Ceafi membaca buku dikamar karena sedikit lelah dari perjalanan pulang. Hari ini keberuntungan menaunginya. Hal-hal gembira datang tak terkira. Semoga harimu selalu beruntung Ceafi.
__ADS_1
Bonsoir !