
Pagi hari harusnya ritual pagi untuk menyegarkan pikiran sebelum menjalani aktifitas hari. Berbeda dengan pagi ini, dering telepon berulang kali terdengar memaksakan untuk segera diangkat.
Biasanya Ayah José tidak mengangkat telepon tapi kali ini ia mengangkatnya karena sepertinya penting. Ternyata memang penting, ada telepon dari pusat,
" Ya selamat pagi! " Sapa Ayah José.
" Selamat pagi Tuan José! Mohon maaf saya mendapat informasi bahwa data penelitian banyak bermasalah. Saya sudah berdialog dengan Pak Jhon dan dengan terpaksa Nona Ceafi harus kami berhentikan tugasnya. " Jelas orang yang menelpon Ayah José yang merupakan petugas dari kantor pusat.
" Saya mohon maaf atas kesalahan putri saya Pak. Tapi saya mohon beri kesempatan untuk memperbaiki dan saya janji akan mengejar target yang tertinggal, saya mohon sekali Pak. " Ayah José tampak begitu memohon agar Ceafi tak diberhentikan.
" Mohon maaf Tuan, ini keputusan dari kepala pusat. Anda memiliki dua pilihan, penelitian diberhentikan atau Nona Ceafi. " Jawab petugas itu sedikit ketus.
" Saya jamin Pak? Mohon tolong jangan berhentikan putriku! " Ayah José agak meninggi bicaranya.
" Maaf Tuan tidak bisa! "
"Tut..tut..tut.. " Panggilan telepon terputus begitu saja.
Ceafi tiba-tiba datang dari belakang,
" Sudah Ayah cukup, tak perlu menyayangkan pitrimu ini. Ceafi tidak mengapa kok, ayo kita sarapan dulu sudah ditunggu yang lain. " Ceafi berpura-pura tenang agar Ayahnya tak khawatir.
" Ayah akan bicara setelah makan. " Ayah José memeluk Ceafi.
Sangat disayangkan sekali, Ceafi harus berhenti ditengah jalan. Padahal gagasan tentang penelitian ini dirinya yang memikirkan hingga detail-detailnya. Sepertinya fokus pada satu tujuan saja Cea' agar tak mengesampingkan tujuan lain yang justru adalah tujuan utama.
__ADS_1
Suasana pagi yang penuh kecewa dan putus asa. Baru juga beberapa langkah sudah harus berhenti. Ceafi sedang duduk sendiri diteras rumah. Ponselnya berdering, dan siapa yang memanggil? Yah Rino tiba-tiba menelpon setelah sebulan ini tak ada kabar. Senyum tipis terukir dibibir Ceafi.
Diambilnya ponsel itu dan mengangkat panggilan Rino, "Halo Rin?! Kau sudah pulang rupanya? " Sapa dan tanya Ceafi.
" Iya Cea', bagaimana kabarmu disana? Sehat? Tak ada kendala kan? " Tanya Rino.
" Yah alhamdulillah aku sehat, semuanya baik disini kecuali.. " Ceafi menahan pembicaraanya.
Sedikit ragu untuk bercerita dengan Rino, tapi Rino ternyata sudah mendengar semuanya dari Reza. Ceafi pun bercerita tentang masalah yang terjadi, dan Rino menelpon bukan sekedar beri kabar tapi dia datang membawa solusi.
" Aku meminta Dika untuk bicara dengan pengawas penelitian disana yang kebetulan adalah saudara ayahnya. Dan kau tahu? Mereka memberimu kesempatan lagi dengan syarat harus kejar target deadline yang tertinggal. Kau bisa kan Cea' ? " Jelas Rino panjang lebar.
" Kau tak berbohong bukan? " Tanya Ceafi memastikan.
" Untuk apa saya bohong Nona Profesor, Wina yang juga membantu Dika bernegosiasi tadi. Untunglah mereka berhasil. Masih mau lanjut kan? " Jawab Rino untuk meyakinkan.
Ayah José tak kalah heboh mendengar kabar dari Rino,
" Rino adalah pahlawan tak terduga. Ayah senang kau bisa kerja lagi. Saatnya kita panggil tim! " Ayah José berjalan berjingkrak menuju kantor seberang rumah dinas, kelakuannya jadi seperti anak-anak yang kegirangan.
" Lily, tolong pesankan Rino tiket ya untuk terbang kesini dan Wina juga. Satu lagi untuk Dika untuk terbang ke Aceh. Pastikan mereka besok sudah sampai, kita akan lari sprint untuk dua minggu kedepan. You're ready!? " Ceafi menatap Lily sangat antusias.
" Yeeesss!! " Teriak Lily begitu keras dan memeluk Ceafi erat. Tak sadar saking senangnya, akhirnya hari hari Lily sibuk lagi. Lily memang seorang penggila kerja.
***
__ADS_1
Semua staf dan tim lapangan dikumpulkan. Ayah José menjelaskan jika kantor pusat telah memaafkan Ceafi. Sekarang tim bisa bertugas kembali, dan akan dilakukan penyebaran tim lapangan secara lebih luas untuk mengejar deadline tertinggal.
Akhirnya senja pun juga ikut tersenyum bahagia. Di ufuk barat dengan kilau dan kehangatan lembutnya menyapa,
Dan Senja
Dimana semua masalah mencair di horizon
Dimana sebuah keputusan ditetapkan
Dimana semua penat terbayarkan
Dan Senja
Waktu dimana akan kembali di tengah kehangatan keluarga
Kembali bercerita apakah alam masih sama
Tempat dan waktu raga kembali ke peraduan
Sejenak melepas dunia
Dan ingatlah
Pesan sang surya di kala senja
__ADS_1
Bahwa esok
Pasti jumpa