Ceafi & Senja

Ceafi & Senja
Ranu Kumbolo Saksi Bisu


__ADS_3

Usai sudah tugas Ceafi dan tim penelitiannya di Pulau Sumatera. Saatnya balik lagi ke Magelang tercinta.


Pekerjaanya semakin sibuk dikantor, sampai beberapa kali harus menginap karena banyak kegiatan analisis data dan rapat untuk merencanakan penelitian hutan Kalimantan.


Siang ini Rino dan Ayah José sedang berbicara diruang kerja Ayah José. Mereka bicara sesuatu tentang Ceafi. Ada apa ya Ceafi?


" Aku lihat kau dan putriku lebih dekat sekarang, apa kau menyukainya Rin? " Suatu pertanyaan dari Ayah José yang berhasil membuat Rino bergetar.


" A.. i.. iya saya suka Tuan, apa.. saya boleh dekat dengan.. Ceafi? " Jawab Rino dengan terbata-bata karena gugup.


" Hahah, kau ini baru juga ditanya suka atau tidak sudah grogi. Tenang saja Bung, aku tak akan mengintrogasi seperti polisi. Asalkan putriku bahagia itu sudah cukup Rin. Tapi ingat, jangan sekali-sekali kau buatnya menangis. Ingat itu! " Ayah José tertawa, ia mengijinkan Rino mendekati Ceafi.


" Baik Tuan, saya akan selalu ingat itu." Ujar Rino penuh bahagia. Sudah dapat lampu hijau nih, langsung dari pusat hehehe!


" Mulai sekarang panggil aku Ayah, jadi.. apa kau ada rencana untuk mengajak Ceafi kencan? " Tanya Ayah José mencoba memancing Rino.


" Apa boleh Ceafi saya ajak ke Semeru Tuan? A.. Ayah maksudnya, " Tanya Rino sedikit ragu-ragu. Wajahnya tertunduk malu tak berani menatap Ayah José didepannya.


" Hmm.. Semeru ya? Bolehlah, kebetulan minggu depan ulang tahunnya. Kalau begitu saya ikut, " Ayah José berpikir sejenak kemudian mengiyakan permintaan Rino.


Wah ada kejutan besar nih di hari ulang tahun Ceafi. Gimana ya nanti Rino nembaknya? Penasaran deh hihi..


***


Sore hari dirumah Ayah José, suasana rumah kini tampak ramai seperti biasa. Empat bulan rumah ini sepi karena ditinggal pemiliknya, hanya Pak Slamet yang menjaga dan Bi Minah yang sesekali datang untuk bersih-bersih. Loudra kemana ya?


Kucing kesayangan Rino telah diambil kembali saat Rino pulang dari tugas relawannya waktu itu. Sore ini Ceafi datang ke rumahnya untuk bertemu Loudra.


" Haii.. Loudra! Waaah kau semakin gemuk sekarang ya, " Ceafi langsung menggendong Loudra kucing kesayangan Rino saat datang.


" Iya dong siapa dulu yang punya, sejak aku pulang kemarin jadi manja nih Loudra, maunya dipangkuan terus. " Ucap Rino yang mengelus Loudra dipelukan Ceafi.


" Haha, yang penting bukan Mas Rino yang manja.. " Suara Ceafi dibuat seperti anak kecil. Bikin gemes dengarnya,


Mereka duduk diteras rumah berdua. Ibunya Rino begitu senang pada Ceafi. Sampai mengajaknya makan bersama. Momen pertama kali pertemuannya dengan orangtua Rino. Grogi ga Cea' ?


Kau jawablah sendiri author cerewet!


Loh, kok gitu sih Ceafi sama author galak banget ya.


***


Pukul 12 malam, dimana jam sebagai bergantinya hari baru. Jam yang menandakan bahwa detik ini telah genap usia 25 tahun Si Gadis Bule dari Perancis ini. Ayah José datang menuju kamar Ceafi dan membangunkannya,


" Bangun Ceafi sayang, " Ayah José menepuk wajah Ceafi pelan.


" Hmmh, " Ceafi hanya menggeliat malas.


" Eh ayo bangun dong. Coba lihat Ayah bawa apa? " Ayah José membuka mata Ceafi agar mau bangun.


Padahal setiap malam ulang tahunnya Ceafi selalu menunggu jam 12 datang untuk berdoa. Mungkin karena sangat sibuk dan lelah, jadi ketiduran atau mungkin malah lupa nih Ceafi.

__ADS_1


Sekali lagi Ayah José membuka mata Ceafi dan memperlihatkan kue ulang tahun didepannya.


" Hah, Ayah terjaga buat nunggu ulang tahun Ceafi? " Ceafi kaget ada kue dan lilin menyala didepan mata.


" Nona Kecilku sekarang sudah sibuk sampai lupa ini malam ulang tahunnya. " Ayah José tersenyum hangat.


" Merci cher Papa! Kau selalu yang terbaik untukku. " Ceafi mencium pipi Ayah José dan berdoa sebelum meniup lilin.


" Joyeux anniversaire Ceafiku, selalu menjadi orang baik untuk menyebarkan kebaikan. Oh iya besok kita berangkat pagi ya, kita akan mendaki Semeru. " Ucap Ayah José memberikan selamat ulang tahun. Dan Ceafi kaget saat akan diajak ke Semeru besok.


Mendaki Gunung Semeru adalah mimpi Ceafi dalam perjalanan menggenggam Pulau Jawa waktu itu. Tepat di hari ulang tahunnya mimpi itu terwujud. Tak hentinya berucap terima kasih ke Ayah José,


" Ayah nih selalu membuat kejutan yang terbaik. Merci Ayaah..! " Ceafi tersenyum bahagia dan memeluk Ayah José.


Diam-diam Ayah José dan Rino menyiapkan kejutan untuk Ceafi saat di Gunung Semeru nanti. Keperluan Ceafi pun sudah disiapkan dengan baik oleh Ayah José, persis seperti saat akan berangkat ke Indonesia waktu dulu.


***


Cahaya fajar merekah bersama doa-doa penyonsong harapan baru. Mimpi baru, langkah baru, dan hari baru dimana kaki akan terus melangkah menuju tujuan dimasa depan.


Hari spesial harus disambut dengan antusias. Bi Minah pagi ini sudah menyiapkan sarapan spesial. Nasi kuning untuk Ceafi yang sedang berulang tahun.


Semua penghuni rumah sarapan bersama seperti biasanya, ditambah satu personil yaitu Rino. Tentunya Ceafi sangat senang Rino akan menemaninya dalam pendakian Gunung Semeru nanti.


" Wah Ayah memang selalu yang terbaik, sejak kapan kau kemasi keperluanku ha? " Ceafi dibuat heran dengan Ayah José saat mengeluarkan tas carrier milik Ceafi.


" Sejak lima hari lalu, memangnya apa yang tak Ayah ketahui darimu itu Nona Kecil!? " Ayah José menatap Ceafi dengan ekspresi lucu. Memang Ayah idaman deh, pengen ga readers Ayahnya perhatian gitu, mau jalan-jalan sudah disiapin tinggal berangkat.


" Thats my father! Come on kita berangkat sebelum hari mulai terik! " Reflek Ceafi menarik lengan Rino, mereka duduk berdua di jok belakang, sedangkan Ayah José didepan bersama Pak Doni yang mengemudi.


Mobil melaju meninggalkan rumah yang asri itu. Pak Slamet dan Bi Minah tersenyum melihat Ceafi bahagia. Tak disangka akan betah selama ini di Indonesia, padahal saat datang ulahnya sudah bikin stress para penghuni rumah.


***


Perjalanan panjang menuju basecamp pendakian Gunung Semeru, namun tak akan bosan karena ada Rino dan Ayah José dengan sifat humornya yang menjadikan perjalanan tak terasa lama.


Akhirnya mereka sampai di basecamp pendakian, sebelum memulai pendakian mereka istirahat sebentar di villa yang dipesan untuk Pak Doni menginap sembari menunggu Ceafi pulang dari pendakian.


" Sebelum berangkat kita berdoa dulu ya, semoga perjalanan kita selalu dilindungi Allah SWT dan dihindarkan dari segala hal yang tak diinginkan. Berdoa dimulai, " Ujar Ayah José memimpin doa sebelum berangkat.


Hening sejenak mereka bertiga menengadahkan kedua tangan untuk memohon doa, setelah itu memulai pendakian dengan dipimpin oleh Rino.


Perjalanan dari basecamp hingga Ranu Kumbolo memakan waktu hingga 8 jam. Ranu Kumbolo yang selalu jadi spot favorit para pendaki. Danaunya yang cantik dengan pemandangan sunrise dan sunset tentunya akan melelehkan hati Ceafi.


" Akhirnya kita sampai disini, biar aku yang siapkan tenda, kau ambil air dan buat makan ya? " Ujar Rino meletakkan tas gunungnya dan mengeluarkan peralatan tenda.


" Okay, biar kau dibantu Ayah, aku bisa masak sendiri. " Ceafi berjalan ke tepi danau untuk mengambil air dan ingin melihat pemandangan bintang, lelahnya terbayarkan dengan sapaan rembulan.


" Hei Nona! Jangan bilang kau akan terjun ke danau ya, " Sahut Ayah José dan tertawa kecil dari Rino.


" Ayah suka sekali kalau mengejekku. Ada yang mau kopi? " Ceafi menawarkan kopi pada Ayah José dan Rino.

__ADS_1


Keduanya mengangguk mengiyakan. Tak berapa lama kopi sudah siap dan makanan ringan untuk mengganti tenaga.


" Biar Ayah bantu masak ya, masak ubi sepertinya enak. " Ayah José berdiri mengambil bahan makanan untuk dimasak.


" Biar Rino bantu Ayah! " Rino juga ikut membantu.


" Ayah? Sejak kapan kau jadi anak laki-laki Tuan José? " Gumam Ceafi mendengar Rino memanggil Ayah José dengan sebutan Ayah. Sepertinya ada yang aneh.


Mereka menikmati makan bersama, hingga tengah malam dengan suasana gemintang dan bulan di langit.


Rino dan Ayah José sepakat akan memberi kejutan untuk Ceafi besok saat sunrise di hadapan Ranu Kumbolo.


***


Dari ujung cakrawala warna jingga mulai terbit. Berlatar Danau Ranu Kumbolo yang jernih memantulkan detik-detik terbitnya sang surya.


Saat Ceafi bangun dan keluar dari tenda, tak terlihat Rino dan Ayah José. Dilihatnya ditenda juga tak ada. Kemana mereka ya?


Kemudian Rino tiba-tiba muncul dari belakang membawa buket bunga anggrek. Ceafi terkejut saat Ayah José juga datang membawa kotak hadiah untuk Ceafi.


" Ceafi, sejak pertama kali aku melihatmu diujung desa waktu itu. Sejak itulah aku tertarik pada parasmu yang indah. Didepan Ayah José dan disaksikan Danau Ranu Kumbolo, Ceafi Claricksa Joshington maukah kau menjadi kekasihku? " Rino duduk berlutut dihadapan Ceafi memegang buket bunga anggrek.


" Oh my god! Kau serius? Ehm.. (Ceafi menarik nafas panjang untuk mengatur jantungnya yang tak karuan), Denata Firino, berani sekali kau bilang itu didepan Ayahku ha? " Ceafi mendekati Rino dan ikut berjongkok.


" Kau membuat pagi ini semakin indah, baiklah aku terima Tuan Rino. " Ceafi mengambil bunga anggrek ditangan Rino, tanda ia menerima cintanya.


" Iyuuhuuuu!! Aku berhasil..! " Rino melompat sangat bahagia.


Ayah Josè tersenyum melihat Ceafi kemudian maju mencegah Rino dan Ceafi yang akan berpelukan, " Eh! Eh! Jangan pelukan.. Ayah saja yang dipeluk, " Ayah José memeluk keduanya seperti anak sendiri.


Memang Ceafi anaknya sendiri kan, gimana sih? Iya maksud author itu Rinonya. Protes mulu deh Cea' !


" Selamat ulang tahun Ceafi sayang, terimalah hadiah kecil dari Ayah ya, " Ayah José memberi kotak hadiah yang dipegangnya.


" Hadiah Ayah tak pernah kecil untuk Ceafi. Tapi selalu berarti dan berharga. Merci Ayaaah sayang. " Ceafi mencium pipi Ayah José.


" Ceafi ayo ikut aku, ada sesuatu disana! " Ajak Rino menunjuk pojok danau.


Ceafi mengangguk dan berjalan mengikuti Rino. Rino membawa pohon untuk mereka tanam bersama, sebagai lambang awal tumbuhnya cinta diantara keduanya.


" Pohon ini adalah cinta kita, dimana akan tumbuh dan hidup selamanya sampai nanti tua. Semoga Allah menjodohkan kita ya, " Rino tersenyum lebar.


Kalau dilihat-lihat tampan juga Rino ini, punya senyum manis pula. Pantaslah Ceafi menyukainya.


" Amiin.. ini adalah hari ulang tahun ku yang paling spesial. Terima kasih Rin, kita makan dan naik untuk summit! " Ceafi berdiri dan menggandeng tangan Rino kembali ke tenda.


Ranu Kumbolo memang tempat paling romantis di gunung. Sebagai saksi bisu awalnya kisah cinta dimulai.


Selamat ulang Ceafi


Selamat pacar barunya!

__ADS_1


__ADS_2