Ceafi & Senja

Ceafi & Senja
Flight To Sumatera


__ADS_3

" Selamat Siang, para penumpang sekalian, untuk penerbangan Maskapai XYZ dengan nomor penerbangan 123A tujuan Palembang. Kami informasikan bahwa pesawat akan take off satu jam mendatang. Mohon bagi para penumpang segera boarding melalui jalur Gate 16. Terima kasih! " Suara pengumuman petugas bandara menginformasikan bahwa pesawat sebentar lagi akan take off.


Suasana bandara siang ini tak begitu ramai. Ceafi dan Ayah José beserta rombongan dimana Prof.Jhon juga ikut serta tengah bersiap akan masuk pesawat. Yah, hari ini Ceafi akan terbang ke Sumatera untuk penelitian hutan di Pulau Sumatera. Meninggalkan Rino yang sedang menjadi relawan di pulau seberang.


Ayah José berdiri disamping putri tercintanya,


" Ready to flight?! " Ujar Ayah José menatap Ceafi yang terlihat sedikit cemas.


" Yah Im ready! Ceafi hanya sedikit gugup dengan ketinggian. " Ceafi menatap Ayahnya dan tersenyum tipis.


" Tenang ada Ayah yang siap memelukmu nanti. Lets go! " Ayah José merangkul Ceafi dan berjalan menuju pintu masuk pesawat.


***


Beberapa jam kemudian pesawat landing di Kota Palembang yang indah. Hawa yang tak jauh beda dengan hangatnya Pulau Jawa. Ceafi turun bersama Prof.Jhon dan langsung dijemput mobil dari dinas penelitian setempat.


Sesampainya di rumah dinas, Ceafi langsung merebahkan badannya karena tadi sempat mabuk udara. Mungkin karena sudah lama tidak naik pesawat kali ya.


" José! Nanti malam aku ajak dinner di restoran punya saudaraku. Nona kecilmu pasti senang, haha! " Ujar Prof. Jhon mengajak Ayah José untuk makan malam nanti.

__ADS_1


" Siap Bos! Aku ingin merebah dulu disini. " Ayah José menepuk pundak Prof. Jhon yang duduk disampingnya.


Mereka bersantai di teras rumah, disana terdapat kursi panjang untuk merebahkan badan sambil menikmati pemandangan kota.


***


Dress panjang warna hitam, dan rumpi jeans membuat Ceafi tampak elegan dan simple. Begitu dengan Ayah José yang memakai kaos polos dan jaket jeans abu-abu jadi terlihat lebih muda deh Ayah José ni. Bersamaan dengan staff penelitian lain mereka menuju restoran milik saudara Prof. Jhon yang tak jauh dari rumah dinas.


" Halo! Selamat datang Nona! Tuan! Mari mari silahkan duduk, ayo mau makan apa?! Malam ini bebas makan sepuasnya! " Begitu hebohnya Sang pemilik restoran menyambut Ceafi dan Ayah José.


" Wah Diko ini kalau ada turis bening langsung hijau mata kau ha?! " Sahut Prof. Jhon saat masuk restoran.


Ceafi tersenyum simpul pada pemilik restoran itu yang bernama Pak Diko. Otomatis jadi perhatian Nona Bulenya. Semua menikmati hidangan tradisional yang disuguhkan restoran.


Pak Diko merupakan suami dari adik perempuan Prof. Jhon. Beliau memiliki usaha restoran di Palembang yang sudah terkenal. Apalagi menu pempek yang jadi ikonnya Palembang, bahkan Ceafi merelakan dietnya demi pempek. Makin doyan makan juga Si Nona Bule.


***


Hingga larut malam mereka para staff peneliti bersama Ceafi dan Ayah José menikmati jamuan makan. Ceafi sedang memikirkan apa saja yang akan ditemukannya di petualangan Sumatera kali ini.

__ADS_1


Apakah mungkin perjalanan penelitiannya akan berhasil? Dan bagaimana perjalanan keliling Indonesianya? Lalu bagaimana antara Ceafi dan Rino? Pokoknya hanya author yang tahu jalannya cerita. Hehehe..!


Sesampainya di rumah dinas Ceafi bertanya pada Ayah José,


" Yah, Ceafi boleh tidak nanti keliling Sumatera sambil ikut tim lapangan? " Mata birunya menatap begitu menawan.


" Iya boleh asalkan jangan sendirian. Nanti kalau hilang siapa yang gantikan coba, " Ayah José mencubit hidung Ceafi.


" Mungkin Bi Minah? Atau Pak Slamet juga bisa Yah, " Ceafi mencubit wajah Ayahnya hingga terlihat ekspresi begitu lucu.


" Dasar bocah nakal, " Ayah José menggelitik perut Ceafi hingga ia tertawa geli.


Mereka bergurau hingga lupa bahwa jam sudah menunjuk pukul 01:00 dini hari. Kemudian Ayah José mengantar Ceafi ke kamarnya untuk segera tidur.


Suasana kota yang senyap telah membawa Ceafi tertidur bersama mimpi lebih cepat.


" Tidurlah Nona Kecilku dan mimpi indah. " Ayah José mengecup kening Ceafi dan menaikkan selimutnya.


Selamat malam Ceafi dan selamat menjelajahi Pulau Sumatera.

__ADS_1


__ADS_2