Ceafi & Senja

Ceafi & Senja
Jawadwipa-Perjalanan 1


__ADS_3

Pagi bersama kabar bahagia, penelitian untuk hutan di Jawa Tengah dan Yogyakarta sudah dinyatakan selesai. Prof. Jhon mengadakan rapat untuk rencana jadwal wilayah Jawa Timur.


" Ceafi nanti ajak tim lapangan rapat kecil diluar ya, jam makan siang saja Sayang. " Perintah Ayah José setelah keluar ruang rapat bersama Prof. Jhon.


" Siap Ayah, semuanya kan? " Ceafi bertanya memastikan.


" Betul Sayangku, segera urus jadwal minggu depan bersama Lily, dan jangan lupa Ayah butuh laporan minggu ini nanti sore yah, " Ayah José berjalan merangkul Ceafi.


" Sudah aku siapkan Tuan José... hehehe! " Tawa Ceafi mengejek Ayahnya.


***


Saat makan siang bersama tim lapangan yang mana ada Rino disana, Rino tak sengaja mengambil kertas yang jatuh dari kursi Ceafi. Ia melihat sebuah peta yang menunjukkan letak candi-candi di Jawa Tengah. Rino pun memberikan peta itu pada Ceafi dan bertanya,


" Maaf Cea' kertas petamu jatuh. " Rino memberikan kertas itu kepada Ceafi.


" Jatuh ya? Thankyou Rin maaf aku kurang baik menyimpannya. " Ceafi segera menyimpannya dimap bersama dengan berkas-berkas penelitian. Raut wajahnya sedikit malu.


" Untuk apa peta candinya Cea'? Apa juga untuk penelitian? " Tanya Rino.


" Ah tidak, itu aku dapat dari Pak Slamet. Kemarin malam aku bicara padanya jika aku ingin traveling. Dan Pak Slamet memberiku saran jika candi-candi di Jawa itu banyak dan unik. Thats it, " Jelas Ceafi panjang lebar pada Rino.


" Ya itu ide bagus, " Rino mengangguk tersenyum.


" Kau mau temani aku Rin? " Pertanyaan Ceafi seketika membuat Rino kaget dan tersedak.


" Apa!?! Uhuk! Uhuk!! " Rino terbatuk tersedak makanan.


" Eh Rin, aduh tenang tenang! Drink this water, " Ceafi panik dan segera memberikan air.


Keduanya saling menatap saat Ceafi memberikan air kepada Rino dan entah mengapa jantung Ceafi berdetak begitu cepat. Ada apa dengan Ceafi, akankah itu sebuah tanda suka kepada Rino.


Setelah makan siang, semua tim kembali pada pekerjaan masing-masing. Ceafi terus mengingat momen tatap mata antara dirinya dan Rino. Ia masih kebingungan dengan rasa yang terjadi saat begitu dekat dengan Rino.


" Baiklah fokus kerja Ceafi, deadline terus mendekat. " Ceafi menepuk jidatnya membangunkan lamunannya.


***


Senja membawa Ceafi terhanyut dalam belaian hangat sang jingga di cakrawala. Sore ini senja begitu berbeda, sinarnya berkilau di sepanjang cakrawala dengan sedikit gerombolan awan.


" Non, ini tehnya ya, " Bi Minah datang membawakan teh dan meletakkannya dimeja dekat Ceafi.


" Iya Bi, terima kasih ya, " Ucap Ceafi sambil tersenyum lembut pada Bi Minah.


" Njih Non sama sama, Bibi masuk dulu. " Bi Minah mengangguk dan masuk menuju dapur untuk mrnyiapkan makan malam.


" Ceafi akan menjejaki penjuru negeri ini, dan Ceafi ingin menemukan surga yang selama ini dalam lamunan. Hai Mom, andai kau ada disampingku, kau pasti akan menemaniku mencari surga itu. " Ceafi berbicara sendiri saat melihat peta itu dan membuat garis penghubung sebagai tanda titik tempat yang ingin ia kunjungi.

__ADS_1


" Mama selalu ada bersama Ceafi, dihati Ceafi selalu ada Mama. " Ucap Ayah José datang dan memeluk Ceafi.


" Ceafi lebih sering merindukan Mama sejak datang ke Indonesia. Dan.. " Ceafi menarik nafas panjang menahan air matanya.


" Ssh ssh ssht, jangan menangis putriku Sayang. Mama Jessie tidak pernah mengajarimu jadi anak cengeng. " Ayah José memeluk Ceafi erat dan jatuhlah air mata Ceafi.


Ayah José melihat selembar kertas ditangan Ceafi dan ia mengambilnya.


" Ceafi mau lihat candi ya? " Tanya Ayah José.


" Boleh kan Ayah? " Ceafi menatap Ayah José penuh harap.


" Tidak ada yang tidak boleh kecuali kau pergi sendirian. " Ayah José membelai rambut Ceafi.


" Merci Ayah Sayang.. " Ceafi tersenyum dan memeluk Ayah José erat.


***


Setelah mendapat ijin Sang Ayah, Ceafi berangkat mengunjungi candi-candi yang sudah ia rencanakan. Ditemani Rino serta Pak Doni yang mengemudikan mobil. Rino diminta untuk menemaninya karena saran dari Pak Slamet. Ceafi menghabiskan dua hari berkeliling Jawa Tengah. Tidak semua dikelilingi juga sih, Pak Doni memberi rute mulai


Karanganyar-Klaten-Semarang-Temanggung-Wonosobo-Banjarnegara-Magelang.


Perjalanan panjang ini akan membawa Ceafi menemukan banyak hal-hal baru. Rino sudah mempersiapkan diri dan Ceafi juga sudah siap dengan segala keperluannya.


" Ready?! " Tanya Ceafi pada Rino.


" Jagain Nona Kecilku ya Rin, jangan sampai dia ketinggalan di candi nanti. " Ujar Ayah José memeluk Ceafi seperti akan berpisah lama.


" Siap Tuan, saya pastikan Nona Ceafi aman terkendali, " Balas Rino mantap.


" Ayah, Ceafi berangkat ya, jangan rindu oke, j'irai bien. " Ceafi mencium pipi Ayahnya.


Setelah semua siap, Ceafi masuk mobil dan berangkat menuju perjalanan panjang. Sore memberinya salam hangat seolah berkata,


" Selamat berpetualang Nona Kecil! "


***


Ceafi dan Rino menuju kantor penelitian terlebih dahulu karena ingin menyelesaikan beberapa tugas. Itu kenapa dia memilih berangkat sore hari agar sampai ditempat pertama saat pagi hari.


Dan Karanganyar menyambut dengan mentari pagi yang cerah bersinar. Pak Doni membawa Ceafi ke suatu warung makan untuk sarapan dahulu. Setelah sarapan cukup, mereka bergegas ke candi pertama dalam daftar rute. Rino menyiapkan kamera untuk mengambil gambar di candi. Ceafi memang memintanya untuk membawa kamera karena ada kemungkinan perjalanan keliling candi ini akan menjadi sample penelitian Ceafi selanjutnya.


Sampailah di Candi Cetho, Ceafi terlihat sangat senang melihatnya. Mereka bertiga, Ceafi, Rino, dan Pak Doni berkeliling kompleks candi ditemani seorang penjaga yang menjelaskan cerita asal usul Candi Cetho. Setelah setengah jam berkeliling, Ceafi melanjutkan perjalanan menuju lokasi kedua.


Lokasi yang kedua ada di Klaten, tak butuh perjalanan panjang Ceafi telah sampai di candi kedua. Ceafi hanya menghabiskan waktu 30 menit dan bertolak menuju Kota Semarang yang sudah ia tunggu-tunggu. Sebelum perjalanan jauh lagi Ceafi mengajak Rino dan Pak Doni berhenti makan siang.


Perjalanan menuju Kota Semarang menempuh waktu 2 jam lebih 15 menit. Sepanjang perjalanan Ceafi terpesona dengan pemandangan pegunungan yang berderet dikejauhan.

__ADS_1


" Rin kalo gunung disini itu bagus tidak sih? " Tanya Ceafi pada Rino memecah bosan dimobil.


" Jelas bagus dong, Ceafi mau mendaki lagi? " Tanya Rino membuat Ceafi bersemangat menjawabnya.


" Tentulaah!! Bulan depan yah, eh ajak Dika dan Wina juga sepertinya ide bagus!? " Jawab Ceafi bersemangat.


" Memangnya Non ndak takut capek, jalan digunung tuh susah hlo, nanti bisa sakit Non kalo kecapekan, dulu bapak pernah naik Gunung Merbabu, baru dua pos dah nyerah Non. " Ucap Pak Doni bercerita.


" Pak Don curhat to!? " Sahut Rino sedikit tertawa.


" Eeeh bocah maido dikandani, tapi bener Non Ceafi jangan naik gunung di bulan yang masih sering hujan itu bahaya. Kalau mau naik mending bulan Juli, Non cuacanya sering bagus. " Ujar Pak Doni menasehati.


" Terima kasih Pak Oni, Ceafi ingin mendaki jika ada survey lapangan untuk penelitian. Terlebih pekerjaan juga sedang sibuk sibuknya. " Kata Ceafi menanggapi nasehat Pak Doni.


" Nah betul, pekerjaan diutamakan. " Ujar Pak Doni sambil terus fokus mengemudi.


Pukul 15:00 Ceafi telah sampai di candi ketiga, badannya agak lelah jadi Ceafi minta untuk istirahat sejenak dan menghabiskan waktu lebih lama. Lalu ada seorang tour guide candi yang datang dan memperkenalkan diri,


" Excuse me, mrs and mr my name is Igoen and I'm your tour guide of this beautiful temple, so may I know your name name please? " Tutur kata sang guide begitu fasih bahasa Inggris dan sangat sopan.


" Of course my pleasure mr, I'm Ceafi from Prancis. Saya bisa bicara bahasa. " Jawab Ceafi dengan lemah lembut dan tatapan mata birunya begitu anggun.


" Oh seriously! Saya bisa bahasa Prancis sedikit, boleh kita pakai bahasa Prancis? " Guide itu ternyata bisa bahasa Prancis dan tentunya Ceafi sangat welcome bicara dengannya.


" Bonne idée! Allez! " Jawab Ceafi dan tour guide itu mempersilahkan untuk berkeliling candi bersamanya. Sedangkan Rino mengekor dibelakang, diam-diam Rino mengambil gambar Ceafi. Ia bergumam dalam hati,


" Cantik juga ini Nona bule. " Rino tersenyum melihat Ceafi yang tengah asyik melihat candi.


" Rin kita ke penginapan yah, aku butuh istirahat dan nanti malam akan ada meeting sebentar jam 7. " Pinta Ceafi pada Rino dan dijawab anggukan saja oleh Rino. Mereka berjalan menuju parkir mobil dan segera pergi ke hotel yang sudah dipesan sebelum berangkat.


***


Malam gemerlap Kota Semarang menakjubkan hati Ceafi, suasana dua kali lipat lebih ramai dari Magelang. Setelah selesai meeting Rino mengajak Ceafi keluar untuk makan malam. Rino mengajaknya berkuliner di Kota Lama salah satu wisata sejarah di Semarang.


" Ini namanya Kota Lama, kota peninggalan jaman penjajahan dulu. Saat malam suasananya tidak terlalu panas, " Rino membawa Ceafi jalan menyusuri bangunan Kota Lama.


" Tidak terlalu panas kau bilang, bahkan aku rasa lebih hangat daripada rumah Rin. " Ceafi tersenyum.


" Hehe iyakah? Kita pakai sepeda ya sambil keliling dan cari makan. " Rino menyewa dua sepeda untuk berkeliling.


Ceafi dan Rino semakin dekat saja. Sepertinya ada rasa spesial diantara keduanya. Ceafi begitu senang malam ini, bisa menghabiskan malam yang begitu indah. Tak terasa sudah pukul dua belas malam, mereka telah kembali ke hotel dan istirahat.


" Thankyou for tonight Rin, bonne nuit! " Ceafi tersenyum pada Rino dan masuk kamar.


" Yah selamat malam, haahh.. (helaan nafas), malam yang indah Cea'. " Rino duduk bersandar di balkon kamar dan masih terjaga sendirian.


First night Ceafi dan Rino jalan berdua. Cieee !!

__ADS_1


__ADS_2