Ceafi & Senja

Ceafi & Senja
Umur Baru! Pacar Baru!


__ADS_3

" Haii Sayaang!! " Panggil Ceafi pada Rino.


" Iya Sayang, kau cantik sekali hari ini. Kita berangkat? " Balas Rino yang tengah menunggu Ceafi didepan rumah dengan motornya.


Udah panggil sayang-sayang terus nih. Mentang-mentang pacar baru ya, pamer mesra nih sama author.


Bilang saja kau iri ya kan!? Jomblomu akut banget deh, haha!


Hush ! Jangan keras-keras kedengeran readers tau! Ah Ceafi ga sahabat sama author, males ah!


Naah bener kan authornya iri...


***


Hari terus berganti hinggga bertemu minggu, dan minggu menuju bulan. Sudah berapa lama ya Ceafi di Indonesia ? Ah aku lupa, pokoknya sudah setahun lebih.


Pekerjaan penelitiannya sekarang kian melaju, progressnya juga semakin bagus. Para tim sangat bekerja keras demi tercapainya target.

__ADS_1


Kegiatan Ceafi dikantor juga semakin padat, karena data harus mulai dianalisa dan diolah secara detail untuk membuat kesimpulan sementara. Rapat dan diskusi menjadi agenda setiap hari.


" Aku rasa kita perlu gunakan metode lain untuk memecah data yang sedikit tumpang tindih seperti ini. Biar aku tanya Ayah sebentar ya, " Ceafi beranjak dari meja kerjanya yang dimana terdapat Lily disana.


" Baiklah biar aku kerjakan yang lain dulu. Eh Cea' ! Besok sore kalau ada waktu datang ke rumahku ya, ada acara makan besar, bolehlah datang bersama Mas Rino. " Lily tersenyum dan berkedip menggoda Ceafi.


" Baiklah, semoga Rindunya mau yaa.. " Ceafi tersenyum lebar kemudian segera menemui Ayahnya yang tengah sibuk bersama Prof. Jhon.


Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul empat sore, terdengarlah lagi nasional yang diputar pada speaker utama sehingga suaranya terdengar di seluruh kantor. Senja tengah bersiap untuk menyapa mereka yang sedang berjalan untuk kembali ke rumah. Waktu dan tempat untuk melepas penat, sejenak merebahkan badan ditemani rembulan.


" Hemm, boleh tadi Wina juga diundang sepertinya. Kita bersangkat bersama biar rame, apa Ayah José akan ikut juga? " Tanya Rino sedikit pelan.


" Tentunya begitu, tapi Ayah belum bicara padaku. Nanti kutanyakan yah, kau sedang apa Sayang? " Kata-kata Ceafi sangat lemah lembut membuat adem didengar.


" Aku lagi diteras bersama Loudra, senjanya berkilau yah hari ini. " Jawab Rino dan terdengar ia menyeruput minum.


" Yah senja selalu menyapa dengan wajah yang baru setiap hari. Tak menyesal aku jauh-jauh pindah. " Ceafi tersenyum simpul dihadapan senja yang begitu berkilau sinar jingganya.

__ADS_1


Dari belakang ada Ayah José yang akan mengganggunya, namun ia urungkan karena pasti akan ada drama rumah tangga yang tak mungkin terelakkan.


" Ehm, umur baru pacar baru! Sayang-sayang terus ya, sayangnya ke Ayah sudah digantikan oleh Mas Rino nih, " Ujar Ayah José seketika duduk disamping Ceafi.


" Tak ada senja yang hanya terlihat sebelah di mata penikmat yang lain. Senja selalu tersenyum untuk semua penikmatnya. Begitupun sayang Ceafi untuk Ayah José tercinta. " Ucap Ceafi yang kemudian bersandar di dada Ayah José.


" Nona Kecilku sudah pintar berpuisi sekarang. Shall we go for dinner? " Ayah José mengusa rambut Ceafi. Mereka pergi ke meja makan yang sudah tersaji hidangan yang dimasak oleh BI Minah.


" Besok Ayah akan ikut ke rumah Lily tidak? " Tanya Ceafi disela makan malam.


" Boleh, " Jawab Ayah José singkat.


" Ceafi berangkat sama Rino boleh? Ada Wina dan Dika juga besok, " Jelas Ceafi meminta izin untuk berangkat bersama Rino.


" Baiklaah, biar Ayah berangkat berdua dengan Pak Slamet atau BI Minah juga boleh. " Ayah José meledek Ceafi yang pamer pacar.


Suasana makan malam yang penuh tawa dan kehangatan keluarga. Kebahagiaan yang tak terharga nilainya, betah terus ya di Indonesia Nona Buleku.

__ADS_1


__ADS_2