Ceafi & Senja

Ceafi & Senja
The Three Musketeers


__ADS_3

Pagi bertemu pagi, senja kembali senja lagi, dan hari demi hari berganti. Kantor, berkas laporan, dan hutan. Tiga hal yang menjadi alasan Ceafi selalu siap sedia meski lelah sedang asyik menggelitik seluruh badan.


" Drrt!! Ting!! " Suara pesan masuk diponsel Ceafi. Ceafi meraihnya dan membuka siapa yang mengirim pesan pagi ini.


" Non, orangnya sudah dapat tapi bisa bertemunya nanti malam. " Tulis Rino mengabarkan pada Ceafi.


" Tidak masalah, jika ada data profil mereka aku boleh minta Rin, " Balas Ceafi.


" Baik Non, saya tanya mereka dulu. " Balas Rino balik.


" Call me Ceafi! " Ceafi membalas Rino ditambah emot cemberut.


Rino membalas, " Baik, maaf aku belum terbiasa Cea'. "


Ceafi menutup ponselnya, tersenyum simpul terukir dibibir tipisnya.


" Ceafi!! Ayo makan Sayang!! Sarapan sudah siap!! " Teriakan Ayah José membangunkan lamunan Ceafi. Ternyata Ceafi melamun sehabis berkirim pesan dengan Rino.


" Ayah ini bukan hutan, teriak-teriak bikin kaget, " Gerutu Ceafi saat datang dimeja makan.


" Iya Nona, Ayah hanya ingin rumah ini sedikit ramai, banyak orang tapi serasa sendirian. " Kilah Ayah José.


" Pindah saja ke pasar pastilah ramai Ayah, " Balas Ceafi sedikit ketus.


" Eh anak Ayah mulai ada humornya nih, baiklah ayo cepat kita jangan telat bekerja. " Ayah José mencolek wajah Ceafi dan hanya dibalas senyum datar.


Semua mulai menyantap makanan dan suasana hening hanya bunyi gesekan sendok dan piring. Setelah selesai sarapan, Ayah José dan Ceafi berangkat ke kantor. Hari ini tidak ada jadwal blusukan, eh pergi ke hutan maksdnya hehe..


Hanya para tim lapangan yang ditugaskan untuk menjalankan penelitian, termasuk Rino didalamnya.


Saat jam istirahat tiba, Rino menelpon Ceafi, ponsel pun berdering mengalihkan perhatian Ceafi dari monitor.


" Iya Rin? " Tanya Ceafi.


" Nanti malam jam 7 kita akan bertemu orang yang saya bicarakan tadi pagi. Tempatnya sudah mereka tentukan. " Jawab Rino.

__ADS_1


" Mereka tentukan, apa tidak sebaiknya dirumah saja Rin? " Ceafi bertanya lagi.


" Aku akan minta izin Tuan José nanti, sampai jumpa Cea'! " Rino memutuskan sambungan tanpa menunggu jawaban dari Ceafi. Mulai berani sekarang rupanya.


" Tidak sopan! " Gerutu Ceafi yang terdengar oleh Ayah José.


" Hey what happen? Putriku marah-marah dengan siapa ini? " Ayah José mendekati Ceafi.


" Hanya sedikit kesal kok tak ada apa apa. Ayo kita makan Ceafi ingin sesuatu yang sedikit pedas. " Ceafi memasang wajah manja yang membuat Ayah José gemas. Kedekatan mereka memang tak diragukan lagi.


Jam kantor masih berlanjut, semua penghuni kantor, tengah sibuk dengan jobdesk masing-masing. Ada tim peneliti yang sedang membahas teori hipotesis, ada yang asyik berdiskusi dengan Ceafi tentang hasil lapangan, siapa lagi kalau bukan Lily.


Nyanyian lagu nasional telah diputar, pertanda jam pulang telah tiba. Ceafi dan Ayah José langsung pulang, hari ini Ceafi ingin segera sampai rumah karena akan ada pertemuan dengan partner baru nanti.


Senja menyapanya disepanjang perjalanan pulang. Tatapan Ceafi tak teralihkan sedikitpun dari sang senja. Hari ini sore sangat cerah, menggambarkan hati yang ceria untuk para pecintanya.


" Ceafi! Kau mau buah, Sayang? " Tanya Ayah Josè dari ruang tamu.


" Baik Yah, eh Ceafi nanti malam mau keluar bersama Rino boleh tidak Yah? " Tanya Ceafi meminta izin


" Hmn, Rino sudah bilang dengan Ayah. Mau meeting kok di pasar malam sih. " Ayah José tertawa sinis


" Itu seperti hiburan malam, dari anak-anak hingga orang dewasa ada. Ayah juga mau ikut kalau begitu, sekalian mengenang masa lalu. Bibi mau ikut Ceafi ke pasar malam nggak? " Ayah José menawari Bi Minah ikut ke pasar malam. Sedangkan Ceafi hanya berdiri kebingungan, kadang lemot juga nih Nona Bule satu ini.


***


Rino datang menjemput Ceafi, sebenarnya Ceafi ingin berangkat bersama Ayah José tapi Ayahnya malah meminta Ceafi jalan bersama Rino. Ayahnya paham putrinya mulai tertarik pada Rino, hanya saja Ceafi malu-malu untuk bicara dengan Ayahnya.


" Here we go! Ramai sekali ya, inilah pasar malam yang Ayah jelaskan padamu. " Ujar Ayah José yang berdiri merangkul Ceafi.


" Tidak seburuk yang Ceafi pikirkan, Rin dimana orang itu? Bisakah kita bicara sekarang? " Pinta Ceafi pada Rino.


" Mereka sudah menunggu disana, mari Nona.. " Rino menunjuk kedai kopi yang ada dua orang yang saling kenal, lalu mempersilahkan Ceafi menuju tempat itu.


"Call me Ceafi! (Ceafi melotot mendengar panggilan Rino padanya), Baiklah Ayah, Ceafi kesana dulu ya. " Ceafi pamit pada Ayahnya.

__ADS_1


" Siap Nona Profesor, Ayah tunggu disini ya, jangan lama-lama nanti keburu tutup pasarnya. " Ucap Ayah José meminta Ceafi.jangan terlalu lama.


Ceafi dan Rino menemui dua orang tadi, yang ternyata itu adalah teman dekat Rino. Mereka saling sapa dan memperkenalkan diri pada Ceafi.


" Saya Wina sekarang sedang menempuh studi magister, dan ini Dika teman saya Non, kami berdua sangat senang bisa membantu projek penelitian Nona Ceafi. " Ucap Wina memperkenalkan diri dan Dika temannya.


" Ah iya, terima kasih teman-teman. Sebelumnya panggil saja aku Ceafi, kalian akan jadi rekan penelitian bersama dengan Rino mulai besok. Aku baca profilmu ternyata kau cukup bagus dibidang analisis Wina, kau bisa jadi tim analisis bersama asistenku dikantor. " Ujar Ceafi memuji Wina.


" Saya masih perlu banyak belajar. " Balas Wina merendah hati.


" Dan Rin, tolong untuk jadwal minggu depan sedikit dipercepat ya karena satu bulan lagi penelitian akan berpindah ke hutan Sumatera. " Jelas Ceafi pada Rino.


" Siap Cea'! (Rino mengangguk), Dik kita ubah tim jadi dua karena wilayah lapangan masih banyak yang belum terjamah. Kau akan jadi guide tim kedua. " Jelas Rino pada Dika.


" Hmn, bagus juga idemu. " Gumam Ceafi dalam hati.


Setelah selesai membahas pekerjaan, mereka berempat bermain beberapa wahana. Ayah José sangat bahagia melihat Ceafi tertawa lepas diatas komedi putar.


" Nona Ceafi heppi banget ya Tuan, itu lihat sampe ketawa lepas. Sepertinya sudah mulai krasan. " Ucap Bi Minah disamping Ayah José.


" Iya Bi, aku bahagia melihat Ceafi semakin betah disini. Seperti dulu saat kecil selalu main sama Bi Minah. " Ayah José tersenyum pada Bi Minah.


***


" Kalian bertiga itu sangat dekat ya, Rin? " Tanya Ceafi saat duduk istirahat setelah puas menaiki wahana pasar malam.


" Emm iya dong, eh maksudnya benar Cea'. Aku dan Wina juga Dika sudah seperti adik kakak sendiri. Dari dulu apa apa selalu bersama. " Jelas Rino.


" Wow, kalian akan jadi three musketeer tim penelitianku nanti. " Ujar Ceafi yang dibalas tertawa ngakak oleh Rino.


" What! Hahahaha!!! Kamu ini lucu sekali, itu kan judul film barbie Cea' ? " Balas Rino.


" Kau tahu? Jadi pernah menonton ya!? " Ceafi pun juga tertawa lebar.


Malam sudah semakin dingin, bintang malam semakin gemerlap seperti perhiasan berkilau cerahnya. Detik jam kian melaju tanpa peduli ia telah melewati berjuta masa lalu. Kalo berhenti berarti baterainya habis, hehehe authornya mulai deh, ngrusak majas tuh!!

__ADS_1


#peace


Malam yang penuh keceriaan untuk Ceafi. Good night my girl!


__ADS_2