
Mentari terik membangunkan keheningan malam dalam pelukan hangat mimpi-mimpi indah. Selamat pagi Kota Semarang! Meski pagi sangat terik Ceafi menyempatkan diri berolahraga. Dari jauh Rino memanggil untuk sarapan,
" Ceafi! Time for breakfast! " Teriaknya dan dibalas acungan jempol dari Ceafi.
" Okay Mas Rino! " Ceafi mengambil air minum dan segera bergabung dimeja bersama Rino dan Pak Doni.
" Habis ini kita lanjut ke Temanggung terus Wonosobo jika waktunya cukup kita lanjut Banjarnegara. " Jelas Pak Doni pada Ceafi sambil menikmati sarapan.
" Nanti ke Banjarnegaranya kita nginep, agak malam gapapa kan? " Tanya Rino.
" Tapi Nona Ceafi gimana? " Tanya Pak Doni pada Ceafi.
" Aku sih ikut saja, aku ingin besok sebelum senja sudah sampai rumah Pak. " Jawab Ceafi dengan santai.
" Yaudah kalau begitu kita segera bersiap ya, " Ucap Pak Doni.
Setelah selesai sarapan semuanya kembali ke kamar dan bersiap untuk perjalanan baru. Ceafi menghampiri Rino dan ternyata ia sedang melakukan video call dengan Ayah José.
" Rin, putriku aman kan? " Tanya Ayah José.
" Ayah ini memang Ceafi kau anggap tahanan ya, " Protes Ceafi pada Ayahnya.
" Aman Tuan! " Jawab Rino dan tersenyum ke arah Ceafi.
" Okey Ayah aku harus siap siap ke Temanung menuju kota keempat. " Ucap Ceafi yang membuat Rino tiba-tiba tertawa.
" Hahaha! Temanung itu dimana!? Temanggung Cea' lucu banget kamu. " Rino menepuk pundak Ceafi dan masih tertawa. Ceafi tampak malu dan melihat Ayahnya juga,
" Ceafi kan belum hafal, baiklah aku tutup dulu Yah. See you!! " Ceafi melambaikan tangan dan memberikan ciuman jarak jauh pada Ayahnya.
***
Pukul 11:00 mobil Ceafi telah sampai di Kota Temanggung yang hijau nan indah. Udaranya tetap terasa panas tapi tidak sepanas Semarang. Ceafi sudah keluar bersama Rino menuju kawasan candi.
" Coba lihat, itu rumah kita loh, " Rino menunjuk pemandangan gunung yang tampak berderet.
" Jadi dekat ya dengan rumah? " Tanya Ceafi.
" Iya dong, mau foto nggak!? Viewnya sedang bagus loh! " Rino mengangkat kamera yang dibawanya.
"" Oh sure! Kau bawakan tasku sebentar ya, " Ceafi bersiap untuk berfoto. Dan mereka juga foto berdua.
Banyak pengunjung yang tampak iri pada Rino karena punya kekasih seorang gadis bule. Begitu anggap mereka karena Ceafi dan Rino terlihat dekat sekali seperti kekasih.
Ceafi mengajak Rino berkeliling candi dan akan langsung bertolak ke Wonosobo karena waktu sudah siang.
Waktu perjalanan ke Wonosobo sekitar satu jam. Sebelum ke lokasi candi Ceafi meminta untuk makan siang dulu. Ia juga akan menghubungi Lily untuk menanyakan pekerjaan hari ini.
" Ceafi mau nasi megono? " Tanya Rino saat memilih menu makan.
" Apa itu Rin? " Ceafi tampak penasaran.
__ADS_1
" Nasi ada ikan terinya dan sayur, sehat kok menunya. " Jelas Rino.
" Sorry Rin, aku tidak makan teri maybe noodle or something? " Ceafi menolak dengan halusnya.
" Okay, chicken noodle yah? " Rino menawarkan mie ayam.
Ceafi hanya mengangguk dan fokus pada ponselnya. Tak lama sambungan telepon bersama Lily terhubung, keduanya bicara cukup lama membahas pekerjaan Ceafi yang dihandle oleh Lily.
" Okay Li, aku tutup dulu ya sebentar lagi mau ke candi di Wonosobo. Nanti malam aku hubungi lagi ya. " Ceafi menutup telepon dan meletakkan ponselnya dimeja.
" Gimana enak nggak? " Tanya Rino melihat Ceafi menyantap makanan yang dipilihkannya.
" Hmn its nice but too sweet for me. Tapi tak apa. Kau tak makan? " Tanya Ceafi menatap Rino dan membuat Rino deg-degan.
" Aku sudah selesai, kau sendiri asyik bicara dengan Lily. " Rino tersenyum dan tiba-tiba mengulurkan tisu ke wajah Ceafi karena melihat ada saus diwajah Ceafi.
" Apa Rin!? " Ceafi terkaget namun tak melawan.
Terjadilah tatapan indah keduanya. Jantung Ceafi serasa akan copot, begitupun yang dirasakan Rino.
" Heh, pegang-pegang anak orang! Ayo kita berangkat sudah jam dua! " Pak Doni menegur Rino.
Dan usailah tatapan indah Ceafi dan Rino. Pak Doni merusak momen deh!
Ceafi menyelesaikan makannya dan segera kembali ke mobil. Berangkat ke tujuan selanjutnya.
***
Dalam filosofi Jawa, dawet ayu dipandang sebagai simbol kehidupan yang sederhana. Didalam satu gelas dawet ayu digambarkan sebagai proses kehidupan dimana ada keras, lembut, manis, asam, gurih, dan tawarnya kehidupan. Semuanya harus dilalui dengan perjuangan dan kesabaran. Sangat dalam artinya ya.
Satu jam lebih perjalanan menuju Banjarnegara, Ceafi sampai di penginapan outdoor. Rino sengaja memilihkan tempat itu karena ingin mengajak Ceafi menikmati suasana malam di alam terbuka.
Hawanya cukup sejuk malam ini, Ceafi datang menghampiri Rino dan Pak Oni sambil membawakan minuman hangat.
" Pak Oni, Ceafi bawa kopi panas nih. Rino mau? " Ceafi meletakkan nampan berisi minuman hangat dimeja kecil dekat Rino.
" Oh iya Non, suwun yah, nanti saya mau ke bengkel dulu ya. Biar besok mobilnya siap berangkat pulang. Kebetulan ada temen Bapak disini. " Pak Doni ijin akan membawa mobil ke bengkel untuk dicek.
" Kalo gitu Rino ikut yo Pak!? " Ucap Rino sambil menyeruput kopi.
" Lho, sing jaga Non Ceafi sopo!? " Pak Doni melotot ke Rino tak mengijinkannya ikut.
" Tak apa aku sendiri, lagipula juga banyak orang. Aku bisa berbaur kok dengan mereka. " Ujar Ceafi santai.
" Lho Ceafi gapapa kok, wes ayo mangkat nanti kemaleman! " Rino menarik Pak Doni untuk segera berangkat ke bengkel.
Ceafi memutuskan untuk tidur dan membiarkan bulan menyinari mimpi indahnya bersama awan-awan yang bergerak manja disampingnya.
***
Good morning!! Suasana pagi cerah dan sejuk. Udara segar menyambut Ceafi saat keluar dari tenda. sarapan sudah disiapkan oleh pelayan villa. Ceafi memanggil Rino untuk sarapan,
__ADS_1
" Rin, ayo kita sarapan. Sudah siap dimeja loh. " Ucap Ceafi.
" Okay, aku cuci muka dulu ya, Pak Doni udah bangun? " Tanya Rino.
" Itu sudah disana. " Ceafi menunjuk Pak Doni yang sudah duduk dimeja sarapan.
Setelah semua selesai sarapan, Ceafi segera mandi dan bersiap menuju tujuan candi terakhir. Perjalanan panjangnya akan selesai hari ini.
" Ready for today? " Tanya Rino saat menghampiri Ceafi dengan tasnya.
" Lets go! " Ceafi masuk mobil dan semangatnya tak pernah pudar.
Ceafi menghabiskan waktu cukup lama di Candi Arjuna. Dan tak lupa mencoba kuliner dawet ayu yang menjadi julukan kota ini. Rasa manis dan gurih menjadi satu bersama dengan es yang menyegarkan. Duh authornya jadi ngiler.
Dan hari mulai terik, Ceafi berangkat untuk pulang. Kembali ke peraduan untuk sejenak melepas hiruk pikuk dunia.
" Terima kasih banyak Rin dan terima kasih juga untuk Pak Oni. Ceafi beruntung bersama kalian bisa berkeliling disini. Dan aku memberi nama perjalanan ini sebagai Jawadwipa. Aku mencuplik kata itu dari candi terakhir tadi. Meski tak tahu apa artinya tapi buat Ceafi itu kata yang indah. " Ujar Ceafi panjang lebar berterima kasih pada Rino dan Pak Doni.
" Hmn, nama yang bagus itu, itu menggambarkan betapa megah dan indahnya pulau Jawa. Pak Doni senang bisa menemani Nona Ceafi berkeliling negeri Tanah Jawa yang indah ini. Ketahuilah masih banyak surga yang menanti Non untuk dikunjungi. " Jawab Pak Doni.
" Aku juga sangat senang bisa menemanimu Cea' aku juga terima kasih sudah diberikan kepercayaan untuk mendampingi perjalanan ini. " Rino ikut menanggapi.
Suasana perjalanan pulang agak haru seperti sayang untuk diakhiri. Bait terakhir untuk perjalanan Jawadwipa,
Dan Senja
Dimana semua masalah mencair di horizon
Dimana sebuah keputusan ditetapkan
Dimana semua penat terbayarkan
Dan Senja
Waktu dimana akan kembali di tengah kehangatan keluarga
Kembali bercerita apakah alam masih sama
Tempat dan waktu raga kembali ke peraduan
Sejenak melepas dunia
Dan ingatlah
Pesan sang surya di kala senja
Bahwa esok
Pasti jumpa
See you on the next journey!
__ADS_1