Ceafi & Senja

Ceafi & Senja
New Culture, New Friends, New Office-NEW LIFE


__ADS_3

Dan tibalah hari Senin, hari dimana pagi banyak orang tergopoh-gopoh bergegas ke kantor. Hari pikiran penuh harapan akan datangnya weekend. Hehe, realita kan?


Tapi tidak dengan gadis bule berambut pirang dan mata biru sejernih langit Kota Magelang yang cerah pagi ini. Ceafi sudah berdandan cantik dengan stelan jas dan rok pendek selutut. Rambut disimpul sedikit dibagian atas menyisakan sebagian yang dibiarkan tergerai. Anggun sekali kau hari ini Cea'.


Semuanya sudah dimeja makan dan sarapan dimulai. Hening tak ada pembicaraan, hanya suara gesekan sendok dan piring. Ayah José bicara setelah makan usai,


" Kau suka masakan Bi Minah, Cea' ? " Ayah José mengelap tangannya dengan kain lap khusus tangan.


" Hmn, ternyata nasi lebih menyenangkan daripada sandwhich. Aku mau untuk bekal ya Bi, " Ceafi menoleh pada Bi Minah dan dibalas anggukan oleh Bi Minah.


" Trying New Culture To Treat You Better. Begitu bukan? " Ayah José menanggapi.


" Todays quote, aku ambil tas kerja dulu, ya!? " Ceafi berdiri hendak mengambil tas kerjanya diruang kerja pribadinya.


Sepuluh menit bersiap-siap, Ayah José dan Ceafi berangkat ke kantor baru. Hari ini Pak Doni yang mengantarkan mereka. Ayah José paham jika hari Senin jalanan akan sedikit macet.


" Hai! Bonjour!! " Ceafi menyapa para staf saat turun dari mobil. Logat Prancisnya begitu melekat dilidahnya. Orang-orang yang disapanya tersenyum dan menyalaminya. Meski sedikit reflek ingin memeluk tapi Ceafi bisa menahannya. Bukan seperti budaya Prancis setiap bertemu teman atau seseorang yang dikenal selalu berpelukan dan mencium wajah. Di sini hanya cukup bersalaman saja ya Cea'. Ingat New Culture To Treat You Better!


Motto yang bagus untuk mengawali Senin pagi. Prof.Jhon datang dan melihat jam menunjuk 07:50 itu tandanya waktu apel pagi.


" Ayo kita ke lobi untuk acara apel Jos, akan ku kenalkan kamu dengan semua penghuni kantor! " Prof.Jhon tertawa dan mengajak Ayah José merangkul punggungnya. Ayah José juga tertawa dan Ceafi berjalan mengekor dibelakang mereka.


" Baik semuanya, seperti yang sudah saya katakan jauh hari bahwa akan kedatangan dua ilmuwan besar dari Eropa. Saya perkenalkan Tuan José Joshington, beliau adalah teman dekat saya, seorang Profesor Doktor yang tentu sekarang sedang membatinku karena tak suka disebutkan gelarnya. " Prof.Jhon menoleh pada Ayah José menatapnya maaf.


" Oh tentu aku akan protes setelah ini, " Ayah José nyeletuk begitu saja. Semua orang tertawa dan tepuk tangan tanda menyambut Ayah José.


" Aku siap untukmu José, dan satu lagi. One and only, Mademoiselle Ceafi Claricksa Jhosington. Calon profesor muda, kalian tahu beliau baru saja menyelesaikan satu penelitian Sabtu kemarin dan berhasil memecahkan hipotesis. " Semua orang bertepuk tangan lebih meriah.


Ceafi tersenyum dan menunduk tanda terima kasih, "Terima kasih semuanya, aku masih perlu banyak belajar dengan kalian para senior disini. Terutama Prof.Jhion, " Ceafi tersenyum pada Prof.Jhon.


" Kau sangat rendah hati dan cantik tentunya, ah iya, jangan sampai kalian para single boy menggodanya, kalian harus melangkahiku dulu, " Prof Jhon menyindir para staf laki-laki yang sedari tadi memperhatikan Ceafi.

__ADS_1


" Setelah itu melangkahiku tujuh kali! " Ayah José berkomentar lagi.


" Ayah apa maksudmu? Ini dikantor kerja bukan dirumah, " Ceafi berbisik dan menatap Ayahnya sedikit tajam.


Setelah apel, Ayah José dan Ceafi menuju ruang kerjanya. Mereka berada di satu ruangan. Tentu itu request dari Ayah José yang tak mau jauh dari Sang Ceafi.


" Cea'! Welcome to the new office, senang bisa satu ruangan dengan Si Nona Kecil. " Ayah José berdiri dijendela ruangan yang tampak pemandangan kota.


" Hmn, aku tahu itu pasti rencanamu, awas saja jika banyak protes, " Ceafi menggumam pada Ayahnya.


" Awas saja jika kau kabur ha, " Ayah José balik menimpali sambil mencubit hidung Ceafi.


" Ayah! Jangan merusak hari Seninku yang cerah, " Ceafi tampak cemberut.


Akhirnya mereka berdamai, Prof.Jhon memberikan berkas hasil survey objek penelitian. Ceafi dan Ayah José segera menganalisis data tersebut. Pekerjaan dimulai.


***


" Permisi Nona Ceafi, mau makan siang bersamaku? " Lily sedikit menunduk hormat.


" Oh yeah, tentu! Hmn, panggil saja aku Ceafi. Aku lebih muda darimu, aku yang harus lebih hormat padamu Miss Lily. " Ceafi tersenyum pada Lily.


" Ahh itu pantas bagiku, anda atasan saya Nona, baiklah ayo kita makan sekarang sebelum waktu istirahat habis. " Lily memegang lengan Ceafi mengajaknya keluar untuk makan siang.


Oh iya, author lupa introducing tokoh Lily diepisode sebelumnya. Sebenarnya sudah tapi hanya tersirat. Daripada bingung, so please welcome! Lily Amalia seorang wanita karir yang cantik. Badan tinggi semampai dan kulit kuning langsat begitu menggoda.


Prof.Jhon memilih Lily sebagai asisten Ceafi karena dilihat dari rekam jejak karirnya. Lily adalah pekerja keras, gesit, dan pandai membaca karakter orang sehingga dia tau bagaimana menyikapi orang dengan masing-masing karakter.


Mereka makan siang bersama dikantin kantor. Ayah José tak ketinggalan juga, ikut bergabung dengan Lily dan Ceafi. Meski membawa bekal dari rumah, Ceafi sangat menikmati makan siang hari ini. Banyak para staf kantor yang juga bergabung dimeja makannya. Suasana kekeluargaan dikantor ini membuat Ceafi kagum. Orang Indonesia memang terkenal ramah.


You got a lot of new friends, Ceafi!

__ADS_1


Jam kerja kembali berlanjut, semua pegawai telah kembali ke ruang kerja masing-masing. Prof.Jhon dan Ayah José sedang menyusun hipotesis untuk dasar rancangan penelitian. Sedangkan, Ceafi larut dalam lembaran data survey untuk dianalisis.


" Lily! Aku mengirim beberapa file definisi objek penelitian. Tolong kau kelompokkan spesifikasinya ya, aku butuh besok pagi." Ceafi bicara dengan Lily lewat telepon kantor.


" Siap, Nona! Sore ini pun aku siap, " Lily tersenyum. Kemudian mereka lanjut kerja lagi.


Awal kerja yang cukup sibuk. Baru masuk saja sudah berhadapan dengan tumpukan file berkas. Begitulah pekerjaan jadi peneliti, harus jeli dan teliti, betul kan?


Hal itu adalah makanan wajib bagi Ceafi dan sudah dianggapnya hal biasa. Apalagi Ayah José yang menjadikan kegiatan penelitian sebagai hobi baginya.


Penelitian ialah upaya pencarian informasi untuk memecahkan suatu masalah dengan metode ilmiah. Wuehe kaya Mbah Google aja nih author.


Kegiatan penelitian itu seperti jadi seorang detektif, dimana masalah harus dipecahkan dengan pengumpulan data, data ini bagai teka-teki yang nantinya jadi petunjuk hasil akhirnya.


***


Pukul 16:00, lagu nasional pun diputar keras hingga terdengar ke seluruh bilik kantor. Semua orang berkemas dan siap-siap akan pulang.


" Harimu menyenangkan, Nona? " Sapa Pak Doni sambil membukakan pintu mobil untuk Ceafi.


Ceafi tersenyum lebar, " Hariku terasa seperti hidup baru disini. Terima kasih telah menunggu Pak Oni! " Cara Ceafi memanggil Pak Doni sedikit lucu.


" What have you got today My little girl? " Tanya Ayah José dalam perjalanan pulang.


" My day was new. I got new friends, new office, new culture, I think its a new life, right? " Jawab Ceafi dengan wajah berseri.


" Hmn, Ayah mengajakmu pindah diwaktu yang tepat. " Ayah José mengusap kepala Ceafi.


" Kita lihat kedepannya akan bagaimana. Ayo cepat aku tak ingin melewatkan senja yang cerah ini! " Ceafi meminta Pak Doni untuk melajukan mobil lebih cepat.


Dasar Bocah Senja.

__ADS_1


__ADS_2