Ceafi & Senja

Ceafi & Senja
Aku Pergi Sebulan Saja


__ADS_3

" Ceafi! Ini laporan yang sudah aku ringkas untuk wilayah Jawa Barat. Oh iya kapan rencana Pulau Sumatera? " Tanya Rino saat datang ke kantor Ceafi untuk memberikan berkas laporan lapangan.


" Hmn, thankyou Rin! Aku masih belum memutuskan sepertinya awal bulan Juni. Mungkin biss lebih awal. Kau sudah makan? " Ceafi menatap jam tangannya terlihat saatnya istirahat makan siang.


" Not yet! Ceafi mau makan? Ayo ikut aku ada warung yang enak, " Tiba-tiba Rino menarik tangan Ceafi dan diajaknya ke sebuah warung makan tak jauh dari kantor.


Mereka tampak berduaan seperti sepasang kekasih. Apalagi pesona Ceafi yang menjadi perhatian para bujang, banyak yang iri dengan Rino karena makan dengan seorang gadis bule nan cantik mempesona.


Meski Ceafi tahu bahwa dirinya sedang menjadi perhatian banyak pria, ia tetap dingin dan cuek saja. Tiba-tiba bunyi ponsel Rino berdering,


" Ya hallo! " Ucap Rino saat mengangkat telepon.


" Iya benar saya Rino, ada apa ya? " Tanyanya dengan seseorang yang meneleponnya.


" Mas Rino mendapat panggilan relawan ke NTT ya, jadwal pemberangkatan hari sabtu besok. Untuk perlengkapan dan lain-lain sudah disiapkan. Kami tunggu di bandara jam 10 pagi ya Mas, " Jelas orang itu yang terdengar suaranya seorang wanita.

__ADS_1


" Oh iya baik, Mbak! Saya akan langsung ke sana lebih awal. Terima kasih! " Rino menutup telepon dan lanjut makan.


" Kau mau pergi? " Tanya Ceafi.


" Iya, kebetulan Non, eh maksudnya Ceafi, jadi gini saya mendapat panggilan relawan tim evakuasi bencana di NTT pulau yang ada dekat dengan Bali. Sekitar satu bulan, " Jelas Rino.


" Sebulan? Lama Rin, terus yang bantu aku di lapangan siapa? " Wajah Ceafi tampak cemas.


" Aku hanya pergi sebulan, makanya laporan aku selesaikan secepat mungkin dan karena Dika juga ikut jadi sementara aku dan Dika diganti oleh Pak Gun dan Reza. " Jawab Rino sambil menatap Ceafi yang tampak cemberut.


" Baik Nona, " Rino tersenyum lebar ke Ceafi.


Hati Ceafi merasa bergetar saat dekat dengan Rino. Begitupun dengan Rino, jantungnya terasa berdetak kencang saat mendengar ucapan perhatian dari Ceafi. Rasanya ada sesuatu yang aneh.


Semua kesibukan kantor berlanjut setelah waktu istirahat. Hingga senja datang menyapa, Ceafi baru saja keluar kantor. Hari ini kerjaannya cukup banyak yang harus selesai hari ini juga.

__ADS_1


***


Ceafi sedang melamun dimeja bacanya. Ia memikirkan ucapan tadi siang bersama Rino. Sedikit heran bagaimana bisa dia begitu khawatir saat Rino akan pergi.


Ayah José datang membuyarkan lamunannya,


" Anak Ayah kenapa? " Ayah José duduk merangkul Ceafi.


" Ya Allah, Ayah kau mengagetkanku, Ceafi cuma memikirkan apakah penelitian ini akan berjalan sesuai target atau tidak. Aku hanya sedikit khawatir karena... " Ucapan Ceafi langsung dipotong Ayah José.


" Karena kita akan membuat suatu sejarah lagi. Dengar Ceafiku Sayang! Kau sudah melakukan yang terbaik Ayah sangat bangga atas semua raihan Ceafi. So, jangan khawatir Ayah akan selalu ada bersama Ceafi. " Ayah José memeluk Ceafi erat.


" Makan malam sudah siap? Ceafi lapar. " Wajah manjanya bikin Ayah José gemas dan mencubit hidung mancungnya. Terlupakan sudah pikirannya terhadap Rino.


Makan malam dirumah Tuan José Joshington, semua tampak menikmati masakan Bi Minah. Mereka saling bergurau seperti keluarga kandung sendiri.

__ADS_1


Malam kian larut, udara dingin dan nyanyian binatang malam menemani manusia yang sudah merajut mimpi. Bersiap untuk bangun dan bangkit menemui kenyataan dan harapan.


__ADS_2