
Setelah ganti baju, mereka pergi ke kantor. Dan seperti tak terjadi apa-apa, mereka bersikap biasa, bekerja seperti biasanya. Padahal mereka baju saja melakukan hal yang sangat ke ji dan mengerikann. Namun, mereka bahkan masih berwajah datar, tanpa merasa takut. Mungkin karena ini bukan pertama kalinya, tapi sudah berkali-kali, jadi mereka sudah terbiasa menghadapi hal seperti itu. Bahkan mereka mungkin sudah melakukan hal yang jauh lebih buruk dan mengerikan dari pada itu.
Saat Rayyan fokus bekerja, tiba-tiba saja, Farhan datang dan mengatakan jika ada Salsa di luar dan ingin bertemu dengannya.
Rayyan pun meminta Farhan untuk memanggil satpam dan mengusir Salsa dari sana. Farhan yang mendapatkan perintah itu pun langsung mengerjakannya. Tak peduli jika nanti ia akan mendapatkan kemarahan dari Reyhan. Bagi Farhan, majikannya adalah Rayyan, jadi ucapan yang harus ia patuhi pertama kali adalah ucapan Rayyan dan masalah yang lain, akan ia urus belakangan.
Di luar sana, Salsa meronta-ronta karena ia ingin sekali bertemu dengan Rayyan, sayangnya dua satpam itu malah menyeretnya keluar dari sana tanpa perasaan. Bahkan Farhan pun hanya melihatnya tanpa menolongnya sama sekali.
"Mas Farhan tolong aku. Aku cuma ingin bertemu Mas Ray aja, sebentar. Aku janji," pinta Salsa memohon.
"Maaf, Non. Tapi hari ini Tuan Ray gak bisa di ganggu. Jadi, Non bisa segera pergi dari sini. Atau saya tidak akan segan-segan memerintahkan mereka buat melempar Non Salsa ke jalanan," ancamnya membuat Salsa murka.
"Mas Farhan itu hanya asisten Mas Ray aja, jangan berlaku tidak sopan sama aku," ucap Salsa kesal. Ia bahkan menghempaskan kedua tanganya yang di pegang oleh dua satpam yang berdiri di sisi kanan dan sisi kirinya.
"Emang Non Salsa, siapa? Sampai saya harus menghormatinya?" tanya Farhan membuat hati Salsa berdenyut nyeri.
"Ingat! Non Salsa itu hanya anak dari seorang manager. Tidak ada yang spesial dari Non Salsa. Bahkan pangkat saya pun jauh di atas Papanya, Non. Jadi, jangan berlagak seakan Non Salsa itu lahir dari seorang penguasa, sehingga permintaan Non Salsa harus di turuti. Dan lagi, Tuan Rayyan, tidak suka di ganggu. Dan Tuan Ray, juga sudah mewanti-wanti saya agar selalu menjauhkan Non darinya. Jadi, tolong kerjasamanya agar tidak membuang-buang waktu saya yang berharga ini," tuturnya dingin dan datar. Bukannya ingin sombong, namun ia juga sudah jengah dnegan sikap Salsa yang tak tau malu itu. Sudah ditolak, masih saja berusaha mengejarnya.
__ADS_1
Saat Salsa dan Farhan lagi berdebat, tiba-tiba datang seseorang menggunakan sepeda motor sport. Ia membuka helmnya dan turun dari sepeda motor itu setelah menaruh helmnya di atas jok sepeda motor.
"Bosmu mana?" tanya Khanza dengan suara dingin. Melihat kedatangan Khanza, Farhan pun merasa tertegun. Tak menyangka jika wanita itu akan datang sendiri ke perusahaan. Padahal dari kemaren dirinya dan anak buahnya bahkan sudah bekerja keras untuk bisa mengetahui keberadaannya. Tapi ini, Khanza datang tanpa mengkonfirmasi apapun. Ini seperti kejutan buat Farhan dan mungkin Rayyan pun jauh lebih terkejut dari pada dirinya.
"Ada di dalam, Non. Mari saya antar," ucap Farhan sopan.
"Mas Farhan gak adil, aku mau ketemu Mas Ray gak boleh. Tapi wanita itu, bahkan dengan santainya bisa memasuki perusahaan," protes Salsa tak terima.
"Emang kamu siapa?" tanya Khanza sambil menatap Salsa.
"Benarkah? Aku gak menyangka jika Rayyan punya calon istri seperti dirimu. Bahkan di lihat dari sudut manapun, kamu tidak menarik sama sekali," cicit Khanza membuat Salsa murka.
"Dasar sialan." Salsa ingin menghampiri Khanza dan menamparnya, sayangnya, Farhan berusaha melindunginya. Bahkan ia mendorong Salsa dengan kasar sampai Salsa jatuh ke lantai.
"Usir dia dari sini. Jika berontak, pukul aja dan lempar dia ke jalan," ucap Farhan memberikan perintah kepada satpam yang ada di hadapannya.
Dua satpam itu pun langsung melakukan yang di perintahkan oleh Farhan. Salsa terus berontak, ia tak terima di perlakukan seperti ini. Dan lagi, ia tak terima adaa wanita yang bahkan bisa menemui Rayyan dengan leluasa, sedangkan dirinya hanya untuk bertemu Rayyan aja sangat susah.
__ADS_1
Di saat Salsa mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan, berbeda dengan Khanza. Ia bahkan sangat dihormati oleh Farhan. Karena entah kenapa Farha merasa jika Rayyan sudah jatuh hati sama Khanza dan bisa jadi suatu saat nanti Khanza akan menjadi majikannya.
Farhan mengajak Khanza melewati lift khusus. Sehingga beberapa karyawan yang melihat hal itu pun mulai berbisik. Karena ini pertama kalinya ada wanita yang menggunakan lift itu. Padahal lift yang khusus itu tidak boleh di masuki kecuali oleh Fahran dan Rayyan.
"Apakah dia calon istri Tuan Ray?" tanya mereka kepada rekan kerjanya.
"Aku mana tau, tapi mungkin bisa jadi iya. Tuann Farhan saja sampai menaruh hormat padanya," balas rekan kerja yang lain.
Mereka terus berbisik membicarakan masalah Khanza yang datang ke perusahan. Sedangkan Farhan dan Khanza sendiri, kini sudah tiba di depan ruangan Rayyan.
Tanpa aba-aba, Khanza membuka pintu ruangan itu dengan kasar. Membuat Rayyan sangat kaget hingga tampa sadar mengumpat kasar.
"Sialan," cetus Rayyan marah. Namun setelah ia melihat siapa yang datang, Rayyan pun langsung terdiam.
"Maaf, Tuan. Nona Khanza datang ingin bertemu dengan Anda." ucap Farhan ramah.
"Hmm ... kamu bisa keluar," usirnya. Dan Farhan pun langsung pergi dari sana, sehingga kini di ruangan itu hanay ada mereka berdua. Rayyan dan Khanza.
__ADS_1