
Baru juga keluar lagi dan lagi, mereka ada yang mengikuti. Kali ini, Rayyan yang akan beraksi dan meminta Khanza dia karena dia baru sembuh. Khanza pun mengikuti kemauan Rayyan, lagian ia percaya RAyyan bisa mengatasinya. Sedangkan Farhan yang main setir, ia dan Rayyan seakan bekerja sama buat mengalahkan mereka, Zahra dan Khanza hanya duduk cantik dan membiarkan para kaum adam yang menyelesaikan mereka.
Dan benar, tak butuh waktu lama buat Rayyan akhirnya bisa menumbangkan dua mobil yang ada di belakang.
"Ck ... kekuatan mereka cuma segitu, tapi sudah berani mengikuti kita," omel Rayyan kesal karena ternyata mereka tidak sesuai ekspetasinya.
"Santai, nanti di sana kamu akan mendapatkan lawan yang seimbang," ujar Khanza.
"Emang kita mau ngapain? Bukannya kita mau ke perusahaan kamu?" tanya Rayyan.
"Hemm, tapi kan perusahaan aku itu berbeda seperti yang kamu tau. Perusahaan aku satunya lagi itu membasmi kejahatan dan menerima uang dari mereka yang butuh jasa untuk membunuh, atau memata-matai seseorang." balas Khanza.
"Aku tau, Zahra sudah menjelaskan semuanya," tutur Rayyan membuat Khanza mendegus, karena ternyata Zahra sudah menjelaskan perusahaan yang mereka jalani. Zahra yang namanya di sebut pun hanya diam, takut jika Khanza marah padanya.
__ADS_1
"Ini kemana?" tanya Farhan karena ia belum pernah pergi ke perusahaan tanpa nama, ia hanya pernah pergi ke Perusahaan Khz Tecknology.
"Lurus aja, gak usah belok, nanti misal nanti ada jalan kanan atau kiri, pilih kiri, lalu lurus terus sampai mentok, pilih kanan, lalu lurus lagi sampai ada perempatan, pilih kiri, lalu lurus lagi pilih kiri lagi, lanjut, pilih kanan, di pertingaan, pilih kiri, lalu lurus dah, nyampek deh."
"Astaga," Farhan yang mendengarnya pun sampai bingung sendiri dan meminta Zahra menjelaskannya secara perlahan dan Zahra pun tidak keberatan untuk melakukannya.
Setelah sampai di depan perusahaan tanpa nama, saat melihat kedatangan Khanza dan Zahra, para karyawan sana pun sangat senang berbeda dengan karyawan di Khz yang penuh dengan hormat.
Khanza dan Zahra pun langsung bertos ria dengan mereka dan mengenalkan Rayyan dan juga Farhan.
Khanza meminta semua pekerjaan yang belum terselesaikan.
Ada yang sampai berani bayar sepuluh milliar. Melihat hal itu, Khanza tertarik. Lalu ia membaca data diri yang menyewa jasa, serta target yang harus di lumpuhkan.
__ADS_1
"Tidak cukup sulit, baiklah, aku akan mengambil beberapa untuk aku kerjakan hari ini dan besok. Kalian urus yang kecil-kecil saja," tutur Khanza sambil memberikan dokumen itu pada Zahra, RAyyan dan Farhan.
Mereka pun membacanya dengan seksama.
"Kita akan bergerak hari ini?" tanya Zahra.
"Sepertinya iya, kita harus menyamar tentunya. Usahakan selesai tepat waktu, agar nanti malam kita melakukan tugas selanjutnya. Nanti misal yang ini selesai, kita bisa balik pergi ke Perusahaan Khz, lalu lanjut jalan-jalan. Sebelum akhirnya kita akan berperang lagi untuk menyelesaikan semua misi," balas Khanza dan Zahra pun mengiiyakan saja.
"Tapi ini berbahaya loh," ujar Rayyan mengingatkan, bukan karena takut, tapi lebih ke Khanza aja, ia takut kondisi Khanza kembali drop.
"Kamu takut?" tanya Khanza.
"Aku gak takut sama siapapun kecualli Tuhan dan kedua orang tua aku. Cuman yang aku fikirkan adalah kamu, bagaimana kalau ini biar aku dan Farhan aja yang mengurusya?" tanya Rayyan. Sebenarnya ia bisa aja meminta Khanza membatalkan kerja sama yang cukup berbahaya itu, Rayyan bahkan rela menggantikan semua uang kerugiannya. Hanya saja, ia tak ingin Khanza marah, terlebih perusahaan ini emang didirikan untuk melakukan hal yang memang membahayakan dan dengan resiko yang cukup besar.
__ADS_1
"Enggak boleh, kita harus selesaikan bersama-sama, biar cepat beres juga dan bisa fokus ke yang lain."
"Baiklah." Rayyan mengalah, tapi ia berjanji akan melindungi Khanza sebisa dan semampu dia, walau harus nyawa yang jadi taruhannya.