CEO Kejam Dan Romatis

CEO Kejam Dan Romatis
Kemarahan Yunita


__ADS_3

Sore hari, Rayyan dan Farhan memilih pulang ke kediaman utama. Karena seperti biasa, Yunita menelfon Ray dan Farhan berulang-ulang dan meminta mereka untuk pulang. Padahal Rayyan betah berlama-lama di ruangannya karena di sana ia bisa melakukan sesuatu untuk Khanza.


Walaupun ia gak bisa melihat Khanza, tapi setidaknya Khanza bisa melihat apa yang dia lakukan. Beberapa kali, Rayyan menulis sesuatu dan mengarahkannya ke kemera.


Mungkin Rayyan terlihat seperti orang bodoh, tapi ia tidak peduli akan hal itu. Saat ini, ia hanya ingin Khanza tau, jika dirinya sudah jatuh cinta padanya dan berharap jika suatu saat nanti Khanza akan membalas cintanya danĀ  menerima dirinya menjadi kekasihnya.


Saat sampai di rumah, raut wajah Rayyan langsung terlihat kesal. Pasalnya saat ini, ada Salsa dan Papanya yang datang ke rumahnya. Rayyan pun akhirnya memilih untuk pergi ke paviliun tempat Farhan.


Farhan pun tidak keberatan jika Rayyan memilih bersembunyi di tempatnya. Ia malah mendukung akan hal itu.


Saat Rayyan duduk santai di ruang tamu di Paviliun belakang, tiba-tiba hpnya berbunyi. Ternyata Yunita tengah menelfon.


"Kamu dimana?" tanyanya tanpa basa-basi.


"Ada di paviliun belakang."


"Kenapa ada di sana. Pulang!"


"No, aku gak mau. Di rumah itu ada Salsa dan Papanya."

__ADS_1


"Apa salahnya jika kamu bertemu Salsa sebentar. Mommy tidak akan meminta kamu menikahinya. Tapi paling tidak, hormati Salsa dan Papanya yang jauh-jauh datang ke sini untuk bisa bertemu dengan kamu."


"Aku malas, MOm. Tolong ngerti kondisi aku."


"Boy?" tekan Yunita kesal.


"Okay, aku pulang." Mendengar Yunita marah, Rayyan mengalah. Ia akhirnya pamitan pada Farhan dan segera pulang. Ia berjalan melewati pintu samping rumah sehingga ia tidak bertemu Salsa.


Rayyan pergi ke dapur dan meminta Bibi membuatkan minuman dingin, ia sangat haus. Sambil menunggu minuman, Rayyan duduk santai di dapur dan memainkan HPnya.


Sejak tadi siang, Khanza sudah tidak ada kabar lagi. Padahal Rayyan sangat merindukannya.


Bibi membawakan minuman buat Rayyan, Rayyan langsung meminumnya hingga menyisakan setengah. Ia tetap tidak beranjak dari sana, dan masih terus memainkan Hpnya. Hingga Yunita datang dan menegurnya.


"Kenapa kamu ada di sini?" tanya Yunita marah.


"Lalu aku harus ada di mana?" tanya balik Rayyan.


"Kamu harus pergi ke ruang tamu dan temui Salsa," ucap Yunita.

__ADS_1


"Aku gak mau, Mom. Tolong jangan paksa aku. Aku gak bisa bertemu dengan seseorang yang tidak aku suka," balas Rayyan dengan raut wajah datarnya.


"Kasihan Daddy, Boy. Dia malu kepada Paman Sandy. Karena Salsa ingin bertemu kamu, tapi sulit sekali. Bahkan saat Salsa datang ke perusahaan pun, kamu meminta Farhan untuk mengusirnya."


"Kenapa sih, Mom. Daddy gak bisa tegas. Aku tau, Daddy orangnya gak tegaan, tapi apakah harus mengorbankan aku. Aku bahkan sangat muak hanya melihat wajah wanita itu."


"Boy, kita gak boleh seperti itu, Nak," ucap Yunita.


"Sudahlah, MOm. Aku capek, aku ingin istirahat." Rayyan beranjak dari tempat duduknya, dan pergi meninggalkan Yunita. Rayyan pergi ke kamarnya lewat lift.


Sedangkan Yunita hanya bisa menatap kepergian putranya itu. Di satu sisi, ia merasa kasihan pada Rayyan, ia mengerti jika Rayyan tidak mau bertemu Salsa. Akan tetapi di sisi lain, ia kasihan pada suaminya.


Karena gara-gara Rayyan yang bersikap seenaknya, Salsa mengadu pada papanya. Dan kini mereka datang ke sini, untuk meminta Reyhan dan Yunita memberitahu Rayyan, agar tidak memperlaukan Salsa seperti orang asing, menyeretnya dan melemparkannya ke jalan.


Mendengar hal itu, Reyhan pun meminta maaf, begitupun dengan Yunita. Untuk hal ini, bawahannya pun tidak ada memberitahu Yunita, sehingga Yunita tidak tau menau tentang dua satpam yang menyeret Salsa bahkan melemparkan Salsa ke jalan.


Dan kini, Salsa masih menunggu Rayyan meminta maaf padanya Tapi sayangnya, jangankan meminta maaf, Rayyan bahkan masih enggan untuk menemui Salsa. Karena baginya, Salsa itu hanya sok polos dan terlalu banyak drama.


Yunita kembali ke ruang tamu dan meminta maaf serta memberitahu Salsa dan Sandy, kalau Rayyan tidak bisa ditemui saat ini. Mendengar Yunita berbicara seperti itu, Salsa pun merasa kecewa. Lagi dan lagi, ia merasa Rayyan sengaja menghindar darinya dan mencampakkannya begitu saja.

__ADS_1


Akhirnya Sandy dan Salsa pun pamit pulang, mereka pulang dengan rasa kecewa. Melihat raut wajah kecewa mereka, Reyhan pun hanya bisa diam. Ia malu dan ia merasa gak enak kepada temannya itu. Yunita pun hanya bisa menghibur suaminya agar suaminya tidak merasa sedih atas kelakuan putra mereka yeng kelewatan dingin dan tidak punya hati itu.


__ADS_2