
Khanza, Zahra, Rayyan dan Farhan, mereka tengah fokus mengerjakan pekerjaan di Khz Techonoly. Mereka menatap ke layar komputer dan laptop mereka masing-masing. Yah, Khanza dan Zahra pakai komputer sedangkan Rayyan dan FArhan memakai laptop. Sedangkan di hadapan mereka juga ada tumpukan berkas yang harus mereka baca dengan teliti, jika sudah selesai, maka Khanza dan Zahra siap untuk tandatangan.
Rayyan dan Farhan tak mengeluh sedikitpun, karena mereka sudah terbisa dengan pekerjaan sebanyak ini. Dan karena di kerjakan bersama, dalam waktu tiga jam, semua pekerjaan pun akhirnya terselesaikan. Mereka pun istirahat sejenak sambil melihat jam yang masih menunjukkan pukul setengah empat sore.
"Masih ada waktu untuk jalan-jalan," ucap Khanza.
"Ya, kita harus makan-makan dulu nih, lalu jalan-jalan ke pantai terdekat sambil main air. Mantap tuh," balas Zahra yang sudah tak sabar ingin pergi ke pantai, karena ia sudah lama tak pergi ke pantai karena kesibukannya.
"Aku setuju," sahut Farhan.
__ADS_1
"Aku juga," jawab Khanza.
"Aku sama seperti Khanza," tutur Rayyan sambil menatap ke arah Khanza yang terlihat cantik padahal make upnya sudah luntur karena Khanza yang memilih untuk cuci wajahnya biar segar, namun walaupun tanpa make up sekalipun, Khanza terlihat sangat cantik dan bersinar.
Akhirnya mereka pun segera beranjak dari tempat duduknya dan pergi mencari resto terdekat.
Sepanjang jalan, para karyawan sedikit melirik ke arah mereka. Rayyan yang jalan duluan sambil menggandeng tangan Khanza, sedangkan di belakangnya Zahra yang berjalan sambil di gandeng oleh Farhan.
Saat sampai di resto, mereka mencari tempat tersendiri, misalnya Zahra dan Farhan mereka memilih untuk duduk di pojokan, sedangkan Khanza dan Rayyan memilih duduk dekat jendela, sengaja pisah agar bisa lebih dekat satu sama lain.
__ADS_1
Khanza memesan makanan yang paling enak, sedangkan Rayyan ia hanya mengikut saja. Toh apapun yang di pesan oleh Khanza, pasti ia makan bahkan jika itu racun sekalipun. Yah, mungkin karena Rayyan sudah bucin sehingga ia rela melakukan apapun demi Khanza.
Setelah makanan datang, Khanza dan Rayyan mulai menyantap hidangan mereka, namun sesekali Rayyan menyuapi Khanza dan Khanza pun tak menolaknya, ia menerima suapan dari Rayyan. Bahkan Khanza juga mau melakukan hal yang sama, yaitu menyuapi Rayyan. Rayyan tentu dan sangat antusias sekali, karena baginya makan dari tangan Khanza, jauh lebih enak dari pada makan sendiri.
Sedangkan Zahra dan Farhan, mereka masih malu-malu kucing walaupun sudah cukup dekat. Mereka hanya mengobrol biasa tanpa ada adegan suap-suapan.
Selesai makan, barulah mereka melanjutkan perjalanan mereka menuju pantai yang cukup jauh sekitar se-jaman. Tapi tak apa, sekalian nanti bisa lihat matahari terbenam. Pasti suasananya akan jauh lebih romantis dan pemandangannya pun pasti lebih menyenangkan.
Sepanjang jalan, Farhan dan Zahra lah yang menyetir, awalnya Farhan. Namun di tengah jalan, Zahra merasa kasihan, akhirnya ia pun yang menggantikan posisi Farhan.
__ADS_1
Tentu, Farhan menolak, tapi karena Zahra memaksa, akhirnya Farhan pun mengiyakan saja, dari pada ribut dan mengganggu Rayyan dan Khanza yang lagi ngobrol sambil bersender satu sama lain, menikmati perjalanan dengan canda tawa.
Melihat Rayyan bisa tertawa bahagia, Farhan pun ikut bahagia rasanya. Tak menyangka, akhirnya Rayyan sudah menemukan sumber kebahagiaaannya, begitupun dengan dirinya. Yang kini mulai menyayangi Zahra, bahkan mungkin bisa di bilang, ia sudah jatuh hati, namun ia tidak bisa seperti Rayyan yang terang-terangan, karena Farhan sedikit pemalu dan grogi.