CEO Kejam Dan Romatis

CEO Kejam Dan Romatis
Mencuri Kiss Diam-diam


__ADS_3

Setelah perutnya terasa kenyang, Khanza pun merebahkan tubuhnya di sofa. Habisnya dia mau ngapain lagi, mau keluar, pintunya masih belum bisa di buka. Hp gak dia bawa. Mau pinjem Hp dan laptop Rayyan pun juga tidak di perbolehkan. Mau manjat dari jendela, takut membuat orang heboh. Akhirnya Khanza memilih tidur-tiduran namun siapa sangka, jika dirinya akan terlelap. Mungkin karena efek kenyang, terlebih semalam ia begadang. Membuat Khanza dengan mudahnya tertidur.


Melihat Khanza memejamkan mata, dengan nafas yang teratur, Rayyan menghampirinya. Ia berjongkok di samping kursi dan menatap wajah Khanza.


"Aku gak tau kenapa, setiap ada di dekat kamu, hatiku berdebar. Ini pertama kalinya dalam hidupku aku merasakan hal seperti ini. Setelah dua puluh sembilan tahun lamanya aku hidup, aku mulai bisa merasakan getaran itu. Aku tau, kamu tidak mencintai aku. Tapi izinkan aku mencoba untuk mendekati kamu dan membuat kamu merasakan cinta yang aku rasakan." Dengan hati-hati, Rayyan mencium kening Khanza. Lalu ia mengangkat tubuh Khanza dan membawanya ke kamarnya. Yah, Khanza adalah orang pertama yang akan menempati kamarnya selain dirinya. Bahkan Farhan, yang selalu dekat dengannya pun, tidak diizinkan masuk ke kamar itu. Karena bagi Rayyan, kamar itu adalah miliknya, privasinya dan tidak boleh ada orang masuk selain dirinya. Tapi sekarang, Rayyan rela berbagi. Ia rela jika kamar itu kini di tempati oleh Khanza.


Setelah menaruh Khanza di atas kasurnya, Rayyan tidak langsung beranjak dari sana. Ia masih ingin melihat wajah Khanza lebih lama lagi. Melihat Khanza diam dan tertidur, dia terlihat sangat imut sekali, dia bahkan seperti boneka sangking imutnya.

__ADS_1


Rayyan mengambil hpnya dan membuka kameranya. Tak lupa ia mematikan suara klik agar nanti saat  pengambilan gambar, tidak menimbulkan bunyi dan cahaya yang membuat Khanza terbangun. Lagian lampu di ruangan ini sangat terang, jadi gak perlu pakai lampu kamera lagi.


Rayyan mengambil beberapa gambar, ia juga mengambil gambar saat dirinya diam-diam mencium kening, pipi dan juga bibir Khanza. Setelah mendapatkan lebih dari sepuluh foto, Rayyan langsung keluar dari kamarnya. Ia gak mau Khanza marah, karena ketahuan mencium Khanza saat Khanza tengah tertidur.


Di kursi kebesarannya, Rayyan melihat hasil foto tadi.  Ia tersenyum puas saat melihat foto dirinya yang tengah mencium Khanza. Ini baru permulaan. Rayyan yakin, kelak dia pasti bisa meluluhkan hati Khanza dan membuat Khanza jatuh cinta padanya.


Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam. Rayyan juga merasa matanya sudah panas karena terlalu lama menatap layar komputer. Ia pun mematikan komputernya dan melihat jam di pergelangan tangannya.

__ADS_1


"Kenapa lama sekali tidurnya?" gumam Rayyan. Ia segera masuk ke kamarnya dan melihat Khanza yang masih tertidur pulas.


"Apa tidurnya emang selama ini?" tanya Rayyan pada dirinya sendiri.


Lagi dan lagi, Rayyan menghampiri Khanza dan mencium keningnya. Lalu ia segera pergi dari sana. Sebenarnya ingin sekali Rayyan, tidur di sebelah Khanza. Tapi ia gak mau Khanza membencinya dan mengangap dirinya mesum.


Rayyan ingin mendekati Khanza dengan cara baik tanpa paksaan. Karena ia ingin memiliki Khanza bukan hanya sekedar tubuhnya  saja tapi hati dan juga cintanya.

__ADS_1


Rayyan pergi ke kursi sofa panjang dan memilih rebahan di sana. Ia membuka hpnya kembali dan melihat isi galerinya. Rayyan merasa senang melihat foto Khanza. Ah, ingin sekali ia memeluk tubuh mungil itu. Tapi ia takut ketahuan, dan ia takut Khanza marah dan membencinya. Jadi walaupun sangat ingin sekali memeluknya, Rayyan berusaha menahannya. Iya yakin, akan tiba waktunya suatu saat nanti, ia bisa memeluk Khanza dngan erat.


__ADS_2