CEO Kejam Dan Romatis

CEO Kejam Dan Romatis
Misi Terakhir


__ADS_3

Malam harinya mereka mulai beraksi lagi, mereka menggunakan satu mobil untuk mempermudah semuanya.


Mereka sudah mempersiapkan semuanya dari pisau kecil lipat tapi super tajam, pistol yang sudah di isi peluru, serta mereka juga menyiapkan peluru cadangan, suntikan yang mematikan dan bom jika keadaan terdesak. Bom kecil yang mungkin bisa membuat orang pingsan dan luka-luka jika sampai terkena ledakannya.


Sebelum berangkat, Rayyan menyuruh Khanza untuk hati-hati. Bahkan Rayyan memeluk Khanza dengan erat. Sungguh setiap kali mau pergi untuk berperang, membunuh, dan segala hal yang berbau darah. Kadang membuat Rayyan takut dan ngeri. Bukan takut sama musuh atau takut kalah.


Tapi takut jika mereka sampai melukai Khanza. Sungguh ia tidak rela jika Khanza harus terluka walaupun hanya tergores sedikit saja.


Melihat keromantisan mereka berdua, Farhan dan Zahra hanya saling pandang dan setelah itu melihat ke arah lain. Bukannya gak mau melakukan seperti yang di lakukan oleh Rayyan pada Khanza. Hanya saja Farhan tidak punya keberanian untuk melakukan hal itu, terlebih ia masih merasa grogi dan belum cukup percaya diri.


Setelah hampir lima menit berpelukan, Khanza melepas pelukan Rayyan dan langsung mengajak mereka berangkat karena jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam.


Mereka harus tepat waktu, agar bisa menyelesaikan semua misinya. Dan setelah itu, jika misi ini selesai. Khanza berjanji akan ikut Rayyan pulang ke negaranya dan Zahra juga akan ikut Khanza, kemanapun Khanza pergi.

__ADS_1


Mendengar Zahra akan ikut ke Indo, tentu Farhan sangat senang dan bahagia, hanya saja ia tidak terlalu menampakkannya. Farhan begitu pandai dalam hal mengolah emosi hingga yang lain, kadang tidak mengerti yang ia rasakan kecuali Rayyan.


Dan kali ini Farhan berjanji akan menyelesaikan misi ini dan pulang dengan semangat.


Mereka pun segera pergi mengendarai mobil yang anti peluru.


Seperti biasa, Farhan yanng menyetir dan Zahra yang menjadi pemandu jalan.


Sedangkan Khanza dan Rayyan berada di kursi belakang. Saling berpegangan tangan.


Khanza berharap, di misi terakhir ini. khanza bisa menyelesaikannya agat ia bisa pulang ke negaranya dengan tenang.


Setelah berjam-jam akhirnya mereka sampai juga di sebuah rumah mewah jauh dari rumah warga.

__ADS_1


Ya, kebanyakan para korup-tor, para pengkhianat, para penjilat, bandar narko-ba, bos ju-di dan lain sebagainya akan memilih untuk tinggal di mension yang jaraknya jauh dari warga. Mungkin mereka melakukan itu agar lebih nyaman dan tidak di kepoin oleh para tetangga kanan kiri.


Farhan memarkirkan mobilnya sedikit jauh dari mension. Dan tentu ia memilih di tempat yang gelap agar tidak kelihatan. Untungnya juga mobil ini warna hitam jadi samar, di tambah tak ada penerangan membuat Farhan merasa tempat ini sangat cocok buat menyembunyikan mobil.


Setelah itu mereka berempat turun, Rayyan memegang tangan Khanza. " Hati-hati ," ucapnya dengan suara serak.


"Iya," balas khanza tersenyum dan memberikan kecupan sekilas di pipi Rayyan.


Setelah itu, mereka mulai berpencar untuk pergi ke setiap sudut rumah. Mereka juga memakai mikrofon kecil, sehingga mereka bisa tetap komunikasi dan bisa saling mendengar satu sama lain.


Khanza bagian samping kanan, Zahra samping kiri, Rayyan bagian depan, dan Farhan bagian belakang.


Mereka mulai melihat situasi dan saling memberi kabar satu sama lain

__ADS_1


Jika ada penjaga, mereka akan langsung memukul tengkuknya agar langsung pingsan seketika. Selain tidak menimbulkan keramaian, setidaknya Rayyan dan yang lain, tidak sampai membunuh. Bagaimanapun para penjaga di sini kerja hanya untuk cari uang buat ngasih makan anak istri. Jadi, tidak ada untungnya membunuh orang yang tidak bersalah, kecuali jika kekepet dan terpaksa harus melukainya. Maka jalan itu boleh di tempuh untuk melindungi diri


__ADS_2