CEO Kejam Dan Romatis

CEO Kejam Dan Romatis
Kritis


__ADS_3

Lima hari sudah sejak ia terakhir kali bertemu dengan Khanza, sampai saat ini, Khanza tidak ada kabar lagi. Terakhir, Khanza hanya memberikan roti yang di titipkan kepada Fara-sang resepsionis.


Rayyan menjadi uring-uringan sendiri, ia bahkan merasa kesal dan sering marah-marah. FarhanĀ  yang selalu menjadi tempat pelampiasan Rayyan, hanya bisa diam.


Rayyan bahkan sudah tak tau lagi harus berbuat apa agar Khanza mau menghubuginya lagi. Rayyan juga sudah lelah menulis banyak kata dan mengarahkannya ke kamera, tapi ujung-ujungnya ia tidak mendapatkan respon apapun dari Khanza.


Karena moodnya yang sedang tidak baik-baik saja, Rayyan jadi malas untuk mengerjakan semua pekerjaannya bahkan untuk menghadiri meeting sekalipun. Akhirnya Farhan lah yang mengatasi semua itu agar meeting tetap berjalan sesuai jadwal. Karena jika terus di pending, maka akan berakibat fatal dan Farhan gak mau itu terjadi.


Sedangkan Khanza sendiri, ia saat ini tengah ada di luar negeri. Setelah memberikan roti pada resepsionis di perusahaan Rayyan, Khanza langsung pergi dari sana. Ia segera pergi menuju kediamannya dan bersiap-siap pergi ke luar negeri dengan jet pribadi. Dan sampai saat ini, Khanza masih belum bisa pulang sebelum pekerjaannya selesai. Namun sesekali, jika ada waktu, Khanza melihat kamera yang ada di ruangan Rayyan. Ia tau jika Rayyan menuliskan sesuatu untuknya, hanya saja, Khanza gak bisa meresponnya. Bahkan untuk memegang hp, ia hanya bisa memegang sebentar saja. Saat ini misinya sangat berbahaya, dan ia harus hati-hati. Atau jika dia sampai teledor sedikit saja, ia bisa kehilangan nyawanya.

__ADS_1


Hingga tidak terasa Tiga Minggu sudah berlalu, Rayyan masih belum mendapat kabar keberadaan Khanza, Khanza sendiri juga tidak lagi menghubunginya. Saat Rayyan mencoba sekali lagi untuk membobol sistem milik Khanza. Yang ada malah sistemnya terkena virus yang mematikan hingga harus di perbaiki berulang-ulang. Untungnya virus itu tidak menghapus semua data yang ada, jika sampai terhapus, mungkin Rayyan akan sangat murka sekali. Dan gara-gara virus itulah, Rayyan gak berani lagi untuk membobol sistem milik Khanza, atau Khanza akan mengirim virus yang jauh lebih mematikan.


Farhan sendiri juga tidak berani, karena gara-gara mencoba meretas data Khanza beberapa hari yang lalu, komputernya bahkan sampai mengeluarkan asap dan mati total. Untungnya data tersimpan secara online, sehingga ia bisa mengaksesnya pakai laptop atau komputer yang lain.


Rayyan hanya bisa menunggu, menunggu sampai Khanza menyelesaikan urusannya dan mau memberi kabar dirinya lagi.


Sejak tiga hari yang lalu, Khanza bahkan masih dalam keadaan kritis dan saat ini semua orang berharap jika Khanza bisa segera melewati masa kritisnya dan segera sadar.


Zahra yang ada di sana hanya bisa menangis, ia merasa bersalah karena tidak bisa melindungi Khanza. Ia takut, jika Khanza akan pergi untuk selamanya.

__ADS_1


Saat Zahra memikirkan Khanza, tiba-tiba Zahra keingat dengan Rayyan. Beberapa minggu terakhir ini, Khanza terus menceritakan tentang Rayyan. Ia tau, mungkin Rayyan disana juga mengkhawatirkan Khanza, mengingat Khanza sudah cukup lama tidak memberi kabar.


Entah apa yang ada dalam fikirannya, Zahra mengambil foto Khanza dari luar, namun walau di ambil dari luar, foto itu masih terlihat sangat jelas. Zahra mengambil kartu baru dan mengirim pesan pada Rayyan.


"Doakan Khanza, semoga dia bisa melewati masa kritisnya. Saat ini dia tengah berbaring di rumah sakit. Dan maafkan Khanza, jika tidak bisa memberi kabar, percayalah saat ini Khanza tengah ada misi khusus. Jadi mohon pengertiannya. Salam, Zahra."


Dan setelah itu, Zahra mengirim pesan yang baru saja ia ketik beserta foto Khanza. Lalu setelahnya, Zahra membuang dan memotong kartu itu agar tidak bisa dilacak.


Zahra bisa tau nomer Rayyan, karena ia sama seperti Khanza, ia juga pandai dalam meretas hp dan cctv. Hanya saja ilmu Zahra tidak sebagus milik Khanza.

__ADS_1


__ADS_2