Choice System: The God Of Thunder In One Piece

Choice System: The God Of Thunder In One Piece
Eps.10 Kalah Telak?


__ADS_3

"Jadi bagaimana apa yang harus ku lakukan dengan kalian? Dalam hukum yang ada di Skypiea kalian harus di tangkap dan di adili, Jika kalian memberontak maka aku sendiri yang akan mengadili kalian tidak Direktur Keamanan Skypiea." Enel berdiri dan memegang tongkat emasnya yang selama ini ditatap oleh Nami.


Membanting tongkatnya ke tanah, Enel memunculkan kedua petir yang sebagai petunjuk bagi bawahannya untuk berkumpul di tempat petir menyambar.


Bajak Laut Topi Jerami menjadi lebih serius, Nami dan Usopp serta Chopper mundur jauh di belakang karena takut terpengaruh oleh pertempuran mereka.


"Kau! Aku ingat kau God Enel??" Tanya Robin dengan mata yang sedikit ketakutan.


Luffy dan lainnya melihat Enel dengan tatapan serius apalagi Luffy menatapnya dengan marah.


"Kau God Enel? Baj*Ingan aku ingin menendang mu! Mengapa kau membunuh Paman Pagaya? Apakah itu sikap dewamu??" Luffy bertanya dengan marah, dia masih ingat ketika Pagaya dan Conis hampir saja mati oleh Hukuman Yang Jatuh dari Langit, El Thor.


Zoro dan Lainnya sudah bersiap.


"Membunuh? Tidak tidak! Aku tidak pernah membunuh rakyat yang tidak bersalah kecuali kesalahan mereka melebihi batas yang ditanggung. Orang yang kau maksud itu masih hidup" Kata kata Enel membuat Kru Topi Jerami memandang Enel dengan bingung.


"Lagipula bukankah karena kalian dia menanggung Dosa yang besar akibat membantu para penyusup di Skypiea?" Enel menunjuk Luffy dengan tongkatnya.


"Apa yang kalian lakukan? Adalah sebuah kesalahan! Memasuki Skypiea tanpa Izin dan tidak membayar pajak, Menyerang petugas keamanan juga direkturnya, memberontak terhadap peraturan Skypiea.


Apa yang kalian inginkan?" Suara Enel sedikit lebih berat dan dingin, Awan Gelap di langit membuat gemuruh Guntur dan petir menyambar ke segala arah di tempat yang kosong.


"Aku bisa mendengar suara hati kalian dari jauh sekalipun! Yang kalian lakukan kesini tidak lain adalah ingin mencuri emas Skypiea kan?" Menggunakan Medan Magnet yang berasal dari muatan listrik disekitarnya, Enel secara bertahap terbang di langit, dikarenakan seluruh tubuhnya telah pulih, Enel dapat memaksimalkan kemampuan buahnya.


"Cih! Kalian hanyalah Sekelompok bajak laut yang ingin mencuri harta Skypiea yang digunakan untuk keharmonisan warga!" Kata kata Enel yang menggelegar seperti Guntur itu membuat Kru Topi Jerami tidak bisa berkata-kata.

__ADS_1


Mereka ingin membalas namun tidak tahu bagaimana cara membalasnya..


Namun Nami di kejauhan berteriak dan menunjukkan kearah Enel dengan jari telunjuknya "Kau Enel!! Aku mendengar dari Gan Fall tentang dirimu! Kau benar-benar jahat menekan Suku Shandia yang tidak bersalah"


"Heheh" Enel mencibir lalu melihat Gan Fall yang terbaring pingsan berkatnya melakukan gelombang kinetik yang dilalui ke otak Gan Fall.


Dia menatap Nami seakan menatap semut yang sombong seperti Naga.


"Hah? Aku menekan Suku Shandia? Hahahah" Enel tertawa terbahak-bahak, langit yang bergemuruh juga ikut mengeras seakan senada dengan tawanya.


Setelah tawanya menjadi seram dia berhenti.


"Lihat dengan mata kepala sendiri bodoh" Enel menatap Nami seakan menatap mainan malam (Ehem) yang akan rusak. Lalu dia berkata "Lakukan" dan tiba-tiba dengan cepat sekelompok orang mengepungnya.


Mereka adalah God's Army dan Pasukan Keamanan Skypiea serta Perwakilan dari Suku Shandia.


Padahal saat awal awal mereka memasuki Skypiea, mereka diselamatkan oleh Gan Fall yang mengusir Suku Shandia dan menjelaskan beberapa hal yang menjadi Poin pentingnya untuk memanfaatkan Suku Shandia melawan Enel bersama mereka.


Namun dia tidak menyangka rencana yang disiapkan gagal.


"Hahahaha ada apa? Kenapa kalian merasa tertekan? Mereka masyarakat Skypiea hidup dalam ketenangan dan keharmonisan hingga kalian datang beberapa saat yang lalu membuat keributan" Enel tidak bisa menahan tawa melihat sekelompok Topi Jerami dengan wajah murung.


"Bajing*an ini aku ingin menebasnya!" Zoro menggigit salah satu dari 3 Pedangnya, Sanji di sampingnya menghembuskan rokok dan berkata "Buka kau saja, aku ingin menendangnya"


Pada saat ini mereka merasa rumit, lalu mereka menunggu keputusan kapten mereka, pada saat ini, Luffy menatap Enel dengan tatapan tajam.

__ADS_1


"Akan ku tinju kau" Melihat keputusan kapten yang memulai perang, Zoro, Sanji dan Robin tidak ragu lagi, sementara Usopp dan Chopper terus menggigil di kejauhan.


Enel yang melihat ini tersenyum dan turun ke tanah, untungnya Luffy tidak menembak terlebih dahulu melainkan Zoro.


"Lihat aku akan menebas mu menjadi dewa dua bagian" Zoro mengejek melihat penampilan Enel. "Oi Marimo beraninya kau menyambar duluan" Sanji di kejauhan melemparkan batang rokoknya dan bersiap menyerang.


Enel tersenyum tipis, dia menghindari tebasan Zoro dengan santainya bahkan saat Sanji ikut bergabung, Enel tetap menghindar dengan mapan di sudut sudut yang pas.


"Apakah ini kemampuan kalian? Bahkan menyentuh ujung pakaianku saja tidak bisa! Apa apaan dengan membelah jadi dua?" Enel mengejek mereka, sebagai seseorang yang terlahir kembali, dia memang memiliki kekaguman terhadap Luffy dan Krunya apalagi Robin.


Namun saat tiba di dunia ini, Enel tiba tiba mengalami perubahan, ya dia tidak akan pernah dengan mudah menginjak harga dirinya dengan menjilat atau memegang paha Luffy.


Di dalam pertarungan ini, Enel akhirnya menyadari apa itu Romansa yang di perkenalkan di animenya.


Menurutnya Romansa yang kini dia bingungkan tanpa dia sadari telah bergabung dengan tubuhnya.


"1 Juta Volt" Ucap Enel seakan menyebutkan 1 Volt, Wajah Zoro dan Sanji menghitam karena mereka melihat kilatan cahaya menghantam tubuh mereka.


Keduanya terdiam sejenak dan tubuh mereka bergetar rata-rata batas tahan tubuh Manusia terhadap tegangan listrik bekisar 50 Volt hingga 220 Volt.


"Dapat bertahan dari 1 juta Volt hanya dengan kekuatan fisik! Kalian benar benar mengagumkan" Enel memuji mereka tanpa pandang bulu, yah dia cukup terkejut melihat mereka berdua tahan dengan tegangan listrik berkisar 1 Juta Volt.


Setelah itu Luffy ingin bergerak memukul Enel, namun Enel hanya menggunakan fisiknya melemparkan Luffy dengan tongkatnya seperti bola bisbol.


"4 Priest! Ini adalah ujian kalian! Kalahkan dia" Keempat sosok muncul, ketika keempat ini muncul Sanji dan Zoro tidak memiliki energi bertahan dan jatuh pingsan di tanah dengan rambut menjadi afro.

__ADS_1


Alasan mengapa Enel tidak bergerak, karena dia malu melawan Luffy yang merupakan musuh alami petir, Manusia Karet.


__ADS_2