
Suku Shandia yang melingkarinya bergetar, tubuh mereka tersengat listrik hingga membuat beberapa dari mereka pingsan, kecuali Wyper yang bertahan sambil terengah-engah.
"Oh? Apakah ini pejuang terkuat dari suku Shandia! Dia cukup hebat bertahan dari petir kecilku!" Enel melirik Wyper dan berkata tanpa nada memuji sama sekali. Lalu dia mengalihkan pandangannya ke ketua Shandia.
"Lama tidak berjumpa Chief Shandia!" Ucap Enel wajah tersenyum.
"Dia ini!" Ketua Shandia merasa sulit melihat Enel yang karakternya berubah namun baginya itu menjadi semakin menyulitkan dan menyusahkan.
"Apa yang kau inginkan!?" Tanya Ketua Shandia dengan nada yang tidak ramah, dia mengetahui dengan jelas kemunculan Enel tidak akan ada hal yang baik.
"Aku sedang bosan" Balas Enel lalu dia memakan Apel yang muncul entah darimana. Setelah selesai mengunyah dia berkata "Kalian Shandia! Apakah kalian tertarik bergabung dengan Suku Skypiea?"..
Suku Shandia yang hadir tercengang termasuk Ketua Shandia. Namun setelah beberapa Ketua Shandia kembali ke keseriusannya dan berkata "Apa yang kau inginkan! Bukannya kau mengusir kami dari mereka (Suku Skypiea) beberapa tahun yang lalu?".
"Mengusir? Tidak lebih tepatnya kalian lah yang agresif melawan Suku Skypiea? Apa kalian tidak ingat perjanjian dengan Gan Fall yang kalian tolak?" Kata Enel membuat mulut Ketua Shandia merasa pahit lalu Enel menambahkan lagi "Setelah aku menjadi Dewa di Skypiea tentu saja aku tidak ingin rakyatku menderita karena kalian yang terlalu agresif".
Enel berjalan kearah ketua Shandia yang membuat kedua bodyguard disampingnya menjadi protektif. Mereka berdua menghalangi Enel dengan pedang.
__ADS_1
"Aku disini mengajak kalian bergabung dengan Suku Skypiea? Jika kalian tidak mau" Enel berkata dengan pelan dan menatap kedua bodyguard yang menghalangi jalannya.
Awan di langit menjadi gelap dengan kecepatan yang mengerikan. Dan Sebuah Gemuruh Guntur terdengar.
Dalam sedetik kedua Bodyguard yang menjaga Ketua Shandia terbunuh dengan petir.
"Aku bisa membantai kalian dengan mudah!" Nada dingin Enel terdengar ke seluruh Desa Awan Tersembunyi, dan gemuruh Guntur menjadi lebih keras membuat suara yang tidak jauh berbeda dengan naga.
Ketua Shandia yang saat ini berdiri 10 meter darinya gemetaran tak terkendali, tidak hanya itu beberapa suku Shandia yang terkenal dengan kemauan yang kuat jatuh ke tanah ketakutan akan petir yang menggelegar.
Aisa yang ketakutan menangis di pangkuan Raki.
Ketua Shandia yang saat ini sedang dalam ketakutan tersadar dan melirik ke seluruh warga desanya yang ketakutan akan kematian, dia menggigit bibirnya dan berkata "Kami menyerah"..
Setelah mengucapkan itu Enel berhenti menggunakan kekuatannya.
Langit kembali cerah dan para penduduk Shandia bernafas dengan lega.
__ADS_1
"Baiklah kalian sudah mengakuinya! Sekarang kalian adalah bagian dari keluarganya Skypiea kalian dapat tinggal di sini atau di Vearth. Dan wanita cantik itu merupakan perwakilan dari kalian!" Enel menunjukkan jarinya kearah Raki yang sedang melindungi Aisa.
Merasa di tatap oleh Enel, Raki menggertakkan giginya. Di Suku Shandia dia dia merupakan pejuang wanita yang terbilang cantik dan menarik perhatian. Sementara alasan mengapa Enel lebih memilih Raki dibandingkan yang lain karena ya lebih enak aja gitu lihat wanita lembut dan cantik dibandingkan pria kasar dan jelek lagipula seleranya normal terhadap wanita.
Wyper yang terengah-engah tiba tiba merasa sesuatu yang aneh di hatinya, dia melihat Enel dengan tajam "Tidak ku izinkan!" Wyper sendiri tidak mengerti mengapa dia melarang Raki.
'Apakah bocah ini cemburu?' Batin Enel melihat Wyper menerobos untuk menyerangnya dengan impact dial.
"Hehe bodoh!" Enel terkekeh dan membiarkan Wyper menyerang lagipula dirinya.
"Mati kau bajingan!! Reject" Wyper berkata dengan keras. Dirinya menggunakan Reject Dial yang selama ini menjadi kartu truf nya.
Reject Dial merupakan versi Powerful Impact Dial, Reject Dial sangat sulit ditemukan dan juga berbahaya bagi pengguna ataupun yang menjadi objek serangannya sendiri. Karena melepaskan 10 kali lipat serangan yang di simpan di Reject.
"Tidakk!! Wyperr!!" Raki berteriak dengan air mata yang keluar.. Dia melihat tubuh Wyper tertolak dari Enel sejauh 10 meter dan membuat retakan di tanah.
Sementara Enel hanya berdiri diam tanpa bergerak, tolakan yang di arahkan di dadanya membuat dadanya berlubang.
__ADS_1
Membuat suku Shandia memiliki harapan dimatanya namun melihat Dada Enel kembali tumbuh dan menjadi seperti biasanya mereka terdiam, harapan terakhir mereka telah menghilang.
"Chief Shandia! Jika anak ini menyerangku untuk yang ketiga kalinya aku akan membunuhnya tanpa ragu! Aku hanya mengasihaninya akibat semangat juangnya." Setelah mengucapkan itu dia berbalik dan menghilang dari tatapan kaum Shandia yang memiliki beberapa emosi kompleks di hati mereka.