
Malam hari di sebuah lautan yang luas..
Sebuah kapal berlogo emoji senyum yang di garis silang /, Muncul.
Jika Enel ada disini dia pasti mengetahuinya.
Logo Jolly Roger Bajak Laut Doflamingo.
Di dek kapal terlihat 3 orang dengan penampilan berbeda, 2 pria dan satu wanita.
Salah satu orang yang menarik perhatian adalah Pria yang mengenakkan tumpukan bulu berwarna pink di belakangnya dan kacamata uniknya.
Donquixote Doflamingo.
"Tuan untuk apa anda repot repot untuk menghabisi semut kecil itu! Biarkan aku yang melakukannya hehe" Ucap pria gendut dengan rambut dan jenggot yang berbentuk kipas sambil tersenyum yang terlihat mesum.
"Hmppf" Salah satu wanita yang tersisa yang memalingkan wajahnya dan mengabaikan keduanya, dia mengenakan pakaian pembantu klasik sembari merokok.
Yang unik darinya adalah dia menggunakan kacamata seperti kacamata pilot.
"Tidak apa-apa Buffalo aku akan mengurusnya sendiri karena aku yang berjanji kepadanya untuk mempercayakan logo Donquixote." Doflamingo melambaikan tangannya kearah pria gendut itu.
Doflamingo mengambil minuman dan meminumnya menunggu waktu bergerak..
Saat matahari mulai terbit...
Doflamingo membuang minumannya dan menyeka mulutnya dan terkekeh sejenak "Sepertinya kau gagal Bellamy".
Doflamingo langsung bergerak dengan meluncurkan benang ke langit dan membuatnya seakan terbang namun sebenarnya dia hanya bergelantungan di awan layaknya Spiderman.
Kepergian Doflamingo membuat wanita di kapal.
"Bajingan itu, aku akan membunuhnya!" Teriaknya dengan keras sambil menatap arah kepergian Doflamingo dengan tatapan benci.
"Baby 5 tenang tenang, Tuan muda memiliki alasan kenapa membunuh semua pacarmu" Buffalo yang panik menenangkannya saat melihat tangan Baby 5 berubah menjadi Bazooka.
Di pagi hari yang menjelang..
Enel bangun dari meditasi nya..
Yah dia tidak tidur namun bermeditasi untuk mengatur beberapa pemahamannya pada listrik. Yang mengejutkan Enel dia hanya mengalami rasa pusing sedikit tidak seperti yang di bayangkannya.
"Apakah ini pengaruh Wawasan yang bertambah?" Enel menjadi semakin bingung, dia menggelengkan kepalanya dan melancarkan Kenbonshuko Haki yang menyebar luas ke lautan sekitar.
Enel tetap mempertahankan Kenbonshuko Haki sambil memakan sarapan pagi yang di siapkan.
'Makanan ini sangat lezat' Enel memakan sepotong daging besar dan mengunyahnya. Dia merasakan lemak dan bumbu bercampur aduk didalam mulutnya.
'Dunia One Piece memang tidak bisa disalahkan dalam hal makanan' Batinnya menyetujui proposal para netizen di kehidupan sebelumnya.
"Jika makanan biasa seenak ini? Bagaimana dengan Makanan Sanji? Zeff dan Kakek Tua di Water Seven." Sambil makan Enel sambil memikirkannya didalam hatinya.
Alasan mengapa Enel tidak terlalu bereaksi terhadap makanan di Skypiea karena dia sudah terbiasa dari Enel yang Lama.
__ADS_1
Saat Enel menikmati makanannya dengan bahagia dan senang. Tiba tiba aura menjadi dingin, Enel menyipitkan matanya.
Meletakkan daging yang belum di habisi di piring dan menelan yang di kunyah, Enel membersihkannya dengan minuman yang manis.
Enel mengulurkan kedua tangannya dan berkata "Magnetic Field, Pull"
Kedua tangannya sedikit bergetar karena Medan Magnet, Ilmu yang di pelajarinya kali ini adalah hal yang berguna yakni melengketkan Kutub Negatif khusus pada kedua dagger.
Dan dia hanya perlu menyesuaikan Kutub Positif di tangannya agar seirama dengan Kutub Negatif pada Dagger.
Jika kedua kutub seirama maka...
Dari lantai atas, Terjadi lubang besar dan kedua Dagger Bersisik Merah dan Satunya Berbulu Putih melekat di tangannya.
"Aku tidak menyangka dia akan datang secepat ini" Enel merasakan sosok yang lumayan kuat dari kenbonshuko nya.
"Jika begitu aku akan membuat hal ini menjadi semakin menarik"
Cincin dengan Drum di belakangnya bergetar.
Di tengah tengah Ring terlihat sebuah energi listrik yang terus-menerus berkontraksi hingga.
Tiba tiba Sebuah bola emas jatuh dari lantai atas dan melekat di tengah-tengah cincin tepat dimana Energi Listrik terus berkontraksi.
Enel terkekeh, dengan sekali langkah dia menghilang menyisakan atap rumah yang rusak.
Di lautan yang luas dekat dengan Pulau Jaya, Doflamingo terus menerus menarik benangbagae dirinya bisa menggantung dengan cepat ke tujuan.
Namun perjalanannya terhenti karena sesosok pria menghalanginya.
"Siapa kau?" Doflamingo sudah siap-siap, sebelum Enel menjawab dia sudah menyerang Enel dengan tebasan 3 cakar benang.
"Oh apakah ini caramu bertemu? Benar benar unik ya?" Melihat 3 benang yang sangat tajam hingga bisa menghancurkan jembatan di depannya.
Enel hanya terkekeh..
Menebas ketiga benang tidak jauh darinya menggunakan Tiger (Nama singkat). Ketiga benang yang nampaknya menakutkan itu terbelah menjadi dua dan melewatinya.
"Heheh kau sedikit menarik! Ayo bermain lebih lama, orang aneh" Ucap Doflamingo sambil tertawa khasnya.
"Bacot" Enel menghilang di tempat muncul didepannya dengan Serpent menyilang ke arah Doflamingo membentuk tebasan mematikan.
Doflamingo merasakan krisis dengan sedikit belokkan dibantuin beberapa benang yang menggantung dia lolos dari serangan mematikann itu.
Ekspresi di wajahnya berubah dari senang menjadi marah dan benci kepada Enel.
"Sialan kau! Terima ini: Goshikito" Dengan lima jarinya, Doflamingo mengeluarkan kelima benang berbeda warna dari jari jarinya.
Kelima benang ini menerjang kearah Enel.
Enel menggunakan Serpent dan Tiger untuk menangkis 4 benang namun benanb lainnya masih tersisa, Doflamingo di kejauhan sedikit tersenyum namun.
Bola Emas di belakang Enel meledak dengan kecepatan mengerikan membentuk perisai menghalangi serangan dengan cara terbang. Enel tersenyum.
Setelah 4 benang lainnya putus, Enel memutuskan benang yang terakhir. Perisai yang bewarna emas itu kembali ke wujud bola dan kembali ke tengah-tengah cincin untuk mengisi Energi Listrik.
__ADS_1
"Siapa kau? kenapa kau menghalangi jalanku?" Doflamingo bertanya dengan nada yang tidak sedap.
Enel menoleh dan melihat Doflamingo. Dia ingin memberitahu nama aslinya namun di dunia yang aneh ini mungkin akan ada kutukan yang bergantung dari nama seseorang.
Maka dari itu Enel memikirkan nama samaran yang cocok untuknya.
"Zeus, Karena kau ingin mengambil seseorang yang ku sandera" Enel tidak mengerti tapi dia hanya terpikirkan Nama Zeus karena mungkin cocok untuknya yang berkemampuan petir layaknya Zeus dan mengubah cuaca langit menjadi berpetir.
"Zeus?" Doflamingo sedikit menyipitkan matanya. Setelah mendengarkan kata kata terakhir Enel, Doflamingo sedikit terkekeh.
"Khe khe, Karena kau mengambil orangku sebagai sandera maka kau sudah siap untuk mati kan, hahahah?" Ucapnya dengan kejam dibarengi tawa khasnya.
Doflamingo menggunakan Busoshuko Haki karena mengetahui Enel pengguna buah logia dan berharap dapat dikalahkan, dia juga mengeluarkan Haoshoku Haki untuk mengalahkan Enel dengan cepat.
Tapi....
Dia terlalu meremehkan Enel.
Enel tidak mengeluarkan Haoshoku Hakinya melainkan bertahan dari tekanan Doflamingo. Alasan dia melakukannya karena panel system didepannya muncul dan mengatakan.
[Tuan menerima penekanan Haoshoku Haki, Pemahaman anda tentang Haoshoku Haki meningkat +1]
[Pemahaman anda tentang Haoshoku Haki meningkat +1]
[Pemahaman anda tentang Haoshoku Haki meningkat +1]
Setelah meningkat 5 poin, Enel tidak mendapatkan poin lagi. Lalu dia melihat Doflamingo yang menatapnya dengan tatapan merendahkan karena tidak memiliki Haoshoku Haki.
"Apa kau terlalu senang? Bodoh!" Enel menunjukkan Haoshoku Haki yang memiliki 40 Poin kepada Doflamingo.
Tekanan Doflamingo dan Tekanannya saling bertabrakan membuat gelombang udara dan percikan litrik hitam di udara.
Karena Enel orangnya sangat rakus dia menyerap petir hitam itu tanpa ragu.
[Menyerap Petir Haoshoku Max Volt +5.000.000]
[Menyerap Petir Haoshoku Max Volt +5.000.000]
Setelah menyerap 30 Juta Volt, Enel tidak bisa menyerap lagi karena nilai bentrokan antara dia dan Doflamingo telah habis baginya dan Tekanan Dari Doflamingo seperti kertas baginya.
"Apa tidak mungkin?" Doflamingo terkejut melihat Enel menyerap petir hitam.
"Hah? Tidak Mungkin? Jika ada hal yang tidak mungkin di dunia ini? Maka untuk apa dunia ini?" Ucap Enel dengan kejam, dia langsung memaksimalkan Haoshoku Haki miliknya membuat Doflamingo merasakan tekanan dari Enel.
Karena 40 Poin Haoshoku Haki bukanlah hal yang sepele akibatnya tidak seperti Haki Yang Lain. Bagas maksimal Poin Haoshoku, yakni 100 Poin. Maka dari itu Haoshoku Haki milik Doflamingo kalah akibat lebih lemah darinya.
Enel berspekulasi kekuatan Haoshoku Haki milik Doflamingo berkisar 25 ~ 30 an.
"Ck" Doflamingo menahan tekanan berat sambil menggertakkan bibirnya.
"Ingatlah Hal ini bocah, Aku Dewa Langit, Zeus telah datang" Ucapnya tanpa malu walaupun yah dalam hatinya sedikit malu namun entah mengapa ada rasa kebanggaan dan kesombongan Didalamnya.
"Dewa?? Kalau begitu matilah aku sangat membenci dewa" Doflamingo menggunakan semua jarinya untuk mengeluarkan 10 benang dengan warna yang berbeda di lapisi Busoshuko.
"Benang 10 Warna: Toiroto"
__ADS_1
"Matilah!!!" Seru Doflamingo.