Choice System: The God Of Thunder In One Piece

Choice System: The God Of Thunder In One Piece
Eps.31 Malam yang menenangkan


__ADS_3

"Ah?" Enel terkejut dan memandang sekelilingnya. "Mereka pergi? Aku terlalu banyak berpikir!" Enel menggelengkan kepalanya, kemahirannya tentang buah iblis baru saja naik ke tingkat master dengan pemahaman yang sedikit, Sangat rumit untuk langsung mengerti.


Jadi biarkan lah hal hal berjalan sesuai jalannya dan Enel yakin di perjalanannya ke bulan dia pasti mendapatkan jawabannya.


Untuk sekarang.


Enel menepuk pahanya dan bergumam "Sepertinya aku tidak bisa menggunakan cara yang lembut, Kalau begitu kemauan kalian maka yah sudahlah" sembari tersenyum tipis, Enel menghilang menjadi petir bergerak ke dan kemari.


Malam hari kemudian..


Di alun alun desa,,


Beribu tidak mungkin puluhan ribu mayat perompak sedang di kumpulkan pada satu tempat oleh warga desa.


"Hei kau!" Enel melihat seseorang yang familiar dan memanggilnya. Seseorang itu datang dan berkata dengan nada ketakutan "Y ya t tuan a ada apa!"


"Beri tahu seluruh warga desa untuk memenggal semua kepala perompak ini dan taruh pada kain yang besar" Ucap Enel dengan santai, tadinya dia ingin menunggu angkatan laut dan memberi semua perompak ini tanpa membunuh mereka namun jika mereka memang sengaja mempermainkan ajal maka yah gitu hasilnya.


"Jika kau tidak melakukannya maka ku pastikan semua penduduk berakhir sama dengan mereka" Untuk berjaga-jaga agar penduduk kerjanya lebih maksimal Enel mengancam mereka.


Semuanya langsung ketakutan bahkan ada yang berlutut segala.


Enel memalingkan wajahnya dan mengabaikan teriakan, permohonan dan ya apalah itu pokoknya bising.


Enel menoleh ke langit dan melihat malam berbintang yang sangat indah dan juga remang remang cahaya yang berasal dari api. Setelah menatap sebentar, Enel pergi ke tempat tujuannya tadi.


Sesampainya di South Grave..


Enel berjalan jalan di hutan yang sangat gelap bermodalkan listrik sebagai sumber cahaya, Alasan Enel kemari tidak lain hanyalah untuk mencari danau untuk berendam.


Yah untuk kedua kalinya aku mengucapkan..


Dengan bantuan air, listrik bisa berkembang lebih banyak.


Sambil berjalan Enel melihat sebuah burung yang kepalanya terus menghadap ke selatan, sungguh aneh jika di lihat tetapi di dunia yang bahkan memiliki banyak misteri dan hal aneh didalamnya, hal ini sudah biasa.


Berjalan jalan di South Grave layaknya taman sendiri, tidak ada bintang buas yang berani menganggunya.


Setelah berjalan cukup lama memakan waktu 30 menitan..


Enel akhirnya menemukan sebuah danau yang sangat indah, dengan cahaya perak yang berasal dari sinar bulan, dan beberapa tumbuhan aneh bewarna biru serta ungu. Membuat Enel sedikit terpana.


Pemandangan 2D di animenya mungkin akan berbeda namun hidupnya adalah kenyataan jadi pemandangan aslinya sangat berbeda. Jangan menganggap jika dirinya masuk ke dunia dua dimensi maka pandangannya akan sama dengan apa yang dia tonton.


Tidak! Dunia ini realistik bukan hanya sekedar gambar.


Banyak yang mengira Dunia One Piece itu seru, lucu, indah dan banyak komedinya tapi realita berbeda.

__ADS_1


Penjarahan..


Pembunuhan...


Perampokan...


Bahkan hingga


Pemerko$aan...


Jika kalian menganggap dunia ini dari satu sudut pandang? Maka kalian akan jatuh tidak akan lama.


"Haaa~~ Hidup yang melelahkan"


Enel melepaskan bandana nya dan juga melepas seluruh pakaiannya, dirinya perlahan berendam di danau yang tidak dalam dan tidak rendah.


Adapun makhluk buas dan pengganggu lainnya telah di tekan menggunakan Haoshoku Haki. Dan Enel juga melepaskan Kenbonshuko untuk mengawasi daerah di sekitarnya.


Sembari berendam Enel juga melepaskan listrik ke danau untuk mencoba mengatur arus tegangan serta jalur ke mana listrik itu pergi.


Karena melakukan hal itu semua ikan di dalam danau yang tidak lebar ini mati dan mengambang di permukaan, untuk menghindari kotoran yang menjijikkan, Enel menghubungkan tolakan magnet agar semua ikan yang mati di hempas jauh olehnya.


Sekarang di danau yang indah ini hanya Enel sendiri yang bisa berendam karena keselurahan danau memiliki tegangan listrik yang mengerikan.


Alasan mengapa dirinya melakukannya di danau karena satu.


Yah Pyrpbloin, Sebuah Zat yang merupakan musuh alami para pengguna buah iblis. Zat ini biasanya ada di air laut dan batu laut atau Kairoseki.


Maka dari itu agar hubungannya dengan si Do'i lancar, Enel rela bepergian ke hutan hutan yang dingin, sepi dan gelap agar bisa bareng dengan si do'i.


"Terkadang hidup juga menyenangkan ha ha ha~" Enel tertawa kecil lalu beberapa saat kemudian setetes air mata keluar dari kelopak matanya.


"Amelia! Bagaimana kabarmu apa kau bisa bertahan di dunia yang kejam itu sendirian?" Enel mengusap air matanya dengan kedua jari dan menghela nafas panjang.


"Haa~~ Aku rindu rumah"


Enel memejamkan matanya dan mengingatkan di kehidupan dulunya.


Saat dimana dia di lahirkan, melihat tatapan kasih sayang kedua orang tuanya..


Bermain layaknya anak normal lainnya.


Hingga kedua orang tuanya meninggal karena kecelakaan, mereka berdua jatuh ke jurang.


Pada saat itu dia mulai mandiri dan memulai usaha dan pekerjaannya sendiri di umur 10 tahun.


Menafkahi adiknya untuk biaya sekolah, untungnya warisan terakhir orang tuanya adalah rumah mereka.

__ADS_1


Rumah yang penuh kebahagiaan dan kenangan indah didalamnya.


"Hahaha" Enel tertawa pelan dan menangis dalam diam.


Ya dia tertawa..


Bukan karena kebahagiaan melainkan kesedihan.


Keesokan harinya tepat pertengahan siang.


Enel menyelesaikan meditasi nya, dia perlahan bangkit dari kolam dan memakai celananya.


Setelah pakaiannya selesai, Enel terbang ke langit dan menghilang.


Kembali ke Alun Alun desa.


Enel melihat puluhan ribu kepala telah di letakkan di atas kain besar.


Turun dari langit dia melihat penanggung jawab yang kemarin dilihatnya dan bertanya "Ada berapa kepala?" Pertanyaannya sangat sepele sekan bertanya berapa banyak cabai dan tomat.


" A ada 10.543 Kepala, Sebagian besar dari mereka adalah kru kapal biasa yang tidak memiliki Bounty hanya 1.032 dari mereka yang memiliki Bounty"


"Keseluruhan terdapat 14 Grup Bajak Laut


Bajak Laut Roshio


Bajak Laut Bellamy


Bajak Laut Badak Besi


Bajak Laut Telinga Kambing


Bajak Laut Qwerly"


Penanggung jawab itu menjelaskan satu persatu dengan cakap walaupun sedikit gugup.


"Kerja bagus" Enel merogoh kantongnya dan mengeluarkan sebuah koin emas berukuran telapak tangan orang dewasa.


"Itu imbalannya!" Mengabaikan rasa terimakasih penanggung jawab.


Enel terbang dan mengangkut ujung ujung kain dengan daya magnet lalu dia memegang semua ujung ujung kain besar tersebut.


Setelah di pegangnya, Enel mengikat mereka dan membentuk sebuah karung besar yang mudah di bawa-bawa. Memegangnya di tangan kiri, Enel beranjak pergi dari Pulau Jaya dan untuk masa depan Pulau Jaya, Enel tidak terlalu khawatir setelah dia berhasil mendapatkan hal itu dia bisa dengan mudah mengatur Pulau Jaya tanpa campur tangan pemerintah dunia.


Kepergian Enel bukannya tanpa persiapan, dia membawa Log Pose disisinya dan tidak perlu khawatir jika tersesat.


Memandang lautan luas di bawahnya dan langit tak berujung, Enel terbang di langit sambil membawa kantung yang sangat besar. Jika ada yang melihatnya orang berpikir itu adalah balon udara.

__ADS_1


"Aku harus cepat jika tidak paling lama 4 hari aku bertahan terbang seperti ini,"


__ADS_2