Choice System: The God Of Thunder In One Piece

Choice System: The God Of Thunder In One Piece
Eps.3 Shandia


__ADS_3

Yama disisi lain terkejut sementara, Dia ingin bertanya perihal suara di kepalanya namun merasakan Aura God Enel didekatnya dirinya tidak berani bertindak gegabah.


Kembali ke Enel, setelah Yama pergi, Enel memeriksa suku Shandia dan menemukan mereka sedang dalam perdebatan akibat seorang anak kecil mengungkapkan tanah dari Upper Yard.


Anak kecil itu adalah Aisa, Anak kecil yang sering menjelajah Upper Yard dan kadang datang untuk menikmati keindahan dan bersembunyi.


Alasan Enel yang dulu tidak menyerangnya adalah karena dia terlalu malas dengan lalat kecil.


Setelah Yama pergi jauh dari Kuil Dewa, Enel bangkit dari sofa mewahnya. Sambil melempar lemparkan apel yang belum dia makan.


"Sepertinya Shura tidak akan lama lagi untuk menyerang Chopper di Altar Pengorbanan. Sebelum protagonis bergabung dengan Suku Shandia." Gumam Enel sambil mengambil tongkat emasnya yang berdiri seperti tongkat suci.


"Sepertinya aku harus ikut andil! Lagipula Enel yang dulu sangat bodoh tidak baik untuk masa depan Skypiea" Ucap Enel tidak keras ataupun tidak pelan.


Dengan satu langkah dia melangkahi tanah dan menghilang di Kuil Dewa.


Di Desa Awan Tersembunyi yang terletak tepat di bawah Giant Jack. Beberapa orang-orang Shandia telah memutuskan untuk perang dengan Enel dalam rapat yang diadakan kali ini.

__ADS_1


Sebelum itu..


Giant Jack adalah pohon kacang raksasa di tengah Upper Yard, yang melewati reruntuhan utama kota besar Shandora, Reruntuhan Atas, dan kuil Dewa. Menara Giant Jack menjulang di seluruh Skypiea.


Jadi walaupun Enel tidak bisa terbang karena buahnya belum di kembangkan sampai titik dimana dia bisa terbang bebas seperti Kizaru. Namun kecepatan petirnya bukanlah hal yang tidak bisa diremehkan.


Walaupun kecepatan petir berkali-kali lipat lebih rendah dibandingkan cahaya namun dalam dunia One Piece, Buah Cahaya yang di miliki Kizaru tidak memiliki kecepatan seperti cahaya aslinya karena keterbatasan fisik dan juga gravitasi.


Namun kecepatan buah Guntur Enel sebanding dengan dua kali lipat lebih lemah dibandingkan kecepatan asli petir yang berkisaran 150.000 km/detik.


Maka dari itu hanya butuh waktu 8 hingga 10 detik setelah Enel sampai di desa Awan Tersembunyi. Jika bukan karena kekuatannya melemah dia hanya butuh waktu sekitar 3 atau 4 detik.


Dari sini terbukti kekuatan Goro Goro no Mi yang dievaluasi sebagai buah Logia yang fleksibel serta kuat.


Munculnya Enel di Desa Awan Tersembunyi belum di ketahui oleh Ketua Shandia yang ikut dalam rapat. Enel selaku Dewa di Skypiea menunggu rapat mereka didepan pintu ruang rapat. Kemunculannya pada awal awal tidak terlalu banyak menimbulkan kericuhan namun.


"God Enel!! God Enel!!! Ada disini semuanyaaa!!!" Seseorang rakyat Shandia yang tidak dikenal tiba-tiba berteriak mengungkapkan keberadaan Enel yang berdiri seperti patung.

__ADS_1


"Apa!!" Ketua Shandia terkejut, beberapa orang di sekitarnya langsung mengambil tindakan dan keluar dengan segera..


Sementara Aisa yang ketakutan berdiri di belakang Raki dengan wajah penuh teror, di dalam Suku Shandia bisa dibilang dirinya yang merupakan paling berdosa karena mengambil tanah suci Upper Yard tanpa izin God Enel.


Dalam beberapa detik.


Enel dikepung belasan orang yang menggunakan senjata yang berbeda, mereka tidak langsung menyerangnya namun menunggu keputusan Kepala Desa.


"Sialan kau Enel! Beraninya kau datang sendiri" Namun salah satu orang memberontak dan menembak Enel. Dia adalah Wyper pejuang terkuat saat ini di Suku Shandia.


Menggunakan Burn Bazooka di tangannya dia tanpa ragu menembak Enel. Sebuah roket kecil melintas dengan cepat menuju Enel, namun yang tidak diharapkan adalah roket ini menembus tubuhnya dan mengenai rumah yang tidak bersalah di kejauhan.


"Ini" Beberapa Suku yang menyaksikan terkejut.


"Tenang Wyper!!" Teriak Ketua Shandia terdengar dimana-mana. Lalu di balik pintu ruang rapat, dia keluar beserta bodyguard yang menjaga.


Ketua Shandia menyipitkan matanya menatap Enel dengan tajam.

__ADS_1


__ADS_2