
Di sofa yang mewah, Enel bangun dari tidurnya..
Dikarenakan Kuil Dewa berhadapan langsung dengan langit, Enel melihat jelas matahari terbenam di kejauhan. Setelah menguap sesaat, Enel mengambil Apel di meja buah dan memakannya.
"Apakah Satori kalah?" Tanya Enel kepada kedua pelayan cantik dari Suku Skypiean.
Keduanya mengangguk dan berbicara "Ya tuan!".
"Baiklah Sena dan Sely beritahu Yama! Aku memanggil semua petinggi untuk berkumpul di kuil dewa, secepatnya" Enel tidak bergerak karena dia terlalu malas, dia lebih baik menikmati waktunya untuk memakan Apel yang sudah menjadi kebiasaannya.
"Baik Tuan" Kedua pelayan ini sangat setia kepada Enel jadi Enel bisa mempercayai mereka.
Keduanya dengan cepat pergi memberitahu Yama perihal perintah God Enel.
Yama yang sedang melatih God's Army tertegun dan langsung memanggil keempat bawahan Enel dan Petinggi dari Vearth, McKinlet serta Raki dari Hidden Cloud Village.
Enel yang sedang berbaring menunggu dengan sabar hingga matahari terbenam sepenuhnya, Enel merasakan beberapa sosok ada di luar Kuil.
"Masuk" Enel menyilakan kakinya dan duduk bersila di atas sofa.
Gerbang kuil di buka,, Kelima Petinggi beserta Yama muncul secara perlahan memasuki Kuil, 4 Bawahan serta McKinley tidak berani menatap langsung Enel hanya Raki di desa Awan Tersembunyi saja yang masih memiliki kebencian dihatinya.
"Tidak perlu menceritakan apa yang terjadi aku sudah tahu semuanya!" Enel berbicara membuat dua dari keempat bawahannya merasa kecut di hatinya.
"Apakah Ohm dan Satori di kalahkan? Kalian benar benar haa~~" Enel ingin memberi pelajaran namun dia menghembuskan nafas kecewa.
"Baiklah tidak perlu dikatakan lebih lagi! Aku ingin kalian kumpulkan anggota terkuat kalian, dan Satori, Ohm, Shura, Gedatsu dan Yama kumpulkan seluruh kekuatan kalian, malam ini kita akan mengepung ketuju orang ini." Setelah mengatakan itu Enel melirik ke McKinley.
"Kinley, Mereka (Penduduk Skypiea) yang ikut campur dengan ketujuh orang ini bawa mereka kemari keesokan harinya".
"Tempat berkumpulnya pengepungan ada di daerah altar pengorbanan, aku akan membuat dua Guntur untuk menunjukkan posisinya kalian hanya perlu bersembunyi dan menunggu waktunya yang tepat. Baiklah kalian semua bubar" Ucap Enel dengan nada memerintah tanpa malu-malu.
Saat semua orang ingin berbalik dan pergi, Enel melihat Raki dan berkata "Oh iya Raki, Jika kau membawa Wyper dalam pengepungan ini! Kau tau apa yang terjadi setelah dia bertindak gegabah kan?" Enel tersenyum kejam, sementara Raki memandangnya dengan wajah kesal dengan mata yang mengungkapkan benci dan amarah.
__ADS_1
Enel menutup matanya dan berkonsentrasi mendengarkan ke seluruh Skypiea karena kondisinya tubuhnya telah pulih sepenuhnya.
Di hutan tidak jauh dari altar pengorbanan, Enel mendengar suara api unggun yang dibangun sangat besar. Setelah mengkonfirmasi posisinya.
Enel membuka matanya menghilang di tempat bersamaan dengan tongkat emasnya.
Di kedalaman hutan...
"Sanjii~~ Kapan ada makanan! Aku mau makan makan" Luffy terbaring lemas ditanah dan mengeluh kepada Sanji..
"Tunggu sebentar bodoh! Aku sedang membuatkan Makan Malam untuk Nami-Swaan~, Robin-Swaan~" Sanji memotong lobak seukuran anjing didepannya dengan santai namun saat menyebut Nami dan Robin matanya berubah menjadi Love memandang Robin dan Nami yang sedang duduk di kejauhan.
"Oi Koki Mesum! Apa yang harus ku lakukan dengan bahan ini?" Zoro menyeret kodok sebesar kuda dan bison sebesar gajah dengan mudah.
"Taruhkan saja ke dalam panci" Sanji tanpa sadar berkata dan terus memotong lobak dan bawang dengan rapi.
"Oh baiklah? Tidak perlu di kuliti?" Tanya Zoro, Sanji membalas dengan datar "Boleh Saja".
Kulit bison dan katak terpotong rapi dalam sekilas, Zoro memasukkan bison ke kuali namun saat dia ingin memasukkan Kodok.
Suara marah terdengar..
"Tungguuuu!!!" Nami berteriak kepada Zoro dengan bahasa Jepangnya Chotto #KaloGakSalah."
"Hah?" Zoro memandang Nami dengan heran.
"Sanji tidak bisakah kau melihat bahan yang ingin di masukkan itu aneh!! Aku tidak suka itu sangat menjijikkan" Ucap Nami dengan ekspresi jijik dan wajah ratu yang sombong.
Robin di kejauhan tersenyum dan tertawa kecil.
"Eh?" Sanji sendiri bingung namun demi Nami dia berkata "Oi Marimo!! Apa yang kau lakukan sialan!! Beraninya kau menaruh bahan makanan yang tidak disukai Nami-Swaa~~n" Sanji menunjuk Zoro dan berkata dengan marah.
"Bukankah kau yang menyuruhnya! Koki Mesum??" Keduanya memulai pertengkaran seperti biasanya. Hingga..
__ADS_1
*Tanggg
Mereka berdua terjatuh ketanah akibat dipukul oleh Nami dengan wajan penggorengan..
"Baiklah mulai memasak dan jangan bergaduh! Bodoh" Nami mencubit kedua kuping mereka lalu berkata dengan kejam "Mengerti".
"Ahh iya iya" Sanji dan Zoro berkata bersamaan dan merasakan sakit hingga telinga mereka memerah akibat dicubit Nami.
Beberapa puluh menit kemudian, makanan sudah jadi dan sake telah disiapkan oleh Zoro.
"Apakah tidak apa apa seperti ini? Bukannya ini akan menarik perhatian binatang buas? Dengan aroma daging ini?" Tanya Robin yang sudah Cakap dan Dewasa. Dalam nadanya terdengar ada keraguan dan keheranan.
"Pufffffttt" Luffy dan Usopp tertawa, lalu mereka berdua menjadi serius dan berkata "Betapa bodohnya dia?" Ucapan Luffy dan Usopp membuat Robin tercengang sekaligus terkejut.
*Apa? Aku diremehkan oleh mereka berdua?* Batin Robin memandang Luffy dan Usopp dengan bingung.
*Ataukah pengalamanku tidak sebagus mereka?* Batin Robin lalu selanjutnya.
"Saat seseorang berkemah! Sudah jelas harus ada Api Unggun dan malam kali ini adalah pesta api unggun pertama kita" Kata Usopp dengan serius dirinya lebih serius sepuluh kali lipat daripada bertarung.
"Yap benar kata Usopp!" Luffy mengangguk membenarkan kata kata Usopp.
Mereka berdua berbalik dan mengangkat tangannya secara bersama dan berkata secara serempak juga "Pestaaa Api Unggun"
Robin yang sedang duduk sedikit membuka mulutnya dan tiba-tiba dia tertawa setelah sadar dari keterkejutannya.
Tiba tiba suara gemerisik muncul di semak-semak.
Zoro yang sedang berbaring menatap dengan tajam, Sanji yang sedang memasak juga menatap dengan tajam kearah semak semak itu, semua kru menatap dengan tatapan yang berbeda kecuali Luffy sedang memakan makanan.
"Apakah mereka datang lagi?" Usopp berkata dengan wajah penuh ketakutan..
Namun sebuah kepala muncul di semak-semak. Kepala ini adalah sebuah serigala dengan mata merah memandang mereka.
__ADS_1