
Kembali ke Kuil Dewa..
Enel berbaring lagi di Sofanya dan dia menutup matanya memasuki alam bawah sadarnya.
Kembali di lautan tak berujung, Enel melihat Barisan teks muncul lagi namun hanya terdapat satu bingkai di teks tersebut.
[Hadiah Akan di distribusikan! Apakah diterima?]
"Terima!" Ucap Enel menantikan kekuatan aslinya kembali.
Tiba tiba tubuhnya bergetar secara tidak langsung dan otot-otot di tubuhnya menjadi lebih kencang dibandingkan sebelumnya. Enel merasakan kebahagiaan dengan kembali kekuatan aslinya.
Lalu sebuah Aura tak terlihat yang menekan keluar dari tubuhnya, dalam radius 50 meter sebuah gelombang putih keemasan muncul menekan segal sesuatu bahkan angin kencang.
Aura ini yang tak terlihat ini adalah Haoshoku haki.
"System buka panel" Dalam sekejap panel dibuka.
[God Enel
Buah Iblis: {1/1}
•Goro Goro no Mi (Logia)
Kemahiran: Terampil
Max Volt: 200.000.000
Kekuatan Fisik: 50
Kenbonshuko Haki: 120
__ADS_1
Busoshuko Haki: 0 (Belum Terbangun)
Haoshoku Haki: 30
Kemampuan Lain:
~Mantra]
"Hahahah Awal pembuka 30 Poin? Ini cukup bagus" Enel tertawa senang lalu dia memperhatikan sebuah nomor di samping buah iblisnya.
"Apa guna nomor ini? Apakah buah iblis ku bisa di tambahkan? Sesuai Slot? Bukannya itu mustahil?" Gumam Enel sambil mengerutkan keningnya, banyak fungsi system yang belum dia mengerti namun sepertinya system tidak memberi penjelasan.
Yang berarti dia harus menjelajahi selebihnya tentang System. Karena gabut, Enel membuka deskripsi mantranya walaupun dia sudah tau kemampuannya seperti apa.
[Mantra
Kemampuan penggabungan dari Buah Iblis Goro Goro no Mi dan Kenbonshuko Haki, Selain dapat mendengar suara dari getaran yang dikeluarkan. Kemampuan ini juga dapat mendengar isi hati orang lain yang lebih lemah darinya.]
"Kemampuan ini!" Enel merasa rumit melihat kemampuan mantranya, dia tidak mengerti namun sepertinya hal ini bisa dikembangkan lebih lagi.
Setelah mengalihkan pandangannya dari System.
*Para pembaca selanjutnya adalah cerita Filler jika anda tertarik anda dapat membacanya jika tidak bisa di skip jika episodenya tersedia.
*Untuk pembantu umum, Episode Filler saya berikan tanda {F} Untuk memberitahu pembaca satu episode berisi filler. dan ketika cerita masuk ke Filler saya akan mengingatkan. Terimakasih semoga anda suka dengan Filler yang saya buat secara sengaja atau tidak sengaja.
Btw gak marah kan? Ada Filler?
Enel melihat lautan di bawahnya dan perlahan mendarat di atasnya, Enel melihat ke sekelilingnya yang kosong dan tidak ada apapun selain lautan yang tidak memiliki ombak ini.
Dengan jentikan jari, sebuah tongkat emas muncul. Enel memegang tongkat itu dan menekan lautan di bawahnya dengan tongkat.
__ADS_1
Suara gemuru terdengar di bawah laut, membuat getaran besar, perlahan demi perlahan, sebuah bayangan besar muncul dan Enel merasakan dirinya menginjak padat.
Lalu sebuah benua yang sangat luas muncul, Enel langsung terbang di langit dan melihat benua yang muncul ini, benua ini 5 kali lipat lebih luas dari benua pangea.
Dengan lambaian tangannya, Enel membuat beberapa tempat di benua ini menjadi iklim yang berbeda, contohnya di daerah kutub selatan dan Utara cenderung lebih dingin, beberapa area dibuatnya menjadi area pegunungan berapi.
Di benua kosong yang tidak memiliki pohon ini, Enel menambahkan banyak sumberdaya alam, dari pohon batu, emas berlian dan lain lain. setelah beberapa pengaturan sebuah benua telah berhasil di buat.
"Etheria" Gumam Enel, Suaranya tidak keras namun terdengar di penjuru dunia, Di alam bawah sadarnya, Enel membuat sebuah dunia yang baru dengan system yang baru.
Nama yang dia sebutkan ini akan menjadi awal dari benua Etheria berkembang.
Setelah menyelesaikan pembuatan benua, Enel tidak langsung membuat manusia dan lainnya. Dia berjalan ke lautan tidak jauh dan membuat medan petir berdiameter jutaan mil dari benua Etheria. Membuatnya seperti dikurung didalam sangkar.
Enel membuat ini dengan alasan agar tidak ada makhluk dari luar maupun dalam bisa bebas keluar masuk.
Setelah pergi jauh dari benua Etheria, Enel melihat lautan kosong lagi. Dia dengan lambaian tangan yang acak memunculkan monster berukuran jutaan kilometer.
Monster ini berbentuk seperti ular yang memiliki panjang tak terhitung dengan ukuran diameter tubuhnya saja menyentuh langit.
Ular itu menunduk didepan Enel dan tidak berani menatapnya, dan berkata "Tuan". Enel mengangguk puas dan tertawa "Hahah bagus-bagus".
"Aku memberimu kebijaksanaan dan kemampuan untuk berubah, namun kau akan dilarang dan dibenci oleh kekuatan yang ku buat didunia ini! Yakni Sihir" Ucap Enel, dia mengetuk ular besar ini.
Dalam seketika ular ini berubah menjadi manusia setinggi 3 meter dengan tubuh yang sangat sempurna untungnya bagian bawahnya tertutupi oleh celana yang secara alami di buat sebagai sensor.
"Namamu Hydra! Aku membentuk tugas untukmu! Dalam 100 Juta tahun kedepannya! Pertempuran mu dengan Orang Etheria akan dimulai! Dalam 100 Juta tahun itu kau dapat sesuka hati mencari bawahan atau tidak, jangan meremehkan Orang Etheria! Mereka memiliki afinitas dengan hukum yang kubuat yakni Sihir! Hukum yang dapat membunuhmu." Enel menjelaskan beberapa hal kepada Hydra.
Pria setinggi 3 meter itu mengangguk dan mendengarkan dengan serius.
"Dalam 100 Juta Tahun! Penghalang yang ku buat akan runtuh kau dapat memulai perang atau mereka yang memulai terserah. Namun jika kalian tidak berperang bersiaplah menerima hukuman" Setelah menunjukkan aura tirani nya yang dilebih-lebihkan berkat imajinasi. Enel pergi ke benua Etheria dengan cara teleportasi.
__ADS_1