
Pada suatu tempat ruangan yang terlihat seperti kuil sederhana, Pria setinggi 266 cm sedang berbaring di Sofa besar.
Perlahan dirinya membuka mata sembari melihat ke sekelilingnya dengan heran.
"Dimana ini?" Ucapnya selagi melihat sekeliling kuil, pada dinding-dinding kuil Enel melihat sebuah gambar semacam Egyptian Pictograph yang menjelaskan beberapa orang sedang melakukan aktifitas juga beberapa dari mereka berbaris patuh.
Folen memandangi langit di depannya dan awan awan yang indah "Seperti inikah surga?" batinnya. Sekali lagi melihat kuil ini, Enel menemukan sebuah kaca di kejauhan yang dia tidak sengaja lewatkan.
Kaca memantulkan dirinya..
Pria tinggi dengan tubuh sempurna dan wajahnya yang terbilang cukup baik, yang membuatnya terlihat unik adalah telinganya terlihat sepanjang perut dengan bertatahkan emas murni berbentuk berlian.
Dia berpakaian dengan cara yang sangat mewah, untuk menekankan "kesalehannya". Dia mengenakan celana oranye longgar dengan pola hitam di atasnya, dan di pinggangnya ada selempang biru yang mengalir, mengangkat kerudung biru muda..
Dia memakai gelang emas di kedua lengannya serta gelang emas di kakinya, dan dua cincin emas kecil di sekitar jari kakinya yang lebih besar.
Juga menggunakan bandana putih di kepalanya, dengan punggung bertatahkan empat drum Tomoe Besar yang di lampirkan cincin besar di punggungnya.
Pria itu melihat dengan jelas dan mengetahui semuanya..
Sebagai seseorang otaku di kehidupan sebelumnya tidak mungkin untuk tidak mengenal siapa yang dipantulkan kaca itu
__ADS_1
Dirinya telah menyebrang ke dunia yang lain, dan sekarang dia berada di dunia One Piece menjadi God Enel yang menguasai Skypiea.
"Penyebrangan ini lumayan bagus" Batin Enel yang baru, dibandingkan beberapa MC dalam anime yang dia tonton pada kehidupan sebelumnya.
"Goro Goro no Mi + Kenbonshuko Haki + Pengetahuan Plot! Cukup untuk bertahan di dunia yang kejam ini dengan tidak memprovokasi seseorang yang kuat" Batin Enel bagaimanapun dia telah mengalami kematian sekali dia tidak ingin mengulanginya lagi apalagi didunia yang menarik ini.
Sangat sayang baginya untuk melewatkan kesempatan emas ini.
Enel menyulurkan tangannya dan dia mengeluarkan petir ke udara, namun di bandingkan Enel yang dia ketahui.
"Sepertinya lebih lemah dari yang aslinya" Ucap Enel yang baru, dengan sedih, dia sendiri tidak mengetahui apa yang terjadi pada penyebrangan ini tapi spekulasi dia mengatakan kalau mungkin jiwa enel melawan tirani jiwanya hingga kekuatannya menjadi lebih lemah dibandingkan sebelumnya.
Untungnya sebagai Transmigran dari dunia yang lain Enel dengan cepat menerima situasi. Baginya panik hanya untuk membuang waktunya jadi Enel mulai mencari solusi.
"Sekarang cerna situasi! Dalam timeline apa aku menyebrang?" Enel menutup matanya dan melancarkan Kenbonshuko Haki untuk mempertajam pendengarannya dengan bantuan Goro Goro no Mi. Kemampuan ini dinamai olehnya sebagai Mantra.
Pada biasanya mantra dapat digunakan hingga ke tempat penduduk Skypiean, Vearth.
Tapi entah mengapa Enel merasakan level Kenbonshuko Hakinya meningkat berbeda di cerita aslinya. Dia mendengar suara tidak hanya lebih jelas tapi bahkan suara hati juga bisa didengar.
Pada saat ini Enel melihat pertarungan antara Satori bawahannya dengan Luffy, Sanji dan Usopp. Yang cukup tragis tetapi Enel tidak peduli akan hal itu.
__ADS_1
Setelah melihat keberadaan Topi Jerami Enel mengutuk didalam hatinya
"Sialan bukannya ini Time Line Arc Skypiea dalam Cerita aslinya" Enel memegang dagunya dan berpikir kritis.
"Namun sepertinya mereka belum berkolusi dengan Shandian! Jika begitu aku harus cepat sebelum para kru Topi Jerami dan Suku Shandia bergabung untuk mengkudeta aku" Enel mengalihkan pendengarannya ke tempat yang lain.
Setelah memastikan Robin, Zoro dan Nami tidak melakukan hal hal yang di tidak berbahaya baginya, dia beralih ke Chopper sedang menjaga kapal sendirian.
Untuk Chopper Enel tidak terlalu peduli dia hanya peduli pada peluit yang bisa memanggil Gan Fall.
Tiba tiba pintu kuil di kejauhan terbuka, Enel melihat sosok setinggi 3 m lebih dengan badan besar datang dan membungkuk.
"God Enel, Saya mempunyai berita buruk. Priest Satori dikalahkan oleh 3 orang blue sea." Yama mengucapkan kata God sebagai awalan memanggil Enel dengan sopan.
Sebenarnya arti Dewa menurut Enel yang baru adalah sebuah pemimpin yang memimpin suatu negara atau rakyat. Bukan sebuah Dewa yang maha tahu dan mahakuasa.
"Yama, berikan perintah kepada Shura atas namaku, Lakukan Acara Pengorbanan" Ucap Enel dengan dingin.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Ada beberapa yang di revisi namun tidak mengubah inti ceritanya, terimakasih telah membaca.
__ADS_1