Choice System: The God Of Thunder In One Piece

Choice System: The God Of Thunder In One Piece
Eps.21 Hukuman untuk para Pendosa


__ADS_3

"Bajing.n apa ini yang kau sebut dengan dewa? membunuh anak kecil seperti itukah dewa!" Teriak tangis Raki, menghadap Enel dia seperti tidak bisa berbuat apa apa dan hanya meminta penjelasan dari kata-katanya.


Nami dan Robin merasa simpati dan menatap Enel dengan tajam.


"Hahahahah" Enel tertawa dan berkata "Ini baru pertama kalinya ada seseorang yang mereduksi aku saat menjadi dewa" Enel memegang kepalanya dan menggeleng-gelengkan nya.


"Lalu bagaimana apakah aku sebagai Dewa tidak dianggap di mata kalian? Kalian melakukan ...... pada saat dewa datang dan bahkan lebih parahnya kalian masih melanjutkannya. Kalian bahkan menanggapi Hukuman sebagai hal yang sepele? Apakah ini memang perilaku kalian? Shandia?" Kata kata Enel membuat seluruh ruangan terdiam bahkan Wyper dan Raki tidak bisa menjawab.


Robin dan Nami diam dan tidak ingin ikut campur.


Melihat suasana terdiam, Enel tersenyum dan berkata "Bagaimana? Apa kalian bisa membayar dosa ini? Dengan sesuatu yang berharga?"


Mendengar ini Wajah Raki dan Wyper menjadi lebih gelap lagi.


"Kami?" Raki ingin berkata namun kata katanya langsung di intrupsi oleh Enel.


"Baiklah sepertinya kalian tidak bisa mengambil keputusan dengan baik dan benar" Kata Enel dengan nada yang terlihat kecewa.


Dia mengucapkan kata-kata namun bahkan Nami dan Robin didekatnya tidak mengetahui apa yang di ucapkan Enel.

__ADS_1


Sedangkan di luar gerbang, Yama yang menunggu dengan sabar mengangguk dan membungkuk kearah kuil dewa lalu pergi..


Berpuluh-puluh menit kemudian, Enel menunggu dengan sabar sambil menutup matanya.


Sementara Wyper dan Raki terlihat gelisah entah karena apa. Nami dan Robin tetap diam sambil menunggu situasi, kecuali Robin dia memandang Egyptian Pictograph yang ada pada dinding.


Setelah lama menunggu..


Sosok muncul di kejauhan..


Menggunakan tongkat dan helm serigala, Kepala Desa Shandia datang dengan wajah suram.


Enel membuka matanya dan melirik Kepala Desa tersebut. Kepala Desa yang merasa ditatap membungkukkan badannya dan memberi hormat.


"Kepala Desa Shandia, hadir disini" Walaupun kata-katanya penuh dengan nada hormat, namun jika orang teliti dia tidak rela mengatakannya.


"heh bangkitlah" Enel mencibir.


"Sebelum itu, maafkan kedua pejuang saya atas kelakuan mereka" Kepala desa membungkukkan kepalanya lagi, sementara Enel hanya menanggapinya dengan kata "Hmm".

__ADS_1


"Maaf Dewa, Apakah Aisa, Gadis kecil dari desa kami membuat keributan baik baik saja?" Tanya Kepala Desa dengan sedikit khawatir.


"Dia baik baik saja tapi jika kalian ingin membebaskan gadis kecil itu kalian harus membagikan seluruh Dial yang kalian miliki untukku" Enel langsung ke intinya tanpa berbasa basi walaupun inti yang di ucapkan adalah inti luarnya.


"Tapi i itu" Kepala Desa sedikit sulit menjawab, Menukar seorang gadis kecil dengan seluruh dunia, pertukaran tidak adil macam apa ini batinnya.


Enel tersenyum dan melihat kepala desa kesulitan menjawab "Dan lagi menghancurkan kuil dewa yang suci dengan tangan dosanya, mereka berdua akan di tangkap dan di adili" Enel menujuk Raki dan Wyper lalu kata lanjutan nya membuat seluruh suasana menjadi dingin.


"Hukuman Mati"


Mendengar ini, kepala desa panik. Alasan mengapa dia panik, Wyper dan Raki keduanya adalah pejuang yang berpotensi untuk menjadi kepala desa selanjutnya dan merupakan pejuang hebat di desa.


Apalagi Raki, Seseorang yang berpikiran matang dan cerdas sangat sulit dicari pada suku bar-bar ini. Dan untuk Wyper, kekuatannya nomor 1 didesa, jika Wyper mati. Penduduk tidak akan memiliki semangat juang yang kuat lagi.


"De dewa apakah ada hal yang dapat membebaskan mereka berdua?" Tanya Kepala desa dengan wajah gelisah dan panik. Untuk membagikan seluruh Dial mungkin bisa di lakukan karena mereka dapat mengumpulkan Dial dengan sangat mudah.


Tapi untuk kedua orang ini, sangat sulit mencarinya dalam puluhan tahun terakhir.


"Ada, Tapi kau tahu apa itu kan" Enel tersenyum pengertian.

__ADS_1


Kepala Desa menggertakkan giginya dan menjawab..


__ADS_2