Choice System: The God Of Thunder In One Piece

Choice System: The God Of Thunder In One Piece
Eps.19 Penjelasan Robin, Sosok Misterius


__ADS_3

"Sely, Sena. Kurung gadis kecil ini jangan sampai kabur" Enel melemparkan Aisa yang telah pingsan ke pangkuan Sena, berbalik dan melihat Egyptian Pictograph yang masing masing memiliki beberapa unsur tersembunyi.


Enel melihat tulisan kuno itu dengan tatapan penasaran, apalagi saat dia melihat ketiga perwakilan dari suku manusia langit berlutut didepan seseorang pada gambar kuno yang tercetak di dinding kuil.


Melihat ketiga perwakilan dari suku manusia langit Enel bergumam.


"Birkans, Skypians, Shandians" Gumam Enel menatap gambar didepannya dengan tatapan serakah.


"Siapa dia? Mengapa dia bisa menundukkan ketiga suku ini dengan mudah?" Enel melihat ke sebuah gambar yang rusak dan tidak di ketahui dimana potongannya dan bentuk aslinya.


Beberapa waktu kemudian Enel melihat Robin datang dirinya tidak sendiri! Nami yang pemberontak ikut bersamanya.


Wajah Enel sedikit lebih gelap, dia melirik Robin dan minta penjelasan "Aku tidak tahu! Saat aku kembali, dia sendiri sudah keluar sebelumnya keluar" Robin mengangkat bahunya dan berkata dengan enteng.


Enel melirik Nami dengan tatapan acuh tak acuh dan berbalik menatap Robin yang tersenyum kepadanya.


"Bisakah kau terjemahkan teks teks kuno ini?" Enel menunjukkan tangannya ke dinding-dinding dan langit langit kuil.


Robin mengangguk dia mengangkat kepalanya dan melihat ke sekelilingnya dinding untuk waktu yang lama.


Enel menunggunya dengan sabar, Nami yang terlihat sibuk berbolak balik menatap pilar emas kuil dewa. Enel menatapnya sekilas dan memiliki pemikiran didalamnya "Sungguh mengerikan wanita sepertinya! Aku khawatir mereka yang menikahinya harus memiliki omset Belly tak terbatas agar tidak di tinggalkan".


Enel menopang dagunya dengan tangan menatap Robin dengan tatapan bosan, "Ya lebih baik memiliki wanita masuk akal seperti Robin, Dewasa, Lembut, Penurut, Cerdas. Benar benar istri yang sempurna" Enel menghembuskan nafas panjang.

__ADS_1


Dia mengambil apel di meja buah, dan memakannya "Namun akan sulit untuk mendekatinya dimasa depan! Lagipula wanita Sepertinya pasti memiliki banyak saingan di seluruh dunia"


Saat dia sedang memakan Apel, Enel merasa sedang di tatap oleh seseorang, dia menoleh dan melihat Nami yang melihat aksesoris apel emas di meja buah.


"Mau?" Tanya Enel dengan tatapan bosan.


"Ya ya ya" Nami segera menjawab berharap mendapatkan Apel Emas itu, bukannya apel emas dia di beri apel segar biasa.


Merasa kecewa, Nami memandang Enel dengan tatapan marah, adapun Enel dia tidak peduli.


"Sudah selesai" Robin mengambil nafas dalam-dalam karena dia sangat terkejut dengan apa yang dia baca. 'Rahasia ini jika dinketahui dunia, aku takut akan menimbulkan kekacauan besar-besaran'.


Enel melihat Robin yang terkejut dan sangat bersemangat tidak bisa untuk tidak penasaran, dia melemparkan Apel dan berkata "Untukmu, Sekarang apa yang kau dapat?"


Enel melambaikan tangannya dan berkata "Dari awal saja" Lagipula dia butuh informasi yang jelas dan jika langsung ke point utamanya dia akan bertanya-tanya nantinya.


"Baiklah" Robin mengambil nafas panjang-panjang dan menjelaskan.


"Pada awal kekuasaan langit yang terjadi pada masa kuno karena berada dalam waktu yang mungkin 800 hingga seribu tahun yang lalu"


"Para Penduduk Bulan menginvasi bumi diakibatkan kekurangan sumberdaya, Mereka memiliki berbagai ras namun yang paling banyak dan berpengaruh ada 3. Birkans, Skypians, Shandians."


"Ketiga suku ini di sebut Manusia Langit dan malaikat oleh penduduk bumi, Pemimpin dari ketiganya tidak diketahui pasti karena beberapa informasi yang ada padanya di hilangkan"

__ADS_1


"Namun meskipun begitu beberapa kata membuktikan bahwa dia bukanlah ras manusia langit ataupun ras yang berhubungan dengan bulan. Bahkan penduduk yang mengungkapkan pujian mengatakan dia adalah Dewa"


Enel menegang mendengar penjelasan Robin, lagipula sebagai seseorang yang menyandang gelar Dewa, maklum baginya untuk tertegun dan terkejut ketika dewa yang asli muncul.


Tapi yang membuat dia sangat penasaran, sosok yang muncul ini tidaklah dari suku yang berasal dari bulan atau bumi.


"Apakah dia meninggalkan beberapa kata atau beberapa orang memanggil namanya?" Enel bertanya dengan penasaran.


Robin menjawab dengan menggelengkan kepalanya, Enel sedikit tidak puas namun melihat Robin berkata lain dia menjadi bersemangat.


"Tidak ada namun dalam suatu perayaan besar-besaran yang menyambut datangnya sesuatu, Dia pernah menyebutkan dua seseorang yakni; (Joy Boy dan Im)"


Mendengar tanggapan Robin, Enel membanting kan tangannya di meja dan tertawa terbahak-bahak menakuti Nami dan membuat Robin terlihat waspada.


"He Ha ha ha" Enel tertawa deras.


Beberapa waktu yang berlalu, kebahagiaan telah banyak mereda, Enel hanya bisa terkekeh sambil tersenyum canda yang jarang dia tunjukkan.


Enel memandang gambaran tahta yang rusak dengan tatapan yang dalam.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Gw minta maaf karena rasio upload nya agak berkurang, maaf ya belakangan ini gw lagi sibuk nyiapin ujian sekolah akhir jadi sorry kalo terlambat.

__ADS_1


__ADS_2