
Sebagai pemimpin Skypiea, tidak mungkin untuk dilihat bawahannya dia di kalahkan begitu mudah walaupun Enel memiliki perlawanan terhadap Luffy. Dia tidak ingin terlalu repot-repot melawan Anak Takdir yang ujung-ujungnya mengalami kekalahan.
Jadi dengan memerintahkan 4 Priest agar mengepung dan menekan Luffy adalah pilihan yang tepat, keempat Priest walaupun kekuatannya tidak sebagus Luffy. Tapi beda ceritanya jika mereka bergabung melawan Luffy.
Pertempuran antara 4 Priest dan Luffy berlangsung berpuluh-puluh menit sampai pada akhirnya Luffy kehabisan tenaga dan kehilangan kesadarannya.
"Cepat borgol dia menggunakan ini" Enel melemparkan borgol putih yang bahannya terbuat dari campuran batu laut.
Dalam pertarungan melawan Rob Lucci di Enies Lobby, Luffy bangkit lagi dan mengalahkan Rob Lucci.
Takut hal yang sama terjadi, Enel langsung memborgol Luffy.
Setelah memborgol Luffy dia berbalik menatap 4 orang tersisa.
"Juga borgol mereka berempat" Enel melirik Suku Shandia dan mengingatkan "Oh iya wanita berambut hitam itu gunakan Borgol Putih untuknya" Setelah urusan pertempuran sudah selesai..
Suku Shandia bergerak dan memborgol mereka satu persatu.
Usopp dan Chopper yang notabenenya penakut tidak melawan.
__ADS_1
Meskipun begitu Nami tetap saja berteriak dan bertanya kepada Raki "Kenapa? Apa yang terjadi? Bukannya kalian?" Dengan mata yang kosong penuh ketidakpercayaan. Raki yang memborgolnya membisikkan sesuatu ke telinga Nami yang membuat Nami secara bertahap menjadi cerah.
Di sisi lain Robin yang menerima situasi diam tanpa mengeluh, dia hanya menghembuskan nafas dan bertanya "Bagaimana kau tahu kalau aku pengguna buah iblis" Robin menatap Enel didepannya, tidak ada kebencian di matanya hanya ada kebingungan dan keheranan.
"Bagaimana? Hahahah Rahasia!" Enel tertawa sambil memegang dagunya.
"Yama, Kau selesaikan urusan ini" Enel memerintah, Yama yang dari dulu adalah asisten Enel tidak bisa menolak dan mengangguk.
Saat Enel ingin kembali ke Kuil Dewanya.
Enel merasakan sesuatu yang janggal, dalam Kenbonshuko Hakinya dia merasakan nafas lain muncul..
"Nafas ini? Sangat kuat! Siapa itu?" Mata Enel menyipit, dia merasakan hal hal berbahaya akan muncul.
Tebakan Enel terkonfirmasi, sebuah bayangan hitam muncul menerjang dengan kecepatan yang mengkhawatirkan di depan matanya.
Dengan palu di tangannya, Sosok hitam misterius ini menyerang Enel sekuat tenaga.
Enel menangkis serangannya dengan tongkat emasnya.
__ADS_1
Benturan kedua senjata membuat gelombang kejut sejauh seratus meter...
Para bawahan Enel yang hadir terkejut bahkan keempat kru Topi Jerami yang tersisa juga terkejut.
"Aku tidak menyangka ada sosok sepertimu tersembunyi di kelompok anak anak" Enel tidak melihat pria didepannya sebagai manusia.
"Siapa kau? Apakah kau manifestasi dari keinginan?" Tanya Enel, sebagai seseorang yang mendalami hal hal ghaib bahkan di alam bawah sadarnya dia merasakan sosok didepannya terlalu mirip dengan apa yang di sebut sebagai Jiwa dan Hantu..
Enel mengingat jelas bagaimana kemampuan di dunia One Piece ini berjalan, yakni dengan impian, mimpi, keinginan.
Jadi bukanlah hal yang aneh menjumpai sosok sosok tidak di kenal di Dunia One Piece.
Sosok ini tidak berbicara dia menyerang Enel dengan senjatanya yang lain berupa kampak.
"Tidak ingin berbicara? Kau terlalu membosankan" Enel menggelengkan kepalanya dan merasa sedikit kecewa karena tidak bisa berbincang-bincang dengan sosok didepannya.
"Karena kau ingin pertarungan serius dan cepat" Enel bergeser dengan cepat jejauh 10 meter dari sosok itu.
"Maka baiklah akan ku turuti makhluk aneh" Enel menghilangkan tongkatnya, dan membuat aliran listrik yang mengubah bentuk tongkat menjadi sebuah trisula emas yang tajam.
__ADS_1
"Mari bertarung Manifestasi Keinginan? Tidak bagaimana kalau aku menyebutmu Going Merry." Enel tersenyum kejam, petirnya menyambar di sekelilingnya.
Pertarungan antara Enel dan Going Merry dimulai.