
[God Enel
Garis Keturunan: Manusia Langit (2/3)
Buah Iblis: {1/1}
Kemahiran: Terampil (89%)
Max Volt: 250.000.000 {2×}
Kekuatan Fisik: 90 (+22)
Kenbonshuko Haki: 120
Busoshuko Haki: 45
Haoshoku Haki: 35
Kemampuan Lain:
~Mantra
~Trafo]
"System apa ini? Jika Garis keturunan aku bisa mengerti namun apa angka dan persen di sebelah kekuatan fisik juga kemahiran??" Enel memandang jendela status dengan sedikit menebak.
[Angka di sebelah kekuatan fisik yang di tandai dalam kurung merupakan bonus dari kekuatan Busoshuko Haki, Angka yang dihasilkan berupa dari setengah Poin Busoshuko yang di akumulasi ke dalam kekuatan fisik tanpa mengurangi nilai aslinya]
[Sementara angka di sebelah kemahiran yang ditandai tanda kurung merupakan angka menuju ke tingkat kemahiran berikutnya, Angka ini dipicu saat kemahiran tuan menyentuh 80% keatas.]
"Hmm sangat menarik, Selama ini Enel belum meningkatkan kemahiran buahnya sebagaimana pun usaha yang dia lakukan sangat sia-sia." Enel memikirkan beberapa hal tentang Enel yang dulu dan mengkonfirmasi dengan Enel yang sekarang.
"Jika di kehidupan ini aku memfokuskan beberapa hal ke dalam Medan Magnet dan getaran" Tiba tiba Enel mendapatkan pencerahan setelah begitu lama berpikir.
Entah itu karena dia pintar atau suara aliran air yang menyegarkan itu tapi pokoknya Enel tertawa terbahak-bahak.
"Hahahaha aku terlalu bodoh kenapa aku tidak memikirkannya" Enel memegang kepalanya..
"Perkembangan selanjutnya mengenai Medan Magnet dan Getaran, Ya aku fokuskan ke dalam getaran saja terlebih dahulu karena pemahaman tentang Medan Magnet itu tidak terlalu sulit" Batinnya sambil memperbaiki posisi berendam nya.
Enel bersila di dalam air sungai hanya setengah tubuhnya yang terlihat di atas air, dengan menyebarkan listrik ke sekitar aliran sungai Enel mulai bermeditasi untuk memiliki pemahaman tentang Getaran Listrik.
Meditasi awalnya tidak berjalan lancar namun seiring waktu, Enel menjadi semakin hening dan memasuki kondisi meditasi yang dalam. Dia tidak mengetahui tapi panel holografik terus muncul dan muncul.
[Memasuki meditasi mendalam, Kekuatan Kenbonshuko meningkat +6]
[Memasuki meditasi mendalam, Kekuatan Kenbonshuko meningkat +4]
[Memasuki meditasi mendalam, Kekuatan Kenbonshuko meningkat +3]
[Memasuki meditasi mendalam, Kekuatan Kenbonshuko meningkat +2]
[Memasuki meditasi mendalam,Kekuatan Kenbonshuko meningkat +1]
Pada akhirnya setelah terkumpul 16 Poin, Kekuatan Kenbonshuko nya tidak bertambah melainkan mandek ditempat. Namun..
__ADS_1
[Meditasi di lakukan secara sungguh-sungguh dan tekad yang kuat, Pemahaman tentang meditasi meningkat]
[Pemahaman meningkat]
[Pemaham mening...]
Hingga 3 hari berlalu...
Enel membuka matanya, pada saat ini ada cahaya lain di matanya. Tidak seperti sebelumnya meditasi kali ini membuat Enel terlihat lebih tenang dibandingkan sebelumnya.
Enel melihat beberapa panel dengan bingung, dia menghapus yang tidak berguna dengan pikirannya dan melihat beberapa hal yang berguna.
Panel System yang pertama menyebutkan tentang dirinya mendapat 16 Poin Kenbonshuko dari meditasi dan selanjutnya.
[Kemampuan Low-Meditation Di tambahkan]
...[Low-Meditation]...
...Teknik yang berasal dari pemahaman mendalam tentang meditasi, Meditasi yang menyegarkan pikiran dan hati dari udara kotor....
...Peningkatan: Wawasan Bertambah, Pengguna Dapat Mengembalikan 10% Stamina saat bermeditasi selama 1 Jam....
(Kalian sukanya di tengah atau di samping kiri tata letak skillnya)
"Ini?" Enel sedikit terkejut dia membuka Jendela Status dan melihat apa saja perkembangannya.
[God Enel
Garis Keturunan: Manusia Langit (2/3)
Buah Iblis: {1/1}
Kemahiran: Terampil (98%)
Max Volt: 250.000.000 {2×}
Kekuatan Fisik: 90 (+22)
Kenbonshuko Haki: 136
Busoshuko Haki: 45
Haoshoku Haki: 35
Kemampuan Lain:
~Mantra
~Trafo
~Low-Meditation]
"Yah pada dasarnya tidak ada yang banyak berubah hanya Angka Kemahiran, Peningkatan Poin Kenbonshuko serta Tambahan Kemampuan! Namun, Aku sedikit terkejut 2 persen sisanya mungkin diperoleh dari pertarungan"
"Ya kemampuan meditasi ini berguna namun apa itu wawasan bertambah?" Enel sedikit bingung namun bahkan System sendiri tidak memberi taunya jadi Enel menganggap kalau System sengaja membuatnya mencari hal ini sendiri.
__ADS_1
Menutup panelnya dengan pikiran. Enel beranjak bangun dari sungai, dikarenakan meditasi nya telah selesai dan juga dia ingin pergi ke Blue Sea tepatnya ke Pulau Jaya untuk meng-klaim sebagai tempatnya. Lagipula setengahnya ada di Upper Yard jadi menurutnya Pulau Jaya juga sebagai menjadi miliknya.
Enel memakai pakaiannya dan pergi dari hutan kembali ke kuil dewa.
"Yama kemari" Ucap Enel dengan pelan.
Yama di kejauhan tertegun dan mengangguk, dia masuk ke gerbang kuil dan berlutut didepan Enel.
"Yama dalam satu atau dua minggu ini aku akan pergi ke Blue Sea! Kau diberi hak untuk mengatur keempat Priest atas namaku" Enel melemparkan segumpal bola listrik yang tidak mematikan ke depan Yama.
Bola listrik itu adalah token yang dia buat, siapa yang memiliki token dapat mengatasnamakan dia dalam hal keputusan. Karena Enel sangat mempercayakan Yama apalagi tindakannya menerima transfer gelombang kinetik ke otaknya seadanya.
Padahal Yama bisa melawan namun dia menerima begitu saja walaupun tahu itu akan membahayakan otaknya, ya bisa dibilang kehidupannya ada di tangan Enel.
"Jika Orang Blue Sea itu membuat masalah kepada Upper Yard ataupun Vearth dan Skypians, Aku akan kembali membumihanguskan mereka" Setelah berkata seperti itu, Enel mengambil tongkat emasnya yang selama ini menjadi senjatanya dan berdiri di atas awan.
"Thunder" Tubuhnya di aliri listrik dan sepertinya dia mengelementasikan tubuhnya.
"Down" Dalam sekejap, lubang berdiameter 3 meter muncul di awan yang sering mereka pijak dan sosok Enel menghilang..
Sementara di sebuah pulau yang berisikan banyak bajak laut bahkan angkatan laut tidak berani ke pulau ini.
Pulau ini disebut sebagai Pulau Jaya, Bagian dari Upper Yard.
Di langit yang cerah,, Petir melesat ke tanah seakan sedang badai.
Para Perompak memandang sosok yang jatuhnya di barengi dengan petir. Berdiri tegak di tanah, dengan tongkat emas yang di tangannya, Kuping sepanjang dada..
Enel muncul..
Dia muncul di blue sea tepatnya di Grand Line Paruh Pertama; Paradise, Pulau Jaya.
Kemunculannya membuat heran dan kaget para perompak dan penduduk asli pulau. Enel menyeringai dan berkata "Waktunya bergerak".
"Hah?" Para perompak menjadi semakin bingung dengan tingkah lakunya.
Namun beberapa saat kemudian..
Gelombang petir menyebar dalam radius yang mencakup seluruh pulau Jaya.
"Hehehe hasil latihan ku selama ini tidak sia sia" Enel memunculkan gelombang listrik ke seluruh Pulau Jaya.
Dia hanya membuat para perompak tak sadarkan diri, untuk masyarakat biasa atau penduduk asli pulau jaya yang tidak ikut andil dalam perompak tidak diserangnya.
Enel hanya membuat pingsan perompak-perompak saja. Dalam kurun waktu 30 detik seluruh perompak di pulau jaya pingsan tak sadarkan diri.
Enel berbalik menatap kerumunan penduduk asli yang ketakutan dan berkata "Pergi borgol mereka! Dan jika ada yang memiliki kemampuan aneh atau kemampuan buah iblis serahkan padaku"
Penduduk Asli mau tidak mau mengangguk sebagai jawabannya.
Segera satu pulau sibuk..
Yah mereka sibuk untuk memborgol dan mengikat semua perompak. Sementara Enel dia berjalan menuju suatu tempat.
(Ayo tebak? Tempat apa?)
__ADS_1