Choice System: The God Of Thunder In One Piece

Choice System: The God Of Thunder In One Piece
Eps.29 Kemahiran Master


__ADS_3

Enel sedikit tertegun memandang 10 benang berbeda warna menyerangnya.


"Kemampuannya berbeda dari cerita asli? Mengapa?" Gumamnya sambil menghindari benang bewarna merah yang menerjang jantungnya.


Enel menangkis beberapa benang lainnya menggunakan kedua belati.


"Tapi ketika dia menguasai Goshikito bukan hal yang tidak mungkin untuk menguasai Toiroto apalagi dia memiliki sepuluh tangan" Pada akhirnya Enel sendiri yang menjawab dengan cara menebak.


Benang Hitam dan Emas terjalin satu sama lain menjadi sebuah bor menyerangnya dengan kecepatan yang sangat cepat.


"Hahaha matilah!" Tawa dan Senyum. Doflamingo.


Melihat hal ini, Enel tersenyum tipis lalu berkata "Magnetic: Reject", Bor yang tadinya memiliki kecepatan yang sangat cepat dan efek penetrasi yang tajam tidak dapat mendekati Enel sama sekali bahkan terhenti di udara layaknya menekan tombol jeda.


Setelah meditasi dan membongkar banyak macam rahasia tentang Petir, Enel mengelompokkan beberapa pengetahuan ke dalam kelompok yang berbeda dan di dalam kelompok itu memiliki satu unsur yang sama.


Ketika dia menggunakan petir dia akan mengucapkan Volt baik itu jumlah voltnya di hitung atau tidak. Hal ini merupakan dasar normal pengguna buah petir.


Lalu saat menggunakan Medan Magnet, Enel menyebutnya sebagai Magnetic sebagai awalan skill.


Dan yang terakhir merupakan serangan frontal terkuat yakni Getaran Kinetik, yang kekuatannya sebanding atau lebih tinggi dari buah getar, karena tidak ingin ribet Enel menamainya sebagai Vibration.


Lalu satu lagi skill yang berbasis sinyal, yah walaupun dia jarang menggunakannya tapi saat melawan Shoujou, dia menyadari potensi mengerikan dari skill ini. Enel menamainya sebagai Signal.


Adapun mengapa perkembangannya begitu? Enel sendiri saja Curiga, apa yang dimakannya bukanlah buah petir melainkan buah yang dapat mengendalikan muatan listrik.


Hanya saja Enel yang dulu menganggapnya sebagai petir maka dari itu dia menjadi petir. Namun Enel yang baru berbeda pemikirannya tidak hanya terbatas pada petir saja melainkan unsur unsur yang ada dalam petir tersebut.


"Sial" Melihat benangnya terhenti di udara, Doflamingo mau tidak mau berkata kasar. Enel dari kejauhan terkekeh menertawai usaha sia sia Doflamingo.


"Hei kau mau tahu apa yang unik?" Ucap Enel dengan nada semangat. Doflamingo di sisi lain berusaha menarik kembali benangnya mengabaikan perkataan Enel.


"Entah kapan aku berubah job jadi penyihir" Enel menyeringai kejam. Tangan kirinya terangkat sejajar dengan dada.


"50.000.000 Juta Volt, Thunder Bolt" Sebuah cahaya kecil muncul di tengah-tengah telapak Enel, cahaya biru ini menyerap petir dari tubuh Enel hingga memadat menjadi sebuah Bola Bercahaya Biru dengan petir di sekelilingnya.


"Rush" Dengan wajah menghinanya dia melemparkan Bola Petir itu.


Thunder Bolt terbang dengan kecepatan yang menakutkan, 100× lebih cepat dari meriam biasa. Doflamingo di sisi lain ingin menghindari Bola Petir ini, melihat dirinya memiliki Kenbonshuko yang cakap.


"hah hah hah! Apa kau bisa melarikan diri bajingan?" Ucap Enel sambil terengah-engah, alasan dia sedikit lelah adalah penggunaan Magnetic Field/Magnetic yang berlebihan, dengan kekuatan fisiknya saat ini tidak memungkinkan untuk melakukan gerakan bebas dengan teknik Magnetic.


Meskipun di perlihatkan dia tidak kelelahan menggunakan Vibration adalah getaran yang di hasilkan itu tidak menarik banyak energinya hanya karena arus bolak balik yang di hasilkan.

__ADS_1


Sementara melakukan Magnetic, dia terpaksa boros atas energi, dimulai dari mengatur tingkat kutub positif dan negatif hingga menarik benda atau menolak benda memerlukan banyak energi listrik.


Maka dari itu, Enel tidak akan sembarangan menggunakan Magnetic hingga dia memiliki fisik yang kuat.


'Doflamingo? boleh juga walaupun aku belum menggunakan kekuatan penuh hanya teknik yang baru saja ku pelajari' Batin Enel, dirinya merasa bersemangat dan memiliki pemaha baru tentang skillnya.


"Magnetic, Pull" Enel berteriak deras agar semangatnya keluar sepenuhnya. Tubuhnya mengalami getaran hebat dan listrik-listrik yang terlepas dari tubuhnya mengungkapkan kemegahan.


Doflamingo di kejauhan yang fokus untuk menghindari terlalu ceroboh karena tidak menggunakan Busoshuko Haki untuk menghentikan muatan negatif yang tidak sadar masuk ke tubuhnya.


Dengan sekuat tenaga dan energi yang besar, Enel menarik Doflamingo yang memiliki berat lebih dari pria dewasa.


"Apa ini? Aku tidak bisa bergerak? Eh tunggu?" Doflamingo di kejauhan terdiam, dalam satu hentakan tangan Enel. Tubuhnya bergerak sendiri dan menuju bola petir dengan rasa takut diwajahnya.


'Apakah dia mengendalikanku?' Doflamingo merasa tidak terima dan dunianya terbalik untuk sementara waktu, sebagai pengguna buah iblis benang adalah tugasnya untuk mengendalikan orang dengan kemampuannya.


Namun melihat orang lain mengendalikan dirinya sendiri, dia merasa tidak rela. "Heh~" Enel mencemooh dan berkata "Jika kau bisa mengendalikan orang lain maka bukan hal yang tidak mungkin jika kau di kendalikan".


Doflamingo di kejauhan menggertakkan giginya, walaupun didekatnya ada sebuah bola petir yang sangat berisik tapi entah mengapa Enel bisa berbicara dengan jelas di telinganya.


Darr..


Ledakan terdengar, namun tidak ada api?.


Hanya sebuah percikan listrik yang memengaruhi radius 10 meter dari pusatnya. Sementara untuk Doflamingo.


Enel melihat Doflamingo ingin berbicara, Enel berbicara juga.


"Bajingan! Tunggu saja! Aku akan membalaskan dendam ini nanti! Ketika hari itu tiba, Itu menjadi kematianmu?" Keduanya berbicara bersama-sama.


"Eh?" Doflamingo mau tidak mau sedikit terkejut.


"Apa itu? Kalimat klasik dalam kartun? Pergilah dan jangan banyak bacot" Enel melambaikan tangannya dan sambil mengupil menggunakan tangan lainnya, sikapnya ini benar benar meremehkan Doflamingo.


Enel berbalik "Pergilah sebelum aku membunuhmu! Aku sudah tidak tertarik lagi denganmu?" Ucapnya sambil menoleh dan meludah ke laut dibawah mereka.


Doflamingo di sisi lain menggerakkan giginya, dengan kondisinya saat ini tidak mungkin untuk menang dari Enel apalagi kekuatan Enel jauh darinya, salah satu pilihan adalah melarikan diri. Dia memiliki tujuan yang lebih besar akan sangat sayang mati dengan tidak jelas.


Setelah Doflamingo lari terbirit-birit, Enel hanya menatap langit dan menghela nafas lega.


"Akhirnya, Selesai"


[Selamat Kemahiran Buah Iblis Goro Goro no Mi telah ditingkatkan ke tingkat master]

__ADS_1


[Membuka banyak unsur baru yang hanya bisa di cari sendiri!]


[Ding peningkatan kemahiran membuka Jurusan yang berbeda dari buah iblis Goro Goro no Mi.]


[Mereka ulang panel status]


[Reka ulang selesai]


[God Enel


Garis Keturunan: Manusia Langit (2/3)


Buah Iblis: {1/1}


•Goro Goro no Mi (Logia)


Kemahiran: Master


Max Volt: 280.000.000 {2×}


Major: Magnetic, Vibration, Signal


Kekuatan Fisik: 90 (+22)


Kenbonshuko Haki: 136


Busoshuko Haki: 45


Haoshoku Haki: 40


Kemampuan Lain:


~Mantra {Senior}


~Trafo {Pelajar}


~Low-Meditation {Semi-Senior}]


[Kemahiran telah di tingkatkan ke Tingkat Master, Selamat hadiah update system]


[Pada Update kali ini, menjelaskan tentang tingkatan kemampuan lain yang dimiliki tuan]


[Tingkatan di mulai dari Pelajar - Senior - Master - Grandmaster - Ahli - Professor]

__ADS_1


[Ketika tingkatan telah mencapai batas! Setelah tuan menghancurkan batas itu dengan sendirinya dapat membuka Tingkatan Rahasia]


"Hmm? Yah walaupun tidak banyak berubah setidaknya tidak terlalu ribet" Enel bergumam rendah dan kembali ke pulau Jaya.


__ADS_2