
Tempat yang di tuju Enel tidak lain dan tidak bukan adalah salah satu tempat keturunan Mont Blanc Noland.
Mont Blanc Cricket
Enel berjalan tidak pelan dan tidak lambat, satu langkahnya membawa aura yang tidak mengenakkan.
Rumah Cricket sangat mudah di cari, dikarenakan begitu mencolok untuk menutupi separuh rumahnya yang telah hilang dengan papan berbentuk kastil.
Aura tidak mengenakkan Enel dirasakan oleh Cricket itu sendiri. Dia keluar dari rumah dan menatap waspada kearah Enel.
"Siapa kau? Bajak Laut? Perampok?" Tanya Cricket dengan tajam, tiba tiba kedua orang muncul bersebelahan dengannya.
Masira dan Shoujou keluar dan menatap tajam Enel. Keduanya terlihat seperti spesies kera, Masira terlihat layaknya Ape, sementara Shoujou seperti orang utan.
"Mundur bos! Dia terlihat berbahaya" Enel tetap berjalan tidak memperdulikan ketiganya.
Shoujou maju dia menatap Enel seakan menatap hal yang sangat berbahaya, Dengan cepat dia meluncurkan teknik sonar terkuatnya tanpa ragu karena dia terlalu gugup.
"Havoc Sonar" Gelombang Suara berbasis gelombang radio menyerang Enel.
Dengan sedikit mengendus, Gelombang yang terlihat kejam ini menghilang dibawah pengaruh energi kinetik dan gelombang sinyal listrik.
"Bermain dengan gelombang melawanku? Kau cari mati" Enel meluncurkan gelombang sinyal melalui energi kinetik, seketika sepotong aliran listrik memasuki otak Shoujou dan membunuhnya dengan cara merusak otaknya.
Shoujou mengeluarkan darah dari kepalanya dan terjatuh ketanah tidak sadarkan diri.
"Tidak Mungkin!" Masira berteriak dia langsung memeriksa Shoujou namun sayangnya Shoujou tidak akan hidup lagi dia sudah menjadi mayat.
"Baji.ngan kau!!" Masira berdiri dia berteriak "Matilah!" Dan menerjang ke arah Enel, Cricket di kejauhan berteriak "Masira kembali!!"..
Namun Masira dalam keadaan gila tidak mungkin untuk mengikuti perintah Cricket.
"Terima ini, Saru Lunge" Pukulan kuat Masira di barengi dengan asap dan darah yang bergerak cepat, tangan masira menjadi merah..
Pukulan kuat ini menyerang Enel berharap Enel mati dalam sekali serangan.
"Sungguh bodoh" Enel bergerak sangat cepat, dia mengambil lengan Masira dan melemparkannya jauh ke samping.
"Infection Vibration" Ucapnya dengan santai.
Namun di mata Cricket seperti melihat iblis karena tubuh Masira di kejauhan bergetar dan bergejolak hingga meledak di tempat.
Enel tidak memperdulikan ini, dia membakar setiap percikan darah yang akan mengenainya menggunakan kemampuan petirnya.
Perlahan berjalan hingga beberapa meter didepan Cricket.
Enel berkata "Mont Blanc Cricket", Mendengar Enel menyebutkan namanya, Cricket terkejut.
__ADS_1
"Apakah kau keturunan Noland?" Tanya Enel dengan nada tidak sopan, seakan bukan bertanya melainkan memerintah.
"I iya apa yang kau inginkan" Cricket sedikit mundur dia menatap mayat kedua temannya dan merasa bersalah.
'Maafkan aku! Karena kalian membantuku yang keturunan pembohong ini kalian jadi seperti ini' Batinnya..
"Apa kau memiliki warisan yang di berikan rakyat Shandora? Jika kau memilikinya aku mungkin akan mengampuni nyawa milikmu" Enel memunculkan Haoshoku Haki yang membuat Cricket semakin ketakutan.
Dia mundur perlahan dan berkata "Tunggu sebentar" Cricket menatap Enel dengan tatapan sedikit takut, walaupun dia tidak takut mati namun mati setelah pengorbanan kedua temannya, Cricket tidak akan menganggap sepele kedua temannya yang berkorban.
Cricket kembali kerumahnya dan mengambil barang yang dibawa, Enel melihat kotak yang di pegang Cricket dengan tatapan senang.
Cricket memberinya kotak itu dan berkata "Aku sudah menyelesaikan janjiku! Tolong jangan bunuh aku! Aku tidak ingin kedua temanku mati sia sia"
Enel membuka kotak itu dan melihat isinya.
"Baiklah kau bisa pergi! Setelah ini kau tidak boleh kembali ke Pulau Jaya lagi! Orang-orang yang berhubungan dengan Shandora sudah sepantasnya mati! Namun kau sedikit berbeda! Kau licik tidak seperti Noland" Ucap Enel tidak peduli ataukah ucapannya membuat Cricket sakit hati.
"Ba baiklah" Cricket dengan cepat pergi menggunakan kapal ke pulau yang lain.
Sementara Enel..
"Hahaha hahahahah" Dia tertawa terbahak-bahak layaknya orang gila.
Enel menatap kotak di depannya dengan tatapan bahagia. Enel membuka kotak itu dan menemukan dua senjata di dalamnya.
Tidak lebih tepatnya, Dua belati dengan pegangan yang memiliki sisik reptil.
Dan
"Tiger Dragon Claw Dagger"
"Hahahah aku tidak menyangka mendapatkannya di tempat seperti ini! Kedua belati legenda yang setara dengan O Wazamono 21 Pedang Kelas Tinggi"
"Aku tidak menyangka buku yang disimpan suku Shandian itu benar benar efektif" Enel mengingat dimana dia menjelajahi reruntuhan Shandia dan menemukan buku sejarah mereka.
"Hahaha ini benar benar hari yang baik" Alasan Enel mengambil kedua Belati ini, dikarenakan keduanya itu langkah dan hanya darah klan shandia yang dapat memaksimalkan dan memunculkan efek tersembunyi masing-masing belati.
Juga Enel mengambil kedua belati ini untuk gadis kecil yang dia selamatkan sebagai hadiah untuk merevitalisasi klan mereka lagi. Yah bagaimanapun Klan Shandia merupakan klan yang kuat dalam hal fisik sayang jika tidak dimanfaatkan.
Untungnya Kalgara tidak terlalu bodoh, dia juga meletakkan tali yang khusus untuk dua sarung belati.
Mengikar tali itu di pinggangnya, Enel memasukkan kedua belati itu di dua sarung yang tergantung di bagian bawah pinggangnya pada sisi kanan dan kiri.
Setelah mendapatkan kedua belati kuno.
Enel pergi dari tempat ini kembali ke pemukiman warga.
__ADS_1
Kembalinya Enel membuat warga desa sedikit takut, namun salah satu dari mereka maju dan berkata "Permisi pak! Saya penanggung jawab dan juga pemimpin dari penduduk desa melaporkan hasil yang telah kami rangkum" Dia menyerahkan sebuah buku kearah Enel.
"Hmm kalian pintar juga ternyata" Pujinya walau agak sarkas.
Enel membuka buku yang diberikan pemimpin warga desa dan membacanya.
Di situ tertulis laporan penangkapan para perompak dari jumlahnya hingga di kategorikan.
0 - 10 Juta: 430 Orang
10 - 20 Juta: 140 Orang
20 - 30 Juta: 90 Orang
40 - 50 Juta: 14
50 - 60 Juta: 3
Sementara untuk yang tertinggi ada satu orang yang memiliki Bounty 66 Juta.
"Baiklah kau bisa pergi" Para penduduk yang mendengar perintah Enel, bernafas lega dan kembali ke rumahnya masing masing untuk menikmati kehidupan yang damai.
"Ya mereka semua tidak bisa bangun hingga 2 sampai 3 hari, sebelum mereka bangun lebih baik aku mencari Angkatan Laut untuk menukarkan beberapa hal yang bagus" Enel Melihat ke langit lalu ke arah Panel System yang muncul.
Alasan dia menangkap semua perompak di pulau padahal dia dapat membunuhnya dengan mudah adalah karena hal ini.
[Pilihan Pertama
Bunuh dan Basmi Habis seluruh perompak di Pulau Jaya.
Hadiah: Kekuatan Fisik +30 dan Busoshuko Poin +20]
[Pilihan Kedua
Hancurkan Pulau Jaya hingga tak bersisa satupun makhluk hidup.
Hadiah: Kekuatan Fisik +20, Busoshuko Poin +10, Haoshoku Poin +5 dan Kenbonshuko Poin +15]
[Pilihan Ketiga
Tangkap seluruh perompak Pulau Jaya.
Hadiah: Max Volt +50.000.000]
Adapun mengapa Enel memilih yang terakhir karena dia memiliki rencana lanjutan untuk para perompak ini dan jika rencana ini berhasil maka perkembangannya tidak akan di batasi.
Di karenakan Enel tidak memiliki tempat tinggal, Salah seorang warga yang kaya raya meminjamkan rumah mewahnya yang sudah di tata bersih dan rapi dengan imbalan seadanya.
__ADS_1
Enel menerimanya tanpa ragu namun sebagai orang yang tidak menerima utang Budi orang lain, Enel membayarnya dengan bentuk Dial. Yang membuat orang kaya itu semakin senang memberi rumahnya.
Tinggal di sini sementara waktu, Enel beristirahat sejenak.