Choice System: The God Of Thunder In One Piece

Choice System: The God Of Thunder In One Piece
Eps.30 Pemahaman Baru


__ADS_3

Doflamingo yang sudah pergi jauh dengan panik kembali ke kapalnya


"Hah hah sialan! Darimana dia berasal!" ucapnya dengan nafas yang terengah-engah melihat kebelakang tepat dimana arah Enel muncul.


"Bagaimana mungkin sosok kuat seperti itu tidak memiliki reputasi apapun" Batin Doflamingo dengan wajah ketakutan.


Untungnya kapal miliknya tidak terlalu jauh jika tidak dia bisa mati tenggelam di lautan. Kembalinya Doflamingo ke kapal tentu membuat kedua bawahannya terkejut.


"Tuan! apa yang terjadi?? Apakah ada seseorang yang menyergapmu?" Seru Buffalo dengan panik, sebagai anggota bajak laut Donquixote Doflamingo. Buffalo sangat mengerti tentang kekuatan Doflamingo namun jika ada seseorang melawannya hingga terluka parah begini maka hanya Yonkou dan Legenda Angkatan Laut ataupun Sosok kuat seperti Mihawk dan Shiki yang bisa mengalahkannya hingga separah ini.


Jika Enel ada disini dia mungkin akan tertawa terbahak-bahak mendengar isi pikiran Buffalo, dan akan menjawabnya 'Apa? Dirinya saja bahkan kalah dengan bajak laut topi jerami yang terbilang rookie' dengan wajah mengejek.


Doflamingo diam tidak berbicara dia menatap Baby 5 "Baby 5, Bawa beberapa obat-obatan dan sembuhkan lukaku".


Baby 5 yang diam itu berteriak "Tidak mau!! Untuk apa aku menyelamatkan bajingan yang membunuh kekasihku!" sembari menginjak geladak dengan keras sampai membuat lubang.


"Tolong" Doflamingo hanya mengucapkan satu kata namun reaksinya.


"Uuuh itu, ah iya untuk kali ini aja aku menolongmu ingat karena kau sudah meminta tolong maka aku akan membantumu" Baby 5 memalingkan wajahnya dan berkata dengan malu, wajahnya sedikit memerah dengan jari-jarinya yang menyentuh pipi.


Buffalo di kejauhan terdiam, bahkan Doflamingo pun juga ikut terdiam.


Saat kembali ke Pulau Jaya, Enel sama sekali tidak melihat para penduduk yang beraktivitas seperti biasa.


'Apakah mereka ketakutan?" Enel memandang kota yang sepi dengan tatapan aneh.


"Yah terserah mereka mau melakukan apapun" Enel mengangkat bahu dan tidak ingin ikut campur dalam urusan penduduk asli disini.


Datang ke sebuah bar yang sepi, Enel duduk di kursi depan ruangan tanpa memperdulikan pemilik bar yang menatapnya dengan ketakutan.


Enel menoleh kearah pemilik bar dan berkata


"Beri aku Sake 2 gelas" tanpa memperdulikan apa yang terjadi Enel kembali ke pemikirannya.


"Ba baik tuan" Setelah pemilik bar pergi mengambil sake dan menyiapkannya. Enel meminum sake itu dengan perlahan.


'Yah ini sedikit enak' Batinnya.


'Dengan kekuatanku saat ini mungkin menyamai 3 Laksamana atau bahkan melebihi mereka yang pasti aku kekurangan satu hal'.


'Ya itu kekuatan fisik'


'Aku menyadari beberapa hari sebelumnya! Kekuatan Fisik ku tidak sebanding dengan 3 Laksamana, Dengan keterbatasan kekuatan fisik akan sulit mengendalikan sepenuhnya buah iblisku bahkan saat ini di bagian Magnetic aku mempelajari 3 teknik, 2 Teknik pada Vibration dan satu teknik pada Signal'

__ADS_1


'Bahkan fisikku yang sekarang saja tidak mampu untuk menggunakan skill terakhir yang menjadi kartu truf untuk melawan musuh yang kuat, Sayangnya dia berada di bagian Magnetic jika itu di Vibration ada kemungkinan untuk menggunakannya'


Saat Enel sedang berpikir sendiri dia tidak menyadarinya kalau seseorang telah membuat rencana terhadapnya, hal ini terjadi karena dia tidak mengaktifkan Kenbonshuko Haki.


Lagipula dia bukan monster, menggunakan Kenbonshuko secara berlebihan berdampak buruk baginya.


"Bagaimana apakah dengan ini kita berhasil?"


"Ya jika kita menggunakan ini dan mengepungnya dengan benar bukan hal yang mustahil untuk mengalahkannya"


"Hahah para penduduk ini sangat bodoh namun mereka berguna untuk melawan orang aneh itu"


Di suatu tempat di ketahui beberapa sedang berdiskusi.


Beberapa saat setelahnya.


Enel yang sudah menghabiskan sekitar 10 gelas sake, dia tidak terlalu mabuk sama sekali. Setelah meminum sake, Enel tidak langsung pulang karena dia ingin menjelajah bagian South Grave yang menarik perhatiannya sekaligus menguji kemampuan Signal miliknya.


Di tengah perjalanan, Enel tidak menggunakan Kenbonshuko nya karena terlalu dia terlalu malas menggunakannya apalagi pada penduduk lemah ini yang tidak ada sangkut pautnya dengan dirinya.


'Ya citra berpakaian ku saat ini cukup bagus namun tidak menggunakan baju tiap hari itu agak menggelikan' Batin Enel memikirkan hal hal yang remeh, saat kakinya melangkah ke salah satu tanah dia tersenyum.


"Yah aku ingin lihat bagaimana perlawanan semut kecil ini melawanku?" Dengan gumaman rendahnya, ledakan terjadi.


Ledakan ini mungkin bisa menghancurkan bajak laut dengan Bounty seratus jutaan, tapi sebagai pemakan Logia? Apakah dia akan meninggal saat terkena ledakan? Lelucon macam apa itu.


Setelah asap berangsur menghilang, beberapa orang di kejauhan sedang dalam posisi untuk mengepungnya.


Di pusat ledakan.


Enel berdiri di depan mereka dengan sehat dan bugar, bahkan segores luka pun tidak terlihat di tubuhnya.


"Tidak mungkin? Bagaimana dia bisa selamat dari Ledakan itu?" Pria berambut putih dengan tato di tangan kirinya berteriak tidak rela.


"Hah? Apakah kalian pikir hanya dengan ledakan dapat membunuh tubuh logia? Bahkan semut saja lebih pintar dari pada kalian" Enel tersenyum dan menjelaskan seolah-olah itu adalah hal yang sepele.


Namun senyuman ramahnya tidak dianggap ramah sama sekali sama mereka.


"Tidak mungkin apakah dia pengguna buah iblis tipe logia?"


"Mustahil! Kita bisa mengalahkannya! aku pernah dengar rumornya! Mereka yang memakan buah Logia secara alami itu abadi dan tidak bisa dibunuh"


"Apa tamatlah kita"

__ADS_1


Bajak laut di sekitarnya berdiskusi ketakutan. Bahkan beberapa dari mereka mundur secara perlahan.


"Hah? Apa pengguna logia tak terkalahkan dan abadi!" Enel ingin mengejek seseorang yang membuat rumor itu namun dirinya tiba-tiba menelan kata-katanya. Enel tiba tiba termenung dan terdiam di tempat sambil menggosok dagunya dan berpikir keras.


Sekelompok bajak laut yang melihatnya sedang bingung segera mengambil tindakan.


"Orang ini memakan buah Logia! Lari kita tidak memiliki kesempatan melawannya" Salah satu pria dari kelompok bajak laut Roshio berteriak dan berlari.


Beberapa bajak laut lainnya ikut tergerak dan melarikan diri jauh jauh dari Enel, kecuali kelompok bajak laut Bellamy dan Roshio yang setidaknya memiliki kekuatan tempur.


"Tak terkalahkan? Abadi?" Enel tiba-tiba tercerahkan dan bergumam "Terimakasih atas pembuat rumor, Aku tidak tahu siapa engkau semoga kehidupanmu berjalan dengan baik"


Kedua kata kata yang di ucapkan bajak laut tidak dikenal itu membangkitkan semangat Enel untuk berusaha membangkitkan buah petirnya.


Setelah memasuki kemahiran Master, Enel menemukan satu hal! Evolusi ke tahap kebangkitan itu bukanlah hal yang mudah tentu saja berbeda dengan Paramecia yang tergolong sebagai buah yang mudah di Awakening.


Buah Alami atau Buah Logia merupakan buah yang sulit untuk membangkitkan nya. Tentang rumor mengenai Kuzan dan Sakazuki yang sudah Awakening dan juga kekuatan buah Kurohige yang juga sudah Awakening.


Enel menganggap remeh itu semua.


Awakening Logia tidak sesederhana Zoan ataupun Paramecia. Kecuali Mythical Zoan.


Jika kebanyakan Awakening Paramecia itu yakni mengendalikan area di sekitarnya dan di klafikasikan sebagai Awakening.


Lalu bagaimana buah Logia yang dari awal beberapa tipe kemunculannya sudah dapat mempengaruhi area sekitarnya.


Apakah itu di klafikasikan sebagai Awakening??


Dan bagaimana jika Awakening tipe Zoan adalah memberinya kemampuan regenerasi yang mengerikan juga kekuatan fisik yang luar biasa serta tidak mudah mati.


Buah Logia dari awal sudah kebal dan tidak mudah mati kecuali mereka dimusnahkan secara instan bersama Busoshuko Haki atau pemilik Busoshuko melukai titik vital mereka. Lagipula Haki memang dari awal sudah membatasi kemampuan buah iblis.


Apakah akan di klasifikasi juga sebagai Awakening?


Maka dari itu dengan kata kata yang dibicarakan bajak laut tadi Enel mengambil banyak makna.


Tak Terkalahkan


Abadi..


Pada pandangannya terhadap Alam yang mewakili Logia, Enel hanya mengatakan satu pendapat.


"Cataclysm"

__ADS_1


*Silahkan cari di google jika ingin tahu atau silahkan tunggu Eps selanjutnya by by~


__ADS_2